Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Perkumpulan Penyelenggara Pelatihan Vokasi Pekerja Migran Indonesia (P3VOKASI-PMI), Faisaludin Sondeng, mendorong pemerintah untuk melakukan transformasi dalam pola pelatihan bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI). Hal itu disebutnya dibutuhkan agar selaras dengan perkembangan zaman dan kebutuhan generasi saat ini.
Faisaludin menilai pelatihan CPMI saat ini masih terlalu konvensional. Metode tatap muka dinilai tidak lagi relevan, khususnya bagi generasi milenial dan Gen Z yang membutuhkan cara belajar yang lebih fleksibel, cepat, dan berbasis teknologi.
“Di era digital ini, pelatihan sudah seharusnya dilakukan secara daring atau hybrid. CPMI bisa mengikuti pelatihan dari mana saja tanpa perlu meninggalkan pekerjaan atau keluarga. Ini akan jauh lebih efisien secara waktu maupun biaya,” tegas Faisal Sondeng, dalam keterangannya, Jumat, (19/9).
Ditambahkan Faisaludin, saat ini studi terkait pola belajar generasi muda menunjukkan kecenderungan pada metode yang interaktif, visual, dan digital. Hal ini harus menjadi dasar dalam menyusun ulang sistem pelatihan CPMI.
Transformasi harus dilakukan karena persaingan kerja di tingkat global semakin ketat. Terlebih pada bidang-bidang yang memerlukan keterampilan khusus. Oleh karena itu, Indonesia harus mampu menyiapkan tenaga kerja migran yang kompeten dan siap bersaing secara internasional.
Langkah modernisasi pelatihan tersebut, kata Faisaludin, harus menjadi bagian dari strategi nasional pemberdayaan pekerja migran dan perlindungan mereka sejak sebelum keberangkatan.
“Jika pemerintah serius menyiapkan tenaga kerja unggul, pelatihan yang adaptif dan efisien adalah keharusan, bukan pilihan,” tutupnya. (H-3)
---
MENURUT rilis Dataindonesia.id, jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) pada 2024 mencapai 296.970 orang.
Sebanyak 90 Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural dideportasi dari Malaysia. Mereka tiba di Pelabuhan Internasional Kota Dumai, Riau, Sabtu (25/10).
SEKTOR pekerja migran Indonesia (PMI) tengah menghadapi tantangan baru yang semakin kompleks dan mengkhawatirkan.
Salah satu studi menemukan hanya sekitar 13,5–22% pekerja migran perempuan yang memakai layanan kesehatan reproduksi saat mengalami gangguan.
Minimnya lapangan kerja dan maraknya praktek pungli terhadap para pencari kerja di Subang, membuat warga memilih untuk bekerja ke luar negeri
Rayakan HUT ke-130, BRI hadir sebagai mitra setia Pekerja Migran Indonesia lewat promo remitansi US$1,30 dan layanan digital lintas 11 negara.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Nilai deposito P3MI sebesar Rp1.500.000.000 berupaya diubah melalui revisi UU PPMI.
Kemitraan ini memastikan pekerja migran di Taiwan mendapatkan pekerjaan yang layak serta akses perlindungan sosial yang mumpuni.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved