Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis anak dari Universitas Indonesia dr. Tiara Nien Paramita M.Sc Sp.A mengatakan rangkaian alergi atau allergic march mulai dari satu tahun pertama kehidupan bisa berkembang dipicu oleh beragam faktor salah satunya lingkungan tempat tinggal.
"Jadi, misalnya kalau sudah diatasi harusnya Allergic march-nya gak berjalan, tetapi tergantung kalau misalnya dia setiap hari dipaparkan pada asap rokok misalnya, ya di kemudian hari risiko asmanya atau rinitis alerginya akan meningkat," kata Tiara, Selasa (21/10).
Ia mengatakan, pada satu tahun pertama kehidupan, alergi yang paling sering dialami anak adalah alergi pada makanan, dan angka kejadian paling umum adalah pada susu sapi.
Seiring berjalannya usia, alergi pada makanan atau susu sapi bisa toleran dengan penanganan cepat ke dokter anak, namun akan muncul alergi-alergi lain seperti asma dengan gejala sering batuk di malam hari, rinitis alergi atau alergi atopi pada kulit jika lingkungan anak tidak terjaga.
Tiara mengatakan faktor lingkungan sangat memengaruhi perkembangan alergi anak, seperti paparan asap rokok sehari-hari, polusi atau penanganan kelembaban yang kurang pada kulit yang bisa terus memicu gatal-gatal.
Selain itu, faktor genetik juga berpengaruh terhadap perkembangan alergi anak, saat jika kedua orangtua memiliki alergi maka kemungkinan besar anak juga memiliki alergi yang sama.
"Jadi kalau satu orangtua, mamanya aja atau papanya aja, anaknya itu berisiko sekitar 40% dan kalau keduanya alergi itu bisa naik sampai 60%, dan bila keduanya alerginya sama misalnya mama papa asma, resiko alergi asma bisa naik sampai 60%-80%," jelas Tiara.
Rangkaian alergi yang tidak tertangani dengan baik bisa menyebabkan kualitas hidup dan prestasi anak menurun. Tiara menjelaskan jika alergi asma atau rinitis anak menjadi tidak bisa tidur, selain itu amandelnya juga bisa membesar dan menyebabkan gangguan tidur.
Hal ini berpotensi anak tidak fokus di pagi hari untuk sekolah karena tidur yang tidak berkualitas, dan berdampak pada prestasi yang menurun karena kesulitan belajar.
Ia mengatakan anak dengan alergi bisa tetap tumbuh optimal dengan tetap didampingi dengan nutrisi yang baik dan melindungi anak dari paparan lingkungan yang tidak sehat yang bisa memicu rangkaian alergi saat anak tumbuh besar. (Ant/Z-1)
Faktor eksternal menjadi penyebab nilai tukar rupiah terus tertekan, meskipun data indikator ekonomi domestik memberikan hasil yang di atas ekspektasi.
Meski saat ini kondisi global dipenuhi ketidakpastian dengan potensi resesi, namun OJK menekankan bahwa agenda utama Indonesia bukan hanya mencermati ekonomi global.
Berdasarkan data BPS, tingkat inflasi Indonesia pada Juli 2022 di level 4,94% (yoy). Dari tiga komponen, volatile food mengalami inflasi tertinggi, yakni 11,47% (yoy).
Yang perlu diwaspadai adalah situasi perekonomian pada tahun depan. Diperkirakan, harga komoditas strategis akan mengalami penurunan. Artinya, pemasukan negara juga akan berkurang.
Berdasarkan rapat KSSK, stabilitas sistem keuangan nasional saat ini masih dalam kondisi terjaga. Hal ini menjadi modal kuat untuk menghadapi berbagai potensi ancaman ke depan.
Makanan yang mudah dicerna tidak hanya bermanfaat saat sakit, tetapi juga dapat membantu menjaga kesehatan sistem pencernaan sehari-hari.
Pemilihan nutrisi yang memiliki efek antiinflamasi dan antioksidatif menjadi kunci utama dalam menjaga keremajaan tubuh.
Kondisi tubuh yang kuat sangat diperlukan agar anak mampu menghadapi berbagai efek samping akibat kemoterapi.
Istilah "makan terakhir" biasanya merujuk pada hidangan pamungkas yang diinginkan seseorang sebelum menutup usia.
Kunci utama pemenuhan serat terletak pada keberagaman jenis pangan yang dikonsumsi.
Jaga kesehatan si kecil dengan pilihan makanan yang tepat. Simak daftar makanan ampuh untuk mengendalikan gula darah anak secara alami dan lezat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved