Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MANDI adalah kegiatan membersihkan tubuh dengan menggunakan air yang kadang disertai sabun atau produk pembersih lainnya untuk menghilangkan kotoran, keringat, minyak, dan sel kulit mati yang menempel di kulit.
Keringat, debu, dan sel kulit mati bisa jadi tempat tumbuhnya bakteri penyebab penyakit kulit.
Tanpa mandi, keringat bercampur bakteri akan menghasilkan bau menyengat, terutama di area ketiak, selangkangan, dan kaki.
Kotoran dan minyak yang menumpuk di kulit dapat menyumbat pori-pori dan menimbulkan jerawat, khususnya di wajah dan punggung.
Jarang mandi membuat kulit lembap dan kotor, kondisi ideal untuk pertumbuhan jamur, seperti panu atau kutu air.
Kotoran yang dibiarkan di kulit bisa menimbulkan rasa gatal, kemerahan, hingga ruam.
Kuman yang menumpuk di kulit bisa masuk ke folikel rambut dan menyebabkan bisul atau infeksi bernanah.
Jarang keramas (bagian dari mandi) bisa menyebabkan ketombe, rambut lepek, bau, dan bahkan infeksi kulit kepala.
Bau badan dan penampilan kotor bisa membuat orang lain menjauh, menimbulkan perasaan tidak nyaman dalam pergaulan.
Penampilan tidak segar dan tubuh terasa tidak nyaman bisa menurunkan kepercayaan diri saat berbicara atau bertemu orang.
Perasaan minder atau stres akibat penolakan sosial karena kebersihan buruk bisa berdampak pada kesehatan mental.
Seperti kudis (scabies) atau kutu, terutama jika tinggal di lingkungan padat atau lembap.
Keringat dan sel kulit mati akan menempel di sprei, bantal, dan baju, menyebabkan aroma tidak sedap dan jamur.
Area lipatan tubuh seperti selangkangan dan ketiak lebih mudah mengalami iritasi jika tidak dibersihkan rutin.
Mandi bukan hanya soal kesegaran, tapi penting untuk kesehatan fisik, sosial, dan emosional. Idealnya, mandi dilakukan dua kali sehari, terutama di iklim tropis seperti Indonesia. (Z-4)
Memandikan anak yang terkena cacar air bertujuan agar kulit tetap bersih dan sehat. Langkah ini efektif untuk mencegah timbulnya biang keringat.
Kulit manusia memiliki lapisan pelindung alami kulit (skin barrier) dan lapisan minyak alami (sebum) yang berfungsi menjaga kelembapan dan melindungi dari iritasi.
Terlalu sering mandi justru bisa berdampak kurang baik bagi kulit.
Dokter spesialis kulit dan kelamin, Fitria Agustina, menegaskan bahwa mandi satu hingga dua kali sehari sudah cukup, meskipun Indonesia saat ini tengah menghadapi cuaca ekstrem
Mandi secara teratur penting untuk menjaga kebersihan, kesehatan kulit, dan kenyamanan tubuh, sekaligus mencegah penyakit.
Salah satu penyebab anak tantrum tidak mau berhenti saat mandi adalah instruksi orangtua yang tidak spesifik yang terkadang terkesan sepihak sehingga memicu perdebatan.
Kebiasaan ini membuat kotoran, keringat, dan minyak alami tubuh menumpuk di kulit, sehingga dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan dan kebersihan.
Mandi membantu menjaga kebersihan, kesehatan kulit, kesegaran tubuh, serta kepercayaan diri. Di iklim tropis seperti Indonesia, mandi biasanya dianjurkan 2 kali sehari.
Dalam konteks kesehatan dan kebersihan, mandi idealnya dilakukan 1 sampai 2 kali sehari, terutama di pagi dan/atau sore hari.
Jarang mandi dapat menyebabkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan dan kebersihan tubuh.
Aktivitas mandi dapat membersihkan tubuh dari kuman, bakteri, debu, keringat, dan minyak yang menumpuk di kulit sepanjang hari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved