Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Penyakit jantung struktural (PJS) masih menjadi tantangan kesehatan global, terutama di wilayah tropis. Beban penyakit ini kian berat akibat tingginya prevalensi infeksi, keterbatasan infrastruktur layanan kesehatan, serta kesenjangan sosial-ekonomi yang membuat pasien semakin rentan.
Dosen Ilmu Penyakit Dalam Universitas Airlangga, Bramantono, menegaskan bahwa PJS di daerah tropis tidak bisa dipandang sebelah mata. Menurutnya, penyakit ini kerap berkaitan erat dengan infeksi endemik seperti malaria, demam berdarah, tuberkulosis, dan penyakit parasitik.
“Faktor-faktor ini bukan hanya memicu, tetapi juga memperburuk kondisi pasien,” ujar Bramantono, dikutip dari jurnal Universitas Airlangga, Sabtu (20/9).
Ia menyebutkan, penyakit jantung yang sering ditemukan di kawasan tropis antara lain penyakit jantung rematik (PJR), fibrosis endomiokard, kardiomiopati tropis, serta gangguan perikardium. Tak kalah penting, penyakit jantung terkait HIV (HIV-Associated Cardiac Disease/HIVAC) juga menjadi perhatian serius, terutama di wilayah dengan prevalensi HIV tinggi.
“Kompleksitas semakin meningkat karena kita berhadapan dengan interaksi antara infeksi kronis dengan kelainan jantung struktural. Dampaknya adalah morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Sayangnya, riset di bidang ini masih jauh dari memadai,” tambahnya.
Bramantono menegaskan, arah riset dan kebijakan ke depan harus menitikberatkan pada pencegahan PJS, khususnya di daerah tropis.
“Kita perlu sintesis pengetahuan terkini untuk memandu riset, memperbaiki layanan klinis, dan merancang strategi pencegahan yang sesuai dengan kondisi tropis yang serba terbatas,” jelasnya.
Melalui pendekatan terpadu antara riset, layanan kesehatan, dan kebijakan publik, diharapkan penanganan penyakit jantung struktural di wilayah tropis dapat berjalan lebih efektif dan memberi dampak nyata pada kualitas hidup masyarakat. (Z-10)
Berbeda dengan sekadar tren kesehatan umum, lifestyle medicine merupakan pendekatan medis formal yang menggunakan intervensi gaya hidup berbasis bukti.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Virus Nipah secara alami berasal dari kelelawar pemakan buah dari genus Pteropus atau dikenal sebagai flying fox.
Penularan utama leptospirosis terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang telah tercemar urine hewan pembawa bakteri, dengan tikus menjadi perantara yang paling sering ditemukan.
TANTANGAN dan dinamika penyakit hati di Indonesia disoroti. Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati.
Dr. Radityo menjelaskan bahwa tidak semua kelainan jantung bawaan dapat langsung terdeteksi saat bayi lahir.
Riset terbaru Johns Hopkins mengungkap peran testosterone dan estradiol terhadap risiko penyakit jantung pada pasien diabetes tipe 2.
Echocardiography merupakan metode utama non-invasif, tanpa radiasi, dan akurat untuk mendeteksi, mendiagnosis, serta memantau struktur dan fungsi jantung bayi dan anak.
Studi global mengungkap hubungan air minum asin dengan kenaikan tekanan darah. Ancaman serius bagi warga pesisir akibat perubahan iklim.
Studi global mengungkap ketidakcocokan hasil tes kreatinin dan sistatin C bisa menjadi sinyal bahaya gagal ginjal hingga kematian.
Pedoman diet terbaru AS memicu perdebatan sengit. Ahli kardiologi peringatkan risiko lemak jenuh dan daging merah dalam piramida makanan "terbalik" Trump.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved