Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan para orangtua mewaspadai gejala influenza pada anak, karena dalam kondisi tertentu penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus tersebut bisa membahayakan.
Ketua Umum IDAI Piprim Basarah Yanuarso menyampaikan bahwa influenza bisa menimbulkan gejala berat pada anak-anak dengan komorbiditas.
"Salah satu hal yang jadi masalah adalah influenza bisa sangat berat, komplikasinya pada orang-orang dengan komorbiditas," katanya.
Kalau terjadi pada anak-anak dengan gangguan kesehatan seperti obesitas, sindrom metabolik, atau diabetes, ia mengatakan, maka serangan influenza dapat berakibat fatal seperti covid-19.
"Walaupun itu penyakit lama, pandemi influenza itu sudah puluhan tahun lalu, tapi ini tetap bisa menjadi ancaman kesehatan anak-anak di Indonesia dan bisa mempengaruhi komorbiditas maupun mortalitasnya," katanya.
Ia mengemukakan perlunya peningkatan upaya promotif dan preventif guna menekan risiko penularan influenza pada anak.
Menurut dia, penerapan pola hidup bersih dan sehat serta pelaksanaan vaksinasi dapat melindungi anak dari serangan berbagai virus influenza.
Oleh karena itu, ia mengatakan, IDAI memasukkan vaksinasi influenza ke dalam rekomendasi imunisasi tambahan bagi anak berusia enam bulan ke atas.
Anggota Unit Kerja Koordinasi Respirologi IDAI Dr. dr. Nastiti Kaswandani, Sp.A, Subs Resp (K) menyampaikan perlunya memasukkan vaksinasi influenza ke dalam program imunisasi anak nasional.
Menurut dia, influenza merupakan penyakit pernapasan akut yang mudah menular dan bisa membahayakan kalau gejalanya berat.
Ia menjelaskan, gejala influenza biasanya mencakup demam, batuk, pilek, sakit tenggorokan, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, serta lelah dan lemas. Walaupun jarang terjadi, serangan influenza juga bisa menyebabkan muntah dan diare.
Nastiti menyampaikan penting orangtua mewaspadai tanda bahaya pada anak yang terserang influenza, yakni demam tinggi, susah minum, sesak nafas, kejang, penurunan kesadaran, dan sianosis atau kulit yang membiru di sekitar mulut.
Kalau anak mengalami gejala yang demikian maka sebaiknya segera membawanya ke fasilitas pelayanan kesehatan supaya bisa mendapat penanganan medis yang dibutuhkan. (Ant/Z-1)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Influenza atau flu adalah penyakit saluran pernapasan akut yang bisa menimbulkan gejala lebih berat, terutama pada anak-anak. Berikut perbedaan mendasar antara keduanya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved