Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya penguatan karakter santri berbasis kecerdasan kontemplasi. Hal ini disampaikannya saat membuka Expo Kemandirian Pesantren bertema "Seribu Santri untuk Negeri" di kampus UIN Imam Bonjol Padang.
Menag menekankan bahwa dunia pendidikan pesantren kini perlu lebih serius mengembangkan kecerdasan kontemplasi, yakni kemampuan mengelola emosi dan pendalaman spiritual yang berjalan seiring dengan kecerdasan intelektual. Menurutnya, kecerdasan ini menjadi bekal penting bagi santri untuk menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks.
"Santri yang cerdas secara intelektual belum cukup. Ia harus mampu mengolah emosinya dengan baik dan memiliki kedalaman spiritual yang kuat. Inilah yang saya sebut kecerdasan kontemplasi, dan pesantren adalah tempat terbaik untuk menanamkannya," kata Menag, dikutip Minggu (16/11).
Menag juga menyampaikan optimisme besar terhadap masa depan para santri. Dengan nada bersahabat, ia menyampaikan bahwa bukan hal yang mustahil jika suatu hari kelak jabatan Menteri Agama diisi oleh seorang santri.
"Saya yakin di antara kalian ada yang akan menjadi Menteri Agama berikutnya. Bahkan sangat mungkin menggantikan saya. Jadi, siapkan diri kalian dari sekarang," ujarnya.
Rektor UIN Imam Bonjol Padang Martin Kustati, turut mengapresiasi kehadiran Menag sekaligus dukungan Kementerian Agama terhadap kemajuan pesantren. Ia menilai expo ini merupakan momentum penting bagi para santri untuk menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.
"Expo Kemandirian Pesantren ini adalah ruang pembuktian bahwa santri tidak hanya kuat dalam ilmu agama, tetapi juga kreatif, inovatif, dan siap menghadapi masa depan," ujarnya.
Pameran produk pesantren yang ditampilkan dalam expo menunjukkan keberagaman kreativitas santri, mulai dari kerajinan tangan, produk makanan, desain kreatif, dan perlombaan turut memeriahkan acara dan menjadi ruang kompetisi sehat antar pesantren.
Melalui penyelenggaraan expo ini, Kementerian Agama berharap pesantren semakin mandiri baik secara intelektual, spiritual, maupun ekonomi. (H-3)
Alumni Gontor 2006 menjalankan program Minhat Yatama, yaitu pengumpulan donasi rutin setiap bulan untuk membantu anak-anak yatim dari keluarga teman satu angkatan.
ASOSIASI Ma’had Aly Indonesia (AMALI) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) perdana di bawah kepengurusan masa khidmat 2026–2030 di Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an
Lembaga pendidikan ini dinilai unggul dalam mengintegrasikan kurikulum modern dan salaf yang relevan dengan perkembangan zaman.
Kemenhut melalui UPT Koordinator Wilayah Aceh terus melakukan percepatan penanganan dampak bencana banjir berupa pembersihan tumpukan kayu dan material
Pesantren dipandang sebagai laboratorium sosial yang efektif dalam menanamkan nilai kebangsaan, etika publik, dan tanggung jawab sosial.
MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan komitmennya untuk menyiapkan fasilitas rumah ibadah dan lembaga pendidikan yang inklusif dan ramah difabel.
Insiden kebakaran yang terjadi di lantai dasar Pondok Pesantren Al Mawaddah, Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan, menyebabkan sedikitnya sembilan santri alami gangguan pernapasan
Tim Phoevaya mengembangkan CalmiBand, sebuah gelang pintar yang dirancang untuk membantu anak autistik dengan memantau tingkat emosi dan stres secara real time.
WAKIL Menteri Agama (Wamenag) Romo Muhammad Syafi’i memastikan agar seluruh santri di Indonesia mendapatkan akses program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Potensi besar jumlah santri di Indonesia dapat menjadi kekuatan nyata dalam menciptakan masa depan yang berkelanjutan.
Kemkomdigi mengajak para santri di seluruh Indonesia untuk menjadi 'Sahabat Tunas', generasi muda yang cerdas, beretika, dan bertanggung jawab dalam beraktivitas di ruang digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved