Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA dikenal sebagai salah satu negara dengan kekayaan hayati dan budaya terbesar di dunia. Dari ratusan gunung berapi, garis pantai sepanjang puluhan ribu kilometer, hingga satwa endemik seperti gajah, harimau, dan badak—semuanya menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai ekowisata.
Namun, potensi ini dinilai belum tergarap optimal. Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Prof Ricky Avenzora menyebut pariwisata Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara tetangga.
“Kita punya kekayaan luar biasa, tetapi yang muncul justru konflik manusia dengan satwa liar, kerusakan alam, dan distribusi manfaat pariwisata yang tidak adil. Masyarakat kecil hanya mendapat ‘recehan’,” ujarnya dalam Konferensi Pers Pra-Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University, dikutip Sabtu (27/9).
Dalam paparannya berjudul Retrospeksi Akademis 35 Tahun Pembangunan Ekowisata di Indonesia, Prof Ricky menekankan bahwa rekreasi dan pariwisata tidak boleh hanya dimaknai sebagai kebebasan bepergian.
“Harus diubah menjadi perjalanan berkesadaran yang memberi manfaat bagi semesta. Itulah ekowisata,” tegasnya.
Ia juga menyoroti potensi budaya Nusantara yang belum digarap serius. Dengan lebih dari 1.300 etnik, ratusan seni bela diri, permainan tradisional, hingga ribuan folklor, Indonesia seharusnya mampu mengembangkan industri kreatif kelas dunia.
Menurut Prof Ricky, ada tiga persoalan besar yang menghambat pariwisata Indonesia:
Devisa dan jumlah wisatawan masih kalah dari negara tetangga.
Potensi alam dan budaya banyak yang mengalami kerusakan.
Manfaat pariwisata lebih banyak dinikmati kelompok menengah-atas, sementara masyarakat kecil tertinggal.
Dukungan pada Swasta
Prof Ricky menilai pengembangan pariwisata harus bergeser dari sekadar membangun fasilitas untuk turis menuju pembangunan yang berpihak pada masyarakat lokal. Ia juga menekankan pentingnya peran sektor swasta sebagai inkubator bisnis komunal.
Salah satu contoh yang ia sebut adalah EIGER Adventure Land.
“Indonesia hanya punya sedikit pengusaha wisata menengah-atas yang konsisten mengembangkan ekowisata. EIGER adalah salah satunya, dan semestinya didukung penuh pemerintah,” katanya.
Sebaliknya, ia mengkritik praktik penyegelan dan pencabutan izin usaha wisata di sejumlah daerah yang dinilai merugikan banyak pihak. “Pola hentikan dan bongkar adalah bentuk arogansi jabatan yang secara hukum tidak dibenarkan, serta secara sosial-ekonomi sangat merugikan masyarakat luas dan juga negara,” ujarnya.
Perubahan Paradigma
Sebagai jalan keluar, Prof Ricky menawarkan beberapa langkah: academic reengineering di bidang pariwisata, pergeseran paradigma pembangunan, serta dukungan regulasi yang ramah bagi masyarakat dan dunia usaha.
“Ekowisata bukan hanya tentang menjaga alam, tapi juga cara untuk menemukan jati diri, melestarikan budaya, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat,” pungkasnya. (Z-1)
Ia menekankan bahwa kualitas fasilitas mencerminkan pengelolaan kawasan.
Tutup aktivitas tambang ilegal yang menggunakan alat berat di dalam kawasan
Desa Wisata Pemuteran di Bali Utara dinobatkan sebagai Best Tourism Village 2025. Temukan pesona ekowisata, wisata spiritual, kuliner khas, hingga festival Pemuteran Bay 2025.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mendorong ekonomi hijau dan biru dengan mengoptimalkan sumber daya alam secara berkelanjutan.
MENTERI Lingkungan Hidup (LH), Hanif Faisol Nurofiq mengatakan akan mencabut sanksi administratif terhadap belasan Kerja Sama Operasional (KSO) usaha ekowisata di kawasan Puncak.
WARGA, Bogor, yang terdampak kebijakan penutupan sejumlah lokasi wisata gagal berdialog dengan Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq
IPB University berharap hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan daerah.
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
ASOSIASI Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (Aspphami) DKI Jakarta menggelar pelatihan intensif mengenai penanganan binatang pengganggu bagi para tenaga pengendali hama permukiman.
Fastrex hadir sebagai solusi atas sulitnya mobilisasi hasil panen di medan yang sering kali memiliki kontur tanah tidak rata.
Ancaman serius ini datang dari wereng batang cokelat (WBC) dan penyakit virus kerdil padi. Keduanya merupakan momok bagi petani yang dapat memicu kegagalan panen secara masif.
Masalah kejiwaan di Indonesia tidak berdiri sendiri, melainkan dipicu oleh dinamika sosial yang kompleks.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved