Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
Perlindungan dan perhatian yang lebih memang harus diberikan kepada bayi yang baru lahir, terutama jika bayi tersebut memiliki masalah dengan sistem kek immunan atau dilahirkan sebelum waktunya. Namun, biasanya bayi tidak perlu terkurung di dalam rumah selama berhari-hari setelah kelahiran.
Menurut pandangan medis, tidak ada aturan yang jelas mengenai kapan bayi baru lahir dapat dibawa keluar rumah. Asalkan si kecil dalam keadaan sehat, Bunda dapat membawanya keluar. Mengajak bayi keluar rumah bahkan dapat membantu membuatnya tidur lebih nyenyak di malam hari.
Meskipun umumnya tidak ada masalah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum membawa bayi baru lahir keluar, antara lain.
Sebelum membawa si kecil keluar, pastikan selalu bahwa cuaca di luar cukup mendukungnya, yaitu tidak terlalu panas serta tidak sedang hujan lebat. Mengajak bayi berjalan-jalan saat cuaca tidak mendukung bisa membuatnya merasa tidak nyaman.
Bunda, sebaiknya sesuaikan pakaian si kecil dengan kondisi cuaca dan lokasi yang akan dikunjungi. Hindari pakaian yang terlalu tipis atau minim saat pergi ke tempat ber-AC. Sebaliknya, jangan gunakan pakaian yang berat dan menutupi saat ingin membawa si kecil ke tempat yang lebih hangat.
Kulit bayi yang masih sangat sensitif bisa mudah terbakar akibat sinar matahari langsung. Maka dari itu, Bunda disarankan untuk melindungi si kecil dari sinar matahari langsung, dengan menggunakan payung atau topi.
Jika si kecil berada di dalam stroller, gunakan juga penutupnya. Jika perlu, oleskan tabir surya yang sesuai untuk bayi di kulitnya.
Penting bagi Bunda untuk menjaga jarak si kecil dari orang lain. Pertahankan jarak sekitar 2 meter antara Bunda, si kecil, dan orang lain. Ini penting karena kita tidak dapat mengetahui apakah orang di sekitar kita sedang mengalami sakit. Meski demikian, Bunda tetap bisa mengajak si kecil keluar rumah untuk menikmati udara segar.
Meski Bunda boleh membawa bayi keluar, tetap penting untuk mempertimbangkan terlebih dahulu tujuan yang akan didatangi. Usahakan untuk menjauhkan si kecil dari tempat-tempat dengan banyak orang yang sakit, karena sistem imun bayi masih lemah dan belum cukup siap melawan infeksi. Penting bagi Bunda mengikuti jadwal imunisasi bayi untuk daya tahan tubuh bayi.
Usahakan untuk tidak membiarkan sembarang orang menggendong, memegang, atau mencium si kecil, ya, Bun. Pastikan mereka membersihkan tangan terlebih dahulu sebelum menyentuh si kecil.
Di samping hal-hal di atas, penting juga untuk memilih waktu yang tepat saat membawa bayi keluar rumah, yaitu setelah ia tidur siang, makan, dan selesai ganti popok. Jangan lupa membawa perlengkapan si kecil, terutama jika kegiatan di luar rumah akan berlangsung lebih dari 1 jam. Biasanya, bayi membutuhkan pakaian, makanan, dan popok tambahan.
Selain bermanfaat bagi anak, aktivitas di luar rumah juga menguntungkan ibu, terutama bagi yang belum sempat keluar sejak melahirkan. Penting untuk diingat, kesehatan bayi sangat dipengaruhi oleh kesehatan dan kebahagiaan ibunya. Maka dari itu, selama anak dalam keadaan sehat, tidak ada alasan untuk merasa ragu membawanya pergi, Bu.
Namun, apabila anak memiliki masalah kesehatan tertentu, sebaiknya ibu terlebih dahulu berkonsultasi dengan dokter anak untuk mendapatkan penjelasan lebih lengkap mengenai keamanan membawa anak ke luar rumah. (HalloSehat/Z-2)
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Penyakit jantung bawaan merupakan kelainan struktur jantung yang didapat sejak lahir dan berpotensi mengganggu aliran darah ke seluruh tubuh.
Seiring meningkatnya misi komersial ke luar angkasa, para ahli memperingatkan adanya risiko kesehatan reproduksi yang terabaikan. Apakah manusia siap bereproduksi di orbit?
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
Membedong kaki dengan tujuan meluruskan struktur tulang tidak memiliki dasar medis.
Pemilihan alas kaki seharusnya mengutamakan kenyamanan anak di atas fungsi korektif yang belum tentu diperlukan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved