Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo mengundang sejumlah ekonom ke Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu (3/8) ini. Mereka diajak berdiskusi tentang kondisi perekonomian nasional terkini.
Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani memperkirakan dengan situasi seperti sekarang, Indonesia masih bisa mengalami pertumbuhan yang menjanjikan, setidaknya hingga akhir tahun.
"Karena pemerintah masih memiliki banyak anggaran. Itu kelihatannya akan digunakan untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) sampai akhir tahun," ujar Aviliani.
Dengan harga sejumlah komoditas strategis yang terus dijaga, serta daya beli masyarakat yang diperkuat, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini diproyeksikan tetap prima, yakni kisaran 4,5% hingga 5%.
Namun, lanjut Aviliani, yang perlu diwaspadai adalah situasi perekonomian tahun depan. Sejumlah pengamat memperkirakan harga komoditas strategis akan mengalami penurunan. Artinya, pemasukan bagi negara juga akan berkurang.
Kemudian, konflik geopolitik juga diyakini masih berlanjut. Kondisi itu akan melanjutkan tren krisis pangan dan energi, yang berimbas pada tingkat inflasi.
Oleh karena itu, pihaknya mendorong pemerintah untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait sejumlah kemungkinan yang akan terjadi pada 2023.
"Jelaskan kepada masyarakat secara gamblang agar inflasi bisa diterima dan tidak terjadi konflik. Di banyak negara, kericuhan terjadi lantaran masyarakat tidak memahami kondisi, mereka tidak terima," jelas Aviliani.
Hal senada disampaikan Rektor Universitas Indonesia Ari Kuncoro. Menurutnya, di tengah situasi global yang karut marut, Indonesia justru mengalami pertumbuham cukup baik sepanjang tahun ini. Hal itu terlihat dari kenaikan penerimaan pajak dan nilai ekspor.
"Kesimpulannya, tidak semua masalah dunia yang kompleks ini mengakibatkan hal-hal negatif. Tergantung bagaimana kita memanfaatkan itu," tutur Ari.
Ari menilai kinerja positif ekonomi nasional tidak lepas dari berbagai upaya yang dilakukan pemerintah sebelum covid-19 melanda. Misalnya, pembangunan infrastruktur, pengembangan industri hilir, hingga perlindungan sosial.
"Ketika dunia mengalami kesulitan, kita sudah punya kesiapan. Sekarang, ini kesempatan kita," imbuhnya.(OL-11)
MICHAEL Sinaga, wartawan Sentana, membuka sejumlah kejanggalan yang ditemui di lapangan terkait persoalan ijazah Jokowi.
Terdapat kejanggalan dalam penelusuran arsip ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) yang tidak ditemukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) maupun Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo.
PENGAMAT politik dari Citra Institute Efriza, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang meminta kritik sarat makna simbolik.
Pledoi Tom Lembong, tuntutan tujuh tahun penjara yang diajukan JPU merupakan kriminalisasi terhadap kebijakan publik.
SINYAL Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) bergabung ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) kian gencar.
PENGAMAT Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menyoroti momen akrab Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri India Narendra Modi.
Setelah mendapatkan persetujuan dari para peserta sidang yang diiringi ketukan palu, Rano kemudian membacakan poin kesimpulan kedua yang berfokus pada pembenahan internal.
Data survei juga mengungkap fakta menarik bahwa penolakan ini tidak terkonsentrasi pada satu kelompok demografi atau politik tertentu
SATU tahun pemerintahan Prabowo-Gibran dinilai berjalan mulus bukan karena kinerja pemerintah yang efisien, melainkan karena lemahnya peran DPR
Publik masih menunggu langkah pemerintahan Prabowo dalam merespons berbagai masalah dengan langkah-langkah korektif.
Sikap partai berlambang banteng tersebut sejalan dengan arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri.
Presiden Prabowo Subianto menyoroti maraknya perilaku masyarakat yang merasa paling tahu segalanya, terutama soal isu-isu politik dan pemerintahan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved