Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua MPR RI dari Partai Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mengaku mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai langkah strategis pemerintah dalam menciptakan generasi muda yang sehat dan cerdas. Hal tersebut disampaikan Ibas dalam kunjungannya ke Bumi Perkemahan Gendingan, Desa Sidorejo, Kecamatan Kendal, Ngawi.
Ibas menegaskan pentingnya kolaborasi semua pihak dalam mendukung keberhasilan program MBG yang menjadi prioritas nasional untuk peningkatan kualitas gizi masyarakat.
“Mengapa hari ini saya hadir di sini? Karena saya ingin memberikan dukungan kepada Badan Gizi Nasional yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk turut mensosialisasikan pentingnya gizi yang baik bagi anak-anak kita. Program makan bergizi gratis ini memang tidak mudah dijalankan, tapi niatnya baik membantu masyarakat kita yang kesulitan agar anak-anak Indonesia bisa tumbuh sehat, cerdas, dan berkualitas,” ujar Ibas, melalui keterangannya, Kamis (16/10).
Ibas menekankan pelaksanaan program MBG harus dijalankan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Ia menyoroti anggaran Badan Gizi Nasional tahun 2025 sebesar Rp71 triliun, dan meningkat menjadi 268 triliun di tahun berikutnya implementasinya harus tepat sasaran.
"Negara harus adil—karena sila kelima Pancasila adalah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Maka, program ini harus kita kawal bersama agar tepat sasaran dan benar-benar sampai kepada seluruh anak bangsa di seluruh tanah air,” katanya.
Selain membahas gizi, Ibas juga menyinggung pentingnya pemerataan pendidikan bagi seluruh anak Indonesia.
“Selain program makan bergizi gratis, kami di DPR juga terus mengawal agar pendidikan di tanah air lebih maju. Bukan hanya makannya yang bergizi, tapi pendidikannya juga harus berkualitas. Karena itu, kami terus memperjuangkan pemberian beasiswa bagi anak-anak Indonesia supaya mereka bisa terus sekolah dan meraih cita-cita,” ujar Ibas.
Lebih lanjut, Ibas mendorong pengembangan potensi ekonomi lokal dan pariwisata desa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Tempat wisata ini harus lebih maju dan berkembang. Mari sama-sama kita promosikan agar masyarakat datang, belajar UMKM, membuat batik, souvenir, kripik, atau kuliner khas desa. Inilah cara bersama untuk mengisi pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Desa Sidorejo,” tutupnya.
(H-3)
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
MBG menjadi salah satu strategi efektif dalam menekan kemiskinan secara tidak langsung.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
Relawan dapur Makan Bergizi Gratis di Semarang mengaku terbantu secara ekonomi. Warga berharap program MBG terus berlanjut.
Pemerintah menargetkan perluasan signifikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran penerima manfaat mencapai sekitar 80 juta orang pada pertengahan 2026
Negara harus hadir di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten untuk menghadirkan masyarakat yang lebih sejahtera, maju, dan bahagia.
Negara yang ekonominya kuat, kata dia, akan mampu menghadirkan lebih banyak program pembangunan, baik di tingkat pusat maupun daerah.
Ibas juga menekankan pentingnya akses pendidikan yang inklusif. Ia memastikan Fraksi Partai Demokrat akan terus memperjuangkan beasiswa.
Ibas menekankan bahwa pihaknya terus mengawal pemerintah pusat dan daerah agar menghadirkan kebijakan yang memajukan ekonomi rakyat.
Di tengah tantangan digital dan perubahan budaya saat ini, peran guru tetap vital sebagai kompas bangsa.
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan pentingnya penguatan tata kelola dalam pengembangan energi panas bumi di PLTP Gunung Salak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved