Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali menuai sorotan setelah muncul kasus keracunan MBG yang menimpa ribuan anak di sejumlah daerah. Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyebut angka kejadian keracunan sangat kecil, yakni hanya 0,00017 persen dari total penerima program.
Menanggapi hal itu, pakar kebijakan publik, Trubus, menilai angka sekecil apapun tetap signifikan karena menyangkut kesehatan dan nyawa.
“Walaupun secara kuantitatif angkanya kecil dibandingkan jumlah total yang sudah dilaksanakan, tapi itu cukup signifikan bagi psikologi publik. Karena ini berkaitan dengan kesehatan dan nyawa, seharusnya angka kasus luar biasa (KLN) itu nol, jangan sampai ada korban,” ujar Trubus dalam keterangannya, Selasa (30/9).
Ia memperingatkan, jika sistem MBG tidak segera diperbaiki, maka kepercayaan publik terhadap pemerintah bisa runtuh.
“Kalau ribuan anak keracunan, akan timbul ketakutan, kecemasan, dan ketidakpercayaan publik terhadap pemerintah. Murid penerima MBG, orang tua, dan sekolah akan khawatir menerima program ini. Akan ada resistensi,” jelasnya.
Trubus mencontohkan resistensi tersebut sudah muncul di beberapa daerah, salah satunya di beberapa kabupaten di Provinsi Jawa Tengah.
“Misalnya di Klaten, orang tua ketakutan anaknya keracunan ketika sekolah mendapatkan MBG. Bahkan ada orang tua yang lebih rela mengeluarkan Rp10 ribu untuk dikelola langsung sekolah, daripada oleh pemerintah,” ungkapnya.
Untuk itu, Trubus meminta agar MBG dijalankan lebih berhati-hati dalam perluasan jangkauannya. Menurutnya, keberhasilan program ini tidak semata diukur dari jumlah penerima, melainkan dari kualitas tata kelolanya.
“Yang dipertaruhkan pemerintah dalam sebuah kebijakan adalah kepercayaan publik. Pemerintah tidak harus mengejar target 82,9 juta penerima sampai akhir tahun. Yang harus diperhatikan adalah memastikan seberapa bersih dan sehat tata kelola MBG. Lebih baik dilakukan perlahan tapi kualitasnya baik,” ucapnya
Ia juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh sekaligus perombakan pada tubuh Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjadi penanggung jawab program tersebut.
“Pemerintah harus segera memperlihatkan evaluasi nyata dan menangani berbagai kekurangan dalam sistem MBG,” tegasnya.
Menurut Trubus, komposisi BGN saat ini tidak ideal karena didominasi oleh pensiunan militer.
“Idealnya, BGN didominasi oleh orang-orang yang ahli di bidang gizi, pangan, dan kesehatan publik. Tapi yang ada sekarang, isinya pensiunan tentara semua. Jadi memang perlu dirombak, kalau Presiden serius ingin mensukseskan tujuan MBG,” pungkasnya. (H-3)
PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkapkan data statistik terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang telah berjalan hingga saat ini.
WAKIL Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen merespons isu dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kabupaten Kudus.
Dalam dekade terakhir, hipnoterapi klinis semakin banyak digunakan untuk penanganan trauma pada anak, termasuk trauma medis. Karena itu disebut bisa digunakan untuk pulihkan trauma pada anak
Kasus keracunan MBG (Makan Bergizi Gratis) tidak hanya melukai tubuh. Bagi anak, pengalaman ini mengguncang rasa aman yang menjadi fondasi utama perkembangan psikologis.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bandung Jawa Barat (Jabar) dipastikan akan tetap berjalan. Program MBG saat ini tengah disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di Bandung.
SURAT pernyataan salah satu sekolah negeri di Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) viral.
Pernyataan Dadan itu menjawab adanya narasi yang menyebut anggaran besar MBG berasal dari pos pendidikan, pos kesehatan dan pos bantuan pemerintag di lembaga kementrian lain.
Tindakan itu dilakukan Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai langkah evaluasi menyusul ditemukannya kasus-kasus menonjol.
Badan Gizi Nasional (BGN) meluruskan informasi yang beredar terkait besaran alokasi anggaran dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak memangkas anggaran pendidikan sebagaimana narasi yang beredar di publik.
PROGRAM Makan Bergizi Gratis (MBG) tak hanya berdampak pada asupan gizi siswa, tetapi juga menggerakkan ekonomi warga di sekitar lokasi pelaksanaan.
Hasil penelitian Research Institute of Socio-Economic Development (RISED) menunjukkan, mayoritas orang tua merasakan adanya perbaikan pola konsumsi anak setelah adanya program MBG.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved