Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMBANGUNAN nasional sejak awal kemerdekaan Indonesia telah diarahkan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan memajukan kesejahteraan umum. Visi besar ini hanya dapat diwujudkan melalui manusia yang cerdas, mandiri, dan memiliki bekal literasi yang kuat.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa) Kemendikdasmen, Hafidz Muksin menegaskan bahwa kecerdasan bangsa tidak bisa dilepaskan dari kemampuan literasi.
"Untuk membentuk manusia yang cerdas, tentu harus dibekali dengan kemampuan literasi. Literasi inilah yang akan membawa seseorang memahami makna yang dia baca dan tahu apa yang ingin dilakukan di dunia nyata," kata Hafidz kepada Media Indonesia di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Jumat (12/9).
Menurut Hafidz, literasi menjadi fondasi penting yang selanjutnya berkaitan dengan upaya mewujudkan kesejahteraan rakyat. Salah satu ukuran kesejahteraan adalah tingkat ketahanan pangan, sebab pangan merupakan kebutuhan dasar manusia selain sandang dan papan.
"Untuk mewujudkan ketahanan pangan yang menjadi misi Presiden, kita fokus bagaimana anak-anak Indonesia juga mengenal dan mencintai literasi pangan,” jelasnya.
Ia menambahkan, bidang pangan, khususnya perikanan, memiliki prospek besar di masa depan. Apalagi dengan program makan bergizi gratis (MBG) dari Presiden, ikan diproyeksikan menjadi kebutuhan luar biasa bagi generasi mendatang.
Lebih lanjut, Hafidz mengatakan, sebelum meminta generasi muda untuk berkontribusi di bidang pangan, menurutnya minat dan rasa ingin tahu mereka harus dibangun terlebih dahulu.
Ia menekankan bahwa anak-anak diharapkan tumbuh dengan kreativitas, daya kritis, dan kemampuan berpikir yang kuat. Pemanfaatan teknologi digital juga dapat menjadi salah satu penguat untuk menarik minat anak-anak di era sekarang.
"Sebelum kita minta mereka melakukan upaya di bidang pangan, mereka harus dibangun dulu ketuk hatinya. Anak-anak sukanya apa, kita ajak dulu. Setelah suka, mereka pasti akan mencari tahu lebih jauh,” tuturnya.
Untuk mendukung upaya tersebut, Badan Bahasa berencana menginisiasi penyusunan buku-buku menarik terkait literasi pangan, pertanian, dan perikanan. Hal ini sekaligus menjawab rendahnya minat generasi muda terhadap bidang peternakan maupun pertanian.
"Banyak anak tidak tahu sebenarnya potensi perkembangan masa depan karier di bidang pertanian atau peternakan. Orangtua juga kurang memberikan pengarahan, sementara informasi, media, dan bacaan yang mendukung juga terbatas. Ini yang saya kira harus dilakukan," ujarnya.
Saat ini, Badan Bahasa tengah melakukan identifikasi bahan bacaan bermutu untuk dikembangkan sesuai dengan kebutuhan daerah. Ia mencontohkan potensi di Makassar, seperti Danau Mawang, yang baru saja ditebari 20 ribu benih ikan.
"Mungkin ada cerita-cerita menarik dari danau itu. Kita kemas dalam buku cerita yang menarik anak tentang potensi ikan, biar anak-anak ini tertarik membacanya," ucapnya.
Hafidz mengatakan, literasi ketahanan pangan ini nantinya akan diperkenalkan sejak usia dini, mulai dari PAUD hingga dewasa. Melalui pendekatan ini, menurutnya, anak-anak akan lebih mudah tertarik pada sumber bacaan, cerita, maupun kegiatan wisata literasi yang terkait pangan.
Hafidz juga menyampaikan tujuan utama dari program literasi ketahanan pangan ini adalah menumbuhkan minat generasi muda pada sektor pangan sejak dari hulu, bukan hanya pada produk akhirnya.
"Outputnya adalah bagaimana anak-anak muda Indonesia mulai tertarik dengan sektor pangan. Bukan hanya di produk akhirnya saja, tapi juga hulunya. Seperti pembibitan ikan. Kalau tidak ada yang memikirkan itu, sebagai negara maritim kita bisa kekurangan ikan," tegasnya.
Dengan literasi yang kuat, generasi muda diharapkan tumbuh cerdas, kreatif, dan berdaya kritis, sekaligus memiliki kesadaran akan pentingnya ketahanan pangan sebagai fondasi kemandirian bangsa. (H-3)
Petrokimia Gresik Bangun Tangki Asam Sulfat 40 Ribu Ton untuk Perkuat Produksi Pupuk NPK
Peneliti ciptakan alat 'Stomata In-Sight' untuk mengamati pori-pori daun saat bernapas. Teknologi ini diharapkan mampu menciptakan tanaman yang lebih hemat air.
PEMERINTAH Kabupaten Pati secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) hibah tanah seluas 5,2 hektare kepada Perum Bulog.
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
Pemkab Sumedang membantu penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), benih dan perbaikan irigasi.
Studi terbaru mengungkap fenomena sinkronisasi krisis air global akibat siklus El Niño-La Niña. Bagaimana dampaknya terhadap ketersediaan pangan dunia?
Buku Tumpeng Indonesia: Dari Dapur Tradisional Menuju Meja Bangsa disusun untuk memberikan perspektif luas mengenai tumpeng sebagai bagian dari kebudayaan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai bagian upaya peningkatan minat baca dan literasi generasi penerus bangsa.
Kolaborasi ini dimulai dengan mengadakan Training of Trainers secara virtual yang dihadiri oleh 191 fasilitator dari Purwakarta, Malang, Kediri, Pekalongan, dan Probolinggo.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana membagikan buku ke TBM di Pandeglang dan menegaskan komitmennya mengawal sejarah dan sastra sebagai pelajaran wajib dalam RUU Sisdiknas
Perempuan menjadi kelompok yang paling banyak menjadi korban, terutama pada modus penipuan emosional dan relasi personal.
Nota kesepahaman ini sebagai wujud kolaborasi antara pemerintah pusat dengan daerah yang melingkupi peningkatan literasi, pemartabatan Bahasa Indonesia, pelindungan bahasa daerah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved