Headline
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) membuka Rapat Pleno Komisi Kajian Ketatanegaraan (KKK) 2026 di Jakarta, Selasa (3/2/2026). Dalam arahannya, Ibas menekankan bahwa penguatan landasan konstitusional dan stabilitas demokrasi menjadi harga mati di tengah ketidakpastian geopolitik global yang kian menekan.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI ini mengapresiasi kinerja KKK sepanjang 2025 yang berhasil menuntaskan 95% penyerapan anggaran sebagai bukti keseriusan dalam melakukan kajian ketatanegaraan.
“Tahun ini adalah tahun penuh tantangan sekaligus kesempatan besar untuk memperkuat landasan konstitusional negara kita. Kajian KKK sangat penting menjaga relevansi sistem ketatanegaraan dengan perkembangan zaman,” ujar Ibas dalam sambutannya.
Salah satu poin krusial yang diangkat Ibas adalah keberlanjutan Reformasi Polri. Merujuk pada pembahasan di Sidang Paripurna DPR RI baru-baru ini, Ibas menegaskan bahwa Polri harus terus bertransformasi menjadi lembaga yang profesional dan humanis.
"Reformasi Polri harus dilanjutkan sebagai bagian dari penyempurnaan institusi. Polri harus tetap berada di bawah kepemimpinan Presiden," katanya.
Selain itu, Ibas memaparkan progres Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) yang telah disampaikan kepada Presiden. Ia menyebut pemerintah saat ini tengah mempelajari dokumen tersebut sebelum melanjutkan koordinasi lebih jauh.
Untuk tahun 2026, Ibas memaparkan empat fokus utama kajian KKK MPR RI, yakni penguatan Lembaga MPR RI sebagai representasi kedaulatan rakyat, internalisasi empat pilar kebangsaan, optimalisasi serapan aspirasi masyarakat, dan penyempurnaan kajian konstitusi yang selaras dengan dinamika hukum dan politik nasional.
Secara spesifik, kajian tersebut akan menyentuh Pasal 33 UUD 1945 terkait keadilan sumber daya alam, peniadaan presidential threshold, hingga reformasi sistem Pilkada dan Pemilu.
Lebih lanjut, Ibas mengutip pemikiran ekonomi Ray Dalio dalam buku 'Why Nations Go Broke'. Ibas memperingatkan risiko kegagalan negara dalam mengelola kebijakan fiskal dan ketimpangan sosial. Ia meminta seluruh elemen bangsa menjaga prinsip "Bebas Aktif" dengan semangat 'Millions Friends, Zero Enemy'.
"Ketidakstabilan ekonomi sering kali muncul dari kegagalan pemerintah menjaga keseimbangan inklusif. Kita harus memastikan Indonesia tetap besar dan menjaga kedamaian di tengah dinamika dunia," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan KKK MPR RI, Taufik Basari, melaporkan bahwa hasil kajian komisi telah didokumentasikan dalam bentuk bunga rampai untuk diserahkan kepada pemangku kepentingan. Taufik menegaskan kajian KKK akan tetap berpijak pada konstitusionalisme, HAM, dan keadilan sosial, termasuk rencana melakukan roadshow ke berbagai kampus untuk menjaring pemikiran akademisi. (H-2)
Di tengah tantangan digital dan perubahan budaya saat ini, peran guru tetap vital sebagai kompas bangsa.
Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan pentingnya penguatan tata kelola dalam pengembangan energi panas bumi di PLTP Gunung Salak.
Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) meminta para kader untuk menjauhi sikap flexing atau pamer kemewahan.
Acara pelantikan Kabinet Merah Putih yang mempertemukan sosok-sosok penting di bawah pimpinan Prabowo-Gibran menjadi salah satu sorotan utama
Optimisme ini mencakup pergeseran budaya dari militeristik menuju civilian policing (kepolisian sipil) yang lebih mengedepankan pelayanan publik.
PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) optimistis kinerja perseroan akan terus membaik seiring berjalannya transformasi perusahaan.
Hingga Oktober 2025, Asuransi Jasindo mencatatkan pendapatan premi sebesar Rp3,27 triliun atau tumbuh 10,95% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Penyesuaian institusional yang mendasar akan mampu memulihkan dan menjaga kepercayaan publik secara berkelanjutan.
Reputasi institusi kepolisian kerap meningkat pada momen tertentu, namun bisa menurun drastis ketika muncul kasus yang menyentuh rasa keadilan publik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved