Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
LIBURAN sering menjadi momen yang ditunggu-tunggu untuk bersantai dan menikmati berbagai hidangan khas.
Namun, kekhawatiran akan naiknya berat badan kerap menghantui, terutama ketika tergoda oleh makanan tinggi kalori yang banyak tersedia saat liburan.
Untungnya, para ahli gizi menyatakan bahwa menikmati makanan liburan tetap bisa dilakukan tanpa perlu takut mengalami kenaikan berat badan, asalkan disiasati dengan bijak.
Menurut ahli gizi klinis, dr. Rina Prasetyo, M.Gizi, kunci utama menjaga berat badan tetap stabil saat liburan adalah dengan mengatur pola makan secara cerdas, bukan dengan menahan diri secara ekstrem.
“Banyak orang justru makan berlebihan karena merasa ini momen bebas. Padahal, kita tetap bisa menikmati makanan favorit dengan mengatur waktu, porsi, dan jenis makanannya,” jelasnya.
Langkah pertama yang direkomendasikan dr. Rina adalah tetap makan pagi sebelum beraktivitas. Ia menjelaskan bahwa sarapan membantu mengontrol nafsu makan di waktu makan berikutnya.
“Jika Anda melewatkan sarapan, biasanya tubuh akan merasa sangat lapar di siang hari dan akhirnya makan berlebihan,” terangnya.
Sarapan sebaiknya mencakup makanan tinggi serat dan protein, seperti oatmeal, buah, telur, atau roti gandum.
Saat mencoba makanan khas daerah atau sajian spesial di hotel, disarankan untuk mengambil dalam jumlah kecil terlebih dahulu.
“Dengan memilih porsi kecil, Anda memberi ruang untuk mencicipi beragam makanan tanpa berlebihan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya makan secara perlahan agar tubuh memiliki waktu untuk mengirim sinyal kenyang ke otak.
Dr. Rina menyarankan penggunaan prinsip 80:20 dalam menyusun menu selama liburan.
Artinya, sekitar 80 persen dari makanan yang dikonsumsi tetap berasal dari sumber yang sehat seperti sayur, buah, protein tanpa lemak, dan biji-bijian sementara 20 persennya bisa digunakan untuk menikmati makanan yang lebih tinggi kalori atau kadar gula.
“Dengan pendekatan ini, Anda tetap bisa menikmati makanan tanpa merasa bersalah,” katanya.
Selain menjaga pola makan, aktivitas fisik ringan juga sangat membantu menjaga berat badan. Jalan kaki keliling tempat wisata, berenang, atau sekadar stretching di pagi hari dapat membantu membakar kalori.
“Kita tidak perlu olahraga berat, cukup gerakkan tubuh secara rutin agar metabolisme tetap aktif,” tutur dr. Rina.
Minum cukup air putih dan menjaga kualitas tidur juga penting selama liburan. Kurang tidur dapat mengganggu keseimbangan hormon yang mengatur rasa lapar, sehingga cenderung menyebabkan keinginan makan berlebih.
“Jangan lupa minum air putih secara cukup, dan usahakan tidur minimal 7 jam per malam,” tambahnya.
Liburan bukan berarti harus mengorbankan kesehatan atau merasa bersalah karena menikmati makanan. Dengan strategi yang tepat, Anda bisa menikmati waktu istirahat sekaligus tetap menjaga tubuh tetap bugar dan proporsional.
Sumber: halodoc
Perbedaan paling mencolok dari burnout dan post holiday blues terletak pada dampak emosional dan sikap individu terhadap tanggung jawabnya.
Keterlibatan orangtua sangat krusial dalam membangun kepercayaan diri anak saat harus beradaptasi kembali dengan lingkungan pendidikan usai periode liburan.
Psikolog Virginia Hanny menjelaskan fenomena post holiday blues yang kerap menyerang pekerja dan pelajar usai liburan. Kenali gejalanya dan kapan harus waspada.
SELAMA liburan Natal dan hari tahun baru sebanyak 8,6 juta warga kunjungi Jawa Tengah,
Membeludaknya wisatawan ini di sisi lain memberi dorongan ekonomi yang signifikan sekaligus menghadirkan tekanan baru bagi kehidupan perkotaan.
Al Azhar Memorial Garden mencatat peningkatan kunjungan saat musim liburan. Pemakaman muslim di Karawang Timur ini menawarkan suasana taman asri.
Kebiasaan jalan kaki setelah makan sering diremehkan, padahal memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh dan mental.
Kimchi adalah makanan fermentasi khas Korea yang terbuat dari sayuran seperti sawi putih dan lobak, yang difermentasi dengan bumbu pedas.
Kenali fakta dan mitos makanan pencegah diabetes. Cari tahu makanan sehat yang benar-benar membantu menurunkan risiko diabetes sejak dini.
Salak sering jadi pilihan camilan sehat untuk membantu menjaga berat badan. Kandungan seratnya tinggi, membuat perut kenyang lebih lama
Sebuah studi terbaru menyoroti pentingnya perhatian terhadap kenaikan berat badan setelah usia 35 tahun bagi wanita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved