Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
RAJA Ampat, wilayah yang selama ini dikenal sebagai pusat keanekaragaman hayati laut dunia, kini menghadapi ancaman serius akibat aktivitas pertambangan nikel.
Dosen Ilmu dan Teknologi Kelautan IPB University Meutia Samira Ismet mengungkapkan kekhawatirannya terhadap dampak jangka panjang pertambangan terhadap ekosistem laut, khususnya terhadap spesies-spesies laut yang berada dalam status konservasi rentan seperti paus sperma, kima raksasa, dan pari manta.
"Ketiga spesies ini sangat tergantung pada keseimbangan lingkungan perairan Raja Ampat," ujar Pakar IPB University bidang Konservasi Laut dan Mikrobiologi Terapan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa paus sperma, kima raksasa, dan pari manta memiliki cara makan yang sangat spesifik. Paus sperma diketahui mengonsumsi ikan-ikan pelagis dan kelompok cephalopoda, seperti cumi dan gurita, dalam jumlah yang besar.

Sementara kima raksasa adalah biota filter feeder yang menyaring mikroorganisme planktonik dari perairan selain bersimbiosis dengan mikroalga fotosintetik untuk memenuhi kebutuhan nutrisinya. Pari manta, juga diketahui memiliki pola makan yang didominasi oleh plankton dan ikan kecil pelagis, yang semuanya akan sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan perairan di habitatnya.
"Diet (pola makan) mereka sangat bergantung pada mikroorganisme planktonik, terutama yang bersifat fotosintetik, yang juga memberi warna khas pada kima raksasa, serta menjadi dasar rantai makanan bagi paus sperma dan pari manta," ucapnya.
Bila keseimbangan ekosistem terganggu, rantai makanan yang menopang kehidupan spesies-spesies ini akan runtuh.
Aktivitas pertambangan nikel di daratan Raja Ampat, kata Meutia, berpotensi menghasilkan limpasan limbah yang mencemari perairan laut.
"Limbah ini membawa bahan organik dan residu logam berat yang dapat mengganggu mikroalga simbiotik serta mikroorganisme planktonik lainnya," paparnya.
Ia menambahkan bahwa konsentrasi nikel yang tinggi dapat menjadi toksik bagi mikroalga dan mikroba laut. Penelitian di Teluk Vavouto, New Caledonia, disebutkannya telah menunjukkan bahwa konsentrasi nikel melebihi ambang baku (46 mikrog/L) dapat membahayakan mikroalga fotosintetik yang memiliki peran vital dalam produktivitas primer dan siklus biogeokimia perairan.
Meutia juga mengatakan bahwa peningkatan logam berat di laut berdampak pada jumlah dan komposisi zooplankton seperti copepoda, makanan utama bagi pari manta dan kelompok ikan pelagis dan cumi yang menjadi mangsa utama paus sperma.
Dampaknya tidak hanya pada rantai makanan, tetapi juga akan berpengaruh terhadap biodiversitas kelompok bentos seperti kima raksasa yang sangat rentan terhadap perubahan kualitas lingkungan.
"Beberapa penelitian menunjukkan bahwa peningkatan konsentrasi nikel menurunkan tingkat reproduksi dan pertumbuhan biota bentik," tambahnya.
Hal ini memperburuk kondisi populasi spesies yang sangat bergantung pada plankton dan mikroorganisme lainnya.
Tidak hanya itu, dampak tidak langsung dari pencemaran akibat tambang nikel juga dinilai sangat signifikan. Penurunan oksigen terlarut (DO), peningkatan kadar CO2, serta berkurangnya kejernihan air disebut dapat merusak habitat alami berbagai biota laut.
"Akibatnya, struktur ekosistem laut berpotensi berubah drastis dan mengancam keberadaan spesies langka di wilayah tersebut," jelasnya.
Meutia menekankan, penilaian risiko yang mendalam sangat dibutuhkan untuk menentukan batas ambang konsentrasi nikel yang aman bagi ekosistem laut. Ia mendorong penerapan pemantauan kualitas air dan pengelolaan limbah tambang yang lebih bertanggung jawab.
Lebih lanjut, ia mengajak agar pemerintah, masyarakat, dan industri bersama-sama merancang kebijakan yang berpihak pada pelestarian lingkungan.
"Keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian alam sangat penting agar Raja Ampat tetap menjadi rumah bagi biodiversitas laut dunia," pungkasnya. (Z-1)
Menteri LH Hanif Faisol bekukan 80 izin lingkungan tambang batu bara & nikel. Evaluasi menyasar 1.358 unit di 14 provinsi kritis. Simak selengkapnya!
Nickel Industries Limited bersama Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi mahasiswa penerima beasiswa Nickel Industries asal Morowali.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkapkan Indonesia berkomitmen membeli BBM dari Amerika Serikat senilai USD15 miliar sebagai bagian negosiasi dagang.
Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch Ferdy Hasiman menekankan pentingnya sikap netral dan berbasis fakta dalam mengevaluasi dugaan pelanggaran hukum di industri tambang nikel.
Kepala Pusat Makroekonomi Indef, M Rizal Taufikurahman, menjelaskan faktor global dan domestik yang memicu masuknya dana asing ke sektor nikel dan tambang logam Indonesia.
Harga nikel dunia di LME melonjak tajam menembus US$17.900 per ton pada Selasa (6/1). Rencana Indonesia memangkas kuota produksi 2026 jadi pemicu utama.
Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) menyegel area operasional PT Mineral Trobos, perusahaan tambang nikel milik pengusaha David Glen Oei.
Direktur Eksekutif Indonesia Mining & Energy Watch Ferdy Hasiman menekankan pentingnya sikap netral dan berbasis fakta dalam mengevaluasi dugaan pelanggaran hukum di industri tambang nikel.
Novel Baswedan menduga ada intervensi dalam kasus izin pengelolaan tambang nikel di Konawe Utara.
Pertambangan nikel ilegal di kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) di Kabupaten Morowali Provinsi Sulawesi Tengah pada 25 Oktober - 4 November 2025 ditindak.
WAHANA Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menyoroti tidak ditemukannya dokumen Surat Keputusan (SK) pencabutan empat Izin Usaha Pertambangan (IUP) nikel di Raja Ampat.
Untuk memaksimalkan hal tersebut, aktivitas pertambangan nikel di Indonesia juga harus memperhatikan aspek-aspek sesuai kaidah yang berlaku, terutama dampak lingkungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved