Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso menyayangkan banyaknya laporan kasus keracunan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Ia membandingkan program MBG yang juga dilakukan di Malaysia yang sudah digelar sejak 1979 dengan nama program Rancangan Makanan Tambahan yang diperuntukkan bagi pelajar miskin dan anak-anak difabel.
"Jadi memang bukan buat semua anak. Memang untuk anak-anak tertentu yang secara ekonomi berkekurangan, termasuk juga anak difabel dan ini bertujuan mengatasi masalah gizi pada siswa," kata Piprim dalam konferensi pers secara daring, Kamis (25/9).
Pada tahun 2019 pemerintah Malaysia memperluas program ini untuk menjangkau pelajar yang sangat miskin, anak-anak difabel, dan siswa dari masyarakat adat. Sehingga tidak untuk semua anak-anak.
Piprim menyebut dampak program tersebut di Negeri Jiran sukses untuk meningkatkan kemampuan akademik dan nutrisi dari siswa penerima manfaat. Ini juga berhasil memperkuat program nutrisi sekolah.
"Jadi memang ini satu hal yang baik untuk merangsang partisipasi publik. Ini juga bagus kalau kemudian bahwa MBG bisa menginspirasi perusahaan-perusahaan untuk CSR diberikan dalam bentuk makanan bergizi gratis khususnya untuk anak-anak 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Awalnya memang ini untuk anak-anak di 3T," ujar Piprim.
Sebenarnya, lanjut Piprim, IDAI ingin agar keracunan ini bisa dicegah dengan semaksimal mungkin. Oleh karena itu butuh penanganan yang sistematis untuk mencegah bagaimana supaya keracunan ini tidak terjadi lagi.
Jangan sampai abai terhadap pencegahan keracunan, sehingga tiba-tiba muncul korban jiwa. Program yang niatnya baik, niatnya tulus, tapi karena kemudian ada satu dan lain hal, dalam pelaksanaannya bisa membuat kesakitan dalam hal ini keracunan makanan.
Selain itu ia juga menjelaskan ada perbedaan keracunan dengan alergi pada makanan pada program MBG. Sederhananya adalah jika makanan itu memberi reaksi pada satu atau dua anak maka bisa dikatakan sebagai alergi tetapi perlu penyelidikan lebih lanjut. Tetapi jika reaksi tersebut dirasakan oleh banyak siswa maka bisa dikatakan ada masalah dengan makanan yang disajikan.
"Kalau makan banyak anak dan reaksinya hanya pada satu atau dua anak dan gejala-gejala alerginya jelas, mungkin itu memang alergi makanan. Tetapi kalau terjadi korban serentak dan massal, sesudah makan makanan yang sama, ini bisa kita pastikan bahwa ini adalah suatu fenomena keracunan makanan," jelasnya.
Sehingga bisa dipastikan yang terjadi beberapa waktu belakangan memang keracunan makanan, bukan alergi makanan. Karena terjadi bersamaan, dalam satu waktu, dan mengenai ribuan anak. (Iam/M-3)
Polisi pastikan S, pelaku pembunuhan ibu dan saudara di Warakas, sehat jiwa. Tersangka menggunakan racun tikus dan pestisida untuk menewaskan korban.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa tindakan ini telah direncanakan secara matang.
Di kalangan masyarakat luas, zat ini dikenal sebagai rodentisida atau racun tikus.
Kronologi pembunuhan berencana oleh AS terhadap satu keluarga di Warakas, Jakarta Utara, yang melibatkan modus meracuni korban menggunakan bahan kimia. AS terancam hukuman 20 tahun penjara
Jumlah pelajar yang menjadi korban pada peristiwa itu mencapai 273 orang.
Sebelumnya, kasus dugaan keracunan dialami puluhan pelajar SD di Kecamatan Kadupandak pada Selasa (27/1)
Koperasi Pondok Pesantren (Koppontren) Al-Kautsar Al-Akbar juga menyuplai kebutuhan dalam ekosistem program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).
MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mendorong optimalisasi distribusi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar menjangkau kelompok rentan.
WAKIL Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen merespons isu dugaan keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kabupaten Kudus.
Kemasan aseptik melindungi susu dari paparan cahaya, udara, dan mikroorganisme, sehingga produk dapat memiliki masa simpan lebih panjang tanpa bahan pengawet.
BGN menargetkan peningkatan kualitas layanan Program Makan Bergizi (MBG) pada 2026 melalui penerapan akreditasi dan sertifikasi bagi seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG).
DI retret Hambalang, Presiden Prabowo Subianto menuturkan, program MBG menjadi salah satu kebijakan prioritas pemerintah untuk menjawab persoalan gizi anak dan kemiskinan struktural.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved