Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MAKANAN manis adalah jenis makanan atau minuman yang memiliki kandungan gula tinggi, baik gula alami maupun gula tambahan, yang memberikan rasa manis pada lidah.
Gula yang terkandung dalam makanan manis bisa berasal dari gula alami, seperti pada buah, madu, atau susu. Gula tambahan, seperti sukrosa, fruktosa, sirup jagung tinggi fruktosa, dan pemanis buatan yang ditambahkan selama proses pengolahan makanan.
Konsumsi gula berlebih membuat kadar gula darah naik terus-menerus. Lama-kelamaan, tubuh menjadi resisten terhadap insulin, yang akhirnya menyebabkan diabetes tipe 2.
Gula adalah makanan utama bagi bakteri penyebab plak dan karies. Akibatnya, gigi mudah berlubang dan gusi menjadi mudah berdarah.
Makanan manis tinggi kalori namun rendah nutrisi. Jika dikonsumsi sering, tubuh akan menyimpan kelebihan energi sebagai lemak, terutama di perut dan paha.
Asupan gula tinggi dapat meningkatkan kadar trigliserida dan kolesterol jahat serta menurunkan kolesterol baik, yang memicu penyakit jantung.
Lonjakan gula darah yang cepat diikuti penurunan drastis dapat membuat otak mudah lelah, sulit fokus, dan cepat mengantuk.
Kadar gula yang tidak stabil dapat memengaruhi produksi hormon serotonin dan dopamin, menyebabkan emosi tidak stabil, mudah marah, atau cemas.
Gula berlebih menyebabkan proses glikasi, yaitu ketika gula menempel pada kolagen dan elastin, membuat kulit keriput dan kehilangan elastisitasnya.
Setelah lonjakan energi sesaat, kadar gula darah turun cepat sehingga tubuh merasa lemah, mengantuk, dan tidak bertenaga.
Gula dapat memicu pelepasan dopamin di otak seperti zat adiktif lainnya, sehingga seseorang bisa ketagihan dan sulit mengontrol konsumsi makanan manis.
Gula berlebih, terutama fruktosa, diubah menjadi lemak di hati. Lama-kelamaan bisa menyebabkan penumpukan lemak hati nonalkoholik.
Terlalu banyak gula dapat menghambat fungsi sel darah putih, sehingga tubuh lebih mudah terserang infeksi atau penyakit.
Konsumsi gula tinggi mengacaukan keseimbangan hormon seperti leptin dan kortisol, membuat tubuh sulit menjaga berat badan ideal.
Terlalu sering makan makanan manis bisa menyebabkan berbagai masalah serius, mulai dari gigi berlubang, obesitas, diabetes, hingga gangguan jantung dan kulit. Konsumsilah makanan manis secukupnya, dan seimbangkan dengan pola makan sehat serta olahraga rutin. (Z-4)
Gula dapat merangsang pelepasan serotonin dan endorfin di otak, yaitu zat kimia yang membuat perasaan lebih nyaman dan bahagia.
Untuk mengurangi gula, coba ganti minuman manis dengan air putih atau teh tanpa gula, pilih buah utuh daripada jus kemasan, batasi camilan manis seperti cokelat, biskuit, atau kue.
Makanan ini biasanya disukai banyak orang karena rasanya yang menyenangkan dan dapat memberikan energi cepat, tetapi jika dikonsumsi berlebihan dapat berdampak buruk bagi kesehatan.
Cita rasa manis berasal dari senyawa sukrosa, glukosa, fruktosa, atau laktosa, yang memberi sensasi manis di lidah.
Konsumsi makanan manis berlebihan dapat menimbulkan dampak buruk seperti obesitas, diabetes, kerusakan gigi, dan gangguan jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved