Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI kardiologi anak sekaligus Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Piprim Basarah Yanuarso mengatakan anak dengan penyakit jantung rematik (PJR) sebaiknya menghindari mengonsumsi makanan-makanan yang tinggi glukosa.
"Sebagaimana penyakit inflamasi pada umumnya, makanan tertentu bisa sangat berpengaruh khususnya yang tinggi glukosa. Jadi gula, tepung, dan junk food," ujar Piprim, dikutip Jumat (17/3).
Menurut dokter lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu, makanan-makanan tersebut akan membuat inflamasi semakin berat.
Baca juga: Orangtua Diminta Kenali Gejala Penyakit Jantung Rematik pada Anak
Ia pun menyarankan anak untuk mengonsumsi lebih banyak makanan yang tinggi protein, di antaranya telur, ikan salmon, ikan tuna, daging ayam, daging tanpa lemak, udang, kacang kedelai, tempe, susu dan olahannya, bayam, hingga brokoli.
"Banyak konsumsi protein bagus untuk antibodinya, Dia kan butuh nutrisi yang dapat mendukung kekebalan tubuhnya," ujar Piprim.
Piprim juga mengatakan, aktivitas fisik anak yang mengalami penyakit jantung rematik juga harus terus diperhatikan sebaik mungkin. Jika kondisinya sedang dalam fase akut atau jantungnya sedang inflamasi, maka anak harus istirahat sampai kondisinya membaik.
Baca juga: Kenali Sejumlah Mitos Tentang Kesehatan Jantung
"Aktivitas fisik ini tergantung dia sedang dalam fase apa. Kalau dalam fase akut, ini bisa ketahuan dari pemeriksaan darahnya, dia mesti bed rest karena jantungnya sedang inflamasi. Sampai kapan? Ya sampai parameter akutnya membaik, laju endap darah (LED)-nya turun sampai normal, dan CRP-nya sudah negatif atau rendah, ini yang bisa jadi patokan," jelas Piprim.
Diketahui, penyakit jantung rematik awalnya merupakan demam rematik akut, yakni penyakit inflamasi atau peradangan karena antibodi yang dibentuk tubuh menyerang struktur tubuh yang mirip dengan bakteri bakteri streptococcus beta hemolyticus grup A.
Adapun tanda anak mengalami demam rematik akut adalah radang tenggorokan, nyeri menelan yang hebat, demam tinggi, jantung berdebar-debar, hingga nyeri pada persendian seperti pergelangan tangan. lutut, dan engkel, yang dapat berpindah-pindah.
Menurut Piprim, demam rematik akut dan penyakit jantung rematik dapat disebabkan oleh faktor genetik. Meski demikian, pola makan dan anak-anak yang mengalami low-grade inflamasi sebelumnya juga dapat menjadi faktor risiko penyebab penyakit tersebut. (Ant/Z-1)
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
SERANGAN penyakit kutu air (balancat) dan diare mulai menyerang korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Tes darah baru mampu mendeteksi risiko komplikasi mematikan pada pasien hypertrophic cardiomyopathy (HCM). Terobosan besar bagi jutaan pengidap jantung genetik.
Peradangan kronis pada gigi dan gusi bukan sekadar rasa nyeri, melainkan proses biologis yang memengaruhi pembuluh darah.
Para pelari disarankan agar rutin mendeteksi masalah jantung, seperti keberadaan plak, sedini mungkin.
LDL, yang dikenal sebagai kolesterol jahat, merupakan faktor utama penyakit kardiovaskular.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved