Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan bahwa kehadiran negara di tengah masyarakat merupakan syarat mutlak untuk mewujudkan keadilan sosial dan kesejahteraan yang merata. Ia menyatakan bahwa instrumen negara, mulai dari tingkat pusat hingga pemerintahan desa, harus mampu menjamin kualitas hidup warga secara nyata.
Pernyataan tersebut disampaikan Ibas saat menggelar Silaturahmi Kebangsaan dan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Desa Sukowidi, Kabupaten Magetan, Rabu (17/12). Menurutnya, esensi dari sila kelima Pancasila adalah memastikan tidak ada warga negara yang merasa ditinggalkan dalam proses pembangunan.
“Negara harus hadir di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten untuk menghadirkan masyarakat yang lebih sejahtera, maju, dan bahagia. Keadilan pembangunan harus dirasakan hingga tingkat desa melalui penguatan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ketahanan pangan,” ujar Ibas, melalui keterangannya, Kamis (18/12).
Dalam konteks kehadiran negara, Ibas menyoroti dua sektor fundamental, yakni pendidikan dan kesehatan. Ia menegaskan komitmennya untuk memastikan tidak ada anak-anak di Indonesia, khususnya di pelosok Jawa Timur, yang putus sekolah hanya karena kendala ekonomi.
“Pendidikan adalah jalan keadilan. Anak cucu kita harus sekolah dan memiliki masa depan yang lebih baik. Kami akan terus mengawal akses beasiswa agar tepat sasaran,” tegas Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI tersebut.
Selain pendidikan, ia mengajak warga memanfaatkan program cek kesehatan gratis yang disediakan pemerintah. Baginya, jaminan kesehatan dari negara bagi lansia, ibu hamil, dan anak-anak adalah bentuk nyata dari perlindungan terhadap kualitas hidup keluarga.
Kehadiran negara juga diterjemahkan Ibas melalui pengawalan Program Makan Bergizi Gratis. Ia menekankan bahwa program ini merupakan hak masyarakat yang harus tersampaikan hingga ke desa-desa di Magetan guna menekan angka stunting sekaligus meringankan beban ekonomi keluarga.
Sebagai wakil rakyat dari daerah pemilihan yang berbasis pertanian, Ibas juga mendesak negara untuk memberikan perhatian khusus pada stabilitas harga gabah dan infrastruktur irigasi.
“Kita ingin negara hadir melindungi petani melalui harga jual yang adil dan penyediaan alat pertanian yang memadai agar sawah-sawah tetap subur dan panen meningkat,” imbuhnya.
Ibas menekankan bahwa pembangunan jalan desa dan konektivitas antarwilayah bukan sekadar urusan fisik, melainkan bentuk keadilan sosial. Infrastruktur yang baik di desa akan mempercepat gerak ekonomi warga, termasuk pelaku UMKM kreatif seperti perajin batik dan jamu. (I-3)
Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) instruksikan kader Demokrat perkuat gotong royong & bantu rakyat melalui Safari Ramadan 2026 di Dapil VII Jawa Timur.
WAKIL Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan peran strategis pondok pesantren sebagai rumah peradaban dan sumber kader pemimpin bangsa.
Penguatan ekonomi syariah yang inklusif dan berkeadilan merupakan kunci utama untuk mendorong kesejahteraan masyarakat.
WAKIL Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan pentingnya penguatan peran perempuan dalam ekosistem Meeting, Incentive, Convention, Exhibition (MICE).
Ibas menegaskan bahwa ketersediaan hunian yang memenuhi standar kesehatan bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan fondasi utama bagi produktivitas keluarga.
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menekankan pentingnya sistem jaminan kesehatan nasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved