Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SENGKARUT ijazah yang dipertanyakan oleh Roy Suryo kini menjalar ke Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kemarin, dia mendatangi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terkait dugaan ijazah Wapres Gibran yang diduga setara SMA.
Roy bertemu Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikdasmen Eko Susanto untuk meminta ketegasan dari dugaan penyetaraan ijazah Gibran.
“Hari ini kami menemukan fakta, kata dari Pak Eko sendiri, kasus seperti penyetaraan ijazah baru ini. Tapi, memang kronologinya ruwet,” ujar Roy di Gedung Kemendikdasmen, kemarin, Selasa (23/9).
Dia mempertanyakan sejumlah kejanggalan dari riwayat pendidikan Wapres Gibran. Dia membawa sederet bukti dari riwayat pendidikan Gibran yang dianggap penuh kekeliruan.
Diketahui dalam riwayat pendidikan Wapres Gibran, dia pernah bersekolah di Orchid Park Secondary School, Singapore dari tahun 2002-2004. Namun, diketahui hanya ada rapor kelas 10 dan 11 SMA yang dimiliki Gibran.
Roy juga mengungkap tahun masuk dan lulus yang tertera dalam riwayat pendidikan tersebut tak sesuai. “Riwayat pendidikannya ini, dari Orchid Park Secondary School, Singapore itu ada rapor kelas 10 dan 11, itu saja fotokopi rapornya. Tahunnya pun berbeda, jadi ini berubah lagi datanya,” ucapnya.
Dia membawa surat keterangan ijazah Wapres Gibran yang juga dianggap memiliki kejanggalan. Surat tersebut tidak sah dan hanya dibuat sebagai syarat untuk proses pencalonan wapres.
“Surat pernyataan ini memang seharusnya bunyinya surat keputusan. Tapi katanya (dibuat) karena sudah ada ijazah S1-nya. Jadi ini tuh dibuat hanya untuk sekadar syarat dan menariknya mereka (Kemendikdasmen) mengatakan ijazah S1-nya di luar tanggung jawab karena itu punyanya Dikti,” ujar Roy.
Pakar forensik Rismon Sianipar juga mengungkap adanya kejanggalan dari ijazah Gibran. Surat keterangan yang menyatakan Gibran telah lulus kelas 12 dari UTS Insearch, Syndey, Australia ini dianggap tak sah dan menduga Gibran tak memiliki ijazah SMA.
“Gibran Rakabuming Raka tidak memiliki ijazah SMA. Kalau ini (surat keterangan) setara dengan ijazah SMA/SMK bisa nggak kita pakai ini untuk melamar pekerjaan,” katanya. (H-2)
Akankah perlawanan Roy Suryo cs akhirnya bakal kandas nanti?
POLDA Metro Jaya resmi menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap Eggi Sudjana (ES) dan Damai Hari Lubis (DHL), kasus Roy Suryo jalan terus.
SP3 dikeluarkan terhadap dua tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), Eggi Sudjana (ES) dan Damai Hari Lubis (DHL).
Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi terkait penanganan perkara ini.
Roy pun memperlihatkan sebuah kertas yang menampilkan foto Jokowi berpelukan dengan Eggi Sudjana. Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) itu memastikan foto tersebut palsu.
Refly mengaku baru dapat informasi bahwa saksi dan ahli meringankan itu dipanggil untuk diperiksa pada Selasa (20/1).
Isu dugaan ijazah palsu Jokowi dan kejanggalan riwayat pendidikan Wakil Presiden Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka akan selesai jika dokumen itu diperlihatkan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved