Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER termasuk salah satu penyakit paling mematikan di dunia, dengan angka kematian yang tergolong tinggi. Ada banyak faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengidap kanker, mulai dari mutasi genetik, paparan radiasi berlebih, obesitas, hingga kebiasaan hidup yang tidak sehat, seperti merokok dan pola makan yang buruk.
Kebiasaan mengonsumsi makanan tidak sehat, seperti junk food, makanan yang diawetkan, serta makanan yang mengandung pemanis dan pewarna buatan juga bisa memicu tumbuhnya sel kanker dalam tubuh.
Untuk membantu mencegah pertumbuhan sel kanker, salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah mengonsumsi makanan yang “dibenci” sel kanker. Jenis makanan ini umumnya kaya akan nutrisi, vitamin, mineral, serta antioksidan yang berfungsi menjaga kesehatan tubuh sekaligus mengurangi risiko kanker.
Brokoli termasuk salah satu sayuran paling bergizi. Kandungan vitamin A, vitamin C, vitamin B kompleks, serta seratnya sangat tinggi. Brokoli juga kaya akan zat antikanker seperti sulforaphane, isothiocyanate, dan flavonoid.
Zat tersebut terbukti mampu menekan perkembangan beberapa jenis kanker, antara lain kanker payudara, usus besar, kulit, kandung kemih, dan mulut. Selain itu, brokoli juga bermanfaat menjaga berat badan tetap ideal serta menyehatkan jantung.
Wortel terkenal sebagai sumber beta karoten, vitamin A, serta antioksidan. Kombinasi zat gizi ini membantu melindungi tubuh dari berbagai penyakit, termasuk kanker prostat, usus besar, dan kulit. Selain fungsi antikanker, wortel juga baik untuk menjaga kesehatan mata, kulit, serta meningkatkan daya tahan tubuh.
Kelompok buah ini meliputi jeruk, jeruk nipis, lemon, hingga grapefruit. Kandungan vitamin C dan antioksidannya sangat tinggi, sehingga mampu menekan risiko kanker. Penelitian menunjukkan bahwa rutin mengonsumsi buah sitrus atau jusnya sebanyak 3–4 kali per minggu dapat membantu menurunkan risiko terkena kanker.
Stroberi, blueberry, dan raspberry juga kaya akan vitamin C dan antioksidan. Selain berpotensi mencegah kanker, buah beri membantu menjaga tekanan darah tetap stabil, mengontrol kadar gula darah, serta menurunkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Tomat kaya akan likopen, beta karoten, dan asam klorogenat yang semuanya berperan sebagai antioksidan sekaligus antikanker. Mengonsumsi tomat secara rutin dapat membantu mencegah kanker prostat dan kanker kulit. Tomat bisa dinikmati dalam berbagai olahan, mulai dari sup, saus, salad, hingga lalapan.
Selain sebagai bumbu dapur, bawang putih memiliki kandungan allicin yang berfungsi sebagai antikanker. Senyawa ini terutama efektif dalam menurunkan risiko kanker usus besar dan prostat. Ditambah lagi, bawang putih kaya akan antioksidan yang mendukung sistem kekebalan tubuh dalam melawan radikal bebas.
Rempah kuning ini mengandung kurkumin, zat aktif yang memiliki sifat antiperadangan, antioksidan, dan antikanker. Beberapa studi menunjukkan manfaat kunyit dalam menghambat pertumbuhan kanker paru-paru, payudara, prostat, dan usus besar. Namun, penggunaan kunyit dalam jumlah banyak sebaiknya tetap dikonsultasikan dengan dokter karena bisa menimbulkan efek samping seperti sakit perut atau mengurangi efektivitas obat tertentu.
Kacang kedelai, kacang merah, kacang hijau, kacang tanah, hingga almond kaya akan protein, vitamin, mineral, serta senyawa antioksidan flavonoid dan polifenol. Kandungan tersebut berfungsi menghambat pembentukan dan perkembangan sel kanker.
Biji rami merupakan sumber serat dan lemak sehat, serta mengandung lignan yang dapat menurunkan risiko kanker, terutama kanker payudara dan usus besar. Nutrisi dalam biji rami bekerja dengan cara memperlambat pertumbuhan sel kanker di tubuh.
Beberapa jenis ikan, seperti salmon, sarden, tuna, tongkol, dan kakap, mengandung asam lemak omega-3, protein, serta mineral penting yang berfungsi melawan kanker, khususnya kanker usus besar. Namun, konsumsi ikan perlu dibatasi, cukup 2–3 kali seminggu, karena beberapa ikan (misalnya tuna) memiliki kandungan merkuri yang tinggi jika dikonsumsi berlebihan.
Untuk mencegah risiko kanker, tidak cukup hanya mengonsumsi makanan sehat. Anda juga perlu:
Menjaga pola makan sehat merupakan langkah sederhana dan efektif untuk menekan risiko kanker. Namun, mencegah kanker tidak bisa hanya bergantung pada makanan. Pola hidup sehat secara menyeluruh, seperti berolahraga teratur, menghindari rokok dan alkohol, membatasi makanan dengan pengawet, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan juga sangat penting. Dengan kombinasi pola makan sehat dan gaya hidup seimbang, tubuh akan lebih terlindungi dari risiko kanker sekaligus penyakit kronis lainnya. (alodokter.com/Z-10)
Penelitian terbaru tunjukkan olahraga aerobik 45 menit dapat mengatur hormon adipokina dan bantu melawan kanker serta penyebarannya.
Daun sirsak dikenal sebagai salah satu bahan herbal dengan berbagai manfaat kesehatan, mulai dari melancarkan sistem pencernaan hingga membantu mencegah kanker.
BANYAK dari kita yang mungkin tidak menyadari bahwa makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari bisa meningkatkan risiko terkena penyakit serius, termasuk kanker.
Salah satu manfaat teh hitam adalah mencegah kanker. Namun, untuk mendapatkan manfaat maksimal, penting untuk mengonsumsinya dengan cara yang tepat.
Tanaman ini memiliki rimpang yang sering digunakan sebagai bumbu masakan dan obat tradisional karena kaya akan senyawa aktif yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Minyak sawit sering dianggap berbahaya. Simak fakta ilmiah tentang komposisi lemak, risiko kanker, obesitas, dan kesehatan jantung yang jarang diketahui publik.
Efektivitas terapi kanker harus berjalan selaras dengan kondisi fisik dan psikologis pasien.
Hingga saat ini, para peneliti masih mendalami penyebab pasti munculnya kanker paru pada nonperokok.
Peneliti University of Waterloo merekayasa bakteri Clostridium sporogenes untuk mengonsumsi tumor. Gunakan sistem "sirkuit DNA" agar aman bagi tubuh.
Di Indonesia usia kanker paru 10 tahun lebih muda dibandingkan di luar negeri. Angkanya juga meningkat terutama pada perempuan yang tidak merokok dan usia muda
Kondisi tubuh yang kuat sangat diperlukan agar anak mampu menghadapi berbagai efek samping akibat kemoterapi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved