Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University Prof Ani Mardiastuti mengungkap kondisi memprihatinkan burung cenderawasih kuning besar (Paradisaea apoda) yang hingga kini masih menjadi target perburuan dan perdagangan ilegal, meski statusnya sebagai satwa dilindungi sudah ditetapkan.
Saat dihubungi melalui ponsel, Senin (5/5), Prof Ani menjelaskan bahwa burung cenderawasih kuning-besar memiliki ukuran tubuh yang sedikit lebih besar dibandingkan jenis cenderawasih kuning-kecil.
"Burung yang jantan memiliki bulu yang sangat indah, sementara betinanya cenderung biasa saja, seperti burung gagak dengan warna kemerahan," jelasnya.
Burung cenderawasih kuning-besar diketahui hidup di pedalaman hutan Papua, berbeda dari spesies lain yang bisa ditemukan di pulau-pulau atau wilayah pesisir. Namun, ia mengungkap penelitian terhadap spesies ini masih minim.

MI/HO--Guru Besar Fakultas Kehutanan dan Lingkungan (Fahutan) IPB University Prof Ani Mardiastuti
Ia juga menambahkan bahwa nama latin Paradisaea apoda berasal dari kesalahpahaman masa lalu ketika burung ini dibawa ke Eropa tanpa kaki akibat cara pengawetan yang tidak tepat. Hal tersebut membuat burung ini dijuluki sebagai 'burung surga yang tidak berkaki'.
"Burung ini memang istimewa, karena sudah diperdagangkan sejak abad ke-19, sudah sangat lama. Pada masa itu, burung ini menjadi terkenal karena sering dijadikan hiasan di kepala para perempuan bangsawan di Eropa," ucapnya.
"Semua orang seharusnya sudah tahu bahwa ini burung dilindungi. Tidak boleh dipelihara, diperjualbelikan, bahkan satu helai bulu pun tidak boleh diambil dari alam," tegas Prof Ani.
Menurutnya, alasan budaya kerap digunakan sebagai dalih untuk membenarkan kepemilikan atau penggunaan burung ini sebagai hiasan kepala atau cenderamata.
"Kalau memang untuk ritual adat dan jumlahnya sangat terbatas, itu bisa dimaklumi. Tapi yang tidak bisa diterima adalah ketika cenderawasih ini diperjualbelikan atau untuk cenderamata secara massal," ujarnya.
Prof Ani juga menekankan adanya titik temu antara konservasi dan tradisi.
"Budaya bisa dilestarikan tanpa harus merusak alam. Misalnya, beberapa komunitas di Kalimantan sudah mulai memakai bulu sintetis sebagai pengganti bulu rangkong dalam upacara adat. Itu bisa jadi contoh," pungkasnya. (Z-1)
Penelitian terbaru menunjukkan lubang besar di bagian atas tengkorak dinosaurus T. rex bagian dari sistem termoregulasi yang mirip dengan “pendingin udara” alam
Kombinasi bodi ramping dan otot yang kuat memungkinkan walet melakukan penerbangan jarak jauh tanpa kelelahan yang berarti.
Menurut Simply Birding, habitat utama Nyctyornis amictus meliputi hutan tropis primer dan sekunder di Thailand, Semenanjung Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan.
Burung beo malam (night parrot), salah satu burung paling misterius di dunia, kembali mengejutkan para ilmuwan.
Burung yang paling sering terlihat di punggung badak Afrika adalah oxpecker. Burung ini menghabiskan sebagian besar waktunya di tubuh hewan besar untuk mencari makan.
Burung purba memiliki keunggulan dalam pola makan. Paruh tanpa gigi memungkinkan mereka memakan biji-bijian dan sumber makanan sederhana yang masih tersedia.
IPB University berharap hasil penelitian ini dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan daerah.
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
ASOSIASI Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (Aspphami) DKI Jakarta menggelar pelatihan intensif mengenai penanganan binatang pengganggu bagi para tenaga pengendali hama permukiman.
Fastrex hadir sebagai solusi atas sulitnya mobilisasi hasil panen di medan yang sering kali memiliki kontur tanah tidak rata.
Ancaman serius ini datang dari wereng batang cokelat (WBC) dan penyakit virus kerdil padi. Keduanya merupakan momok bagi petani yang dapat memicu kegagalan panen secara masif.
Masalah kejiwaan di Indonesia tidak berdiri sendiri, melainkan dipicu oleh dinamika sosial yang kompleks.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved