Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Penyakit dalam sekaligus Konsultan Hematologi-Onkologi Medik Andhika Rahman mengatakan benjolan yang ada di payudara belum tentu merupakan tanda keganasan kanker payudara.
"Jadi tidak semua benjolan berarti keganasan (kanker) dan tidak semua keganasan harus berakhir awal dengan operasi lebih dahulu. Yang jelas perlu diedukasi adalah bahwa benjolan itu perlu dilakukan biopsi dulu, dari biopsi kita bisa tahu apakah kanker payudara atau bukan," ujar dokter lulusan FKUI itu dalam wawancara cegat, Selasa (22/4).
Lewat pemeriksaan yang tepat, menurutnya, akan diketahui jenis kanker yang diderita sehingga dapat ditentukan pengobatan hormonal atau radiasi usai dilakukan operasi bila memang diperlukan.
"Ataukah perlu dilakukan, dilanjutkan dengan kemoterapi atau perlu lanjutkan kemo dan radiasi atau terakhir perlu tambahan dengan hormonal. Jadi dengan pemeriksaan IHK tadi itu kita akan dapat mengetahui obat apa," tambahnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa tidak semua penderita kanker payudara harus diangkat atau dilakukan prosedur mastetocmy radikal.
Ia melanjutkan dengan biopsi dan pemeriksaan awal mampu menurunkan massa atau ukuran kanker, sehingga hal ini pun berperan pada tindakan yang akan dilakukan.
"Kita mendapatkan massa yang lebih kecil. Jadi operasi yang dilakukan juga tidak harus mengangkat semuanya," katanya.
Meski demikian, ada beberapa dokter yang bisa saja menyarankan pengangkatan payudara, namun sebagai pasien disarankan berlaku kritis terkait keinginan mempertahankan payudara.
Ia menyarankan bagi pasien yang berusia di atas 40 tahun agar melakukan USG dan mamografi untuk memastikan tingkat keganasan kanker. Setelah dipastikan kanker ganas, maka dapat melakukan biopsi untuk menentukan langkah.
"Jadi sebagai seorang pasien, tentu dia punya hak untuk sabar dulu. Tidak perlu dilakukan operasi dulu," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Kenali jenis mastektomi, lama pemulihan, serta cara merawat tubuh dan kesehatan mental setelah operasi kanker payudara.
Menurut data World Health Organization (WHO), pada tahun 2012 terdapat sekitar 40 dari 100.000 perempuan di Indonesia yang didiagnosis dengan kanker payudara.
Jika dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara maka Indonesia termasuk salah satu negara dengan bertahan hidup pasien kanker payudara yang rendah.
Studi 11 tahun di tujuh pusat layanan kesehatan New York menunjukkan seperempat kasus kanker payudara terjadi pada perempuan usia 18-49 tahun.
Mahkota Dewa kaya senyawa aktif yang berpotensi melawan sel kanker payudara. Namun, konsumsi tetap harus hati-hati dan tak menggantikan pengobatan medis.
“Dari ibu ke ibu, yang baru saja menderita kanker, saya hanya ingin memeluknya," kata Jessie J
Hernia adalah kondisi ketika organ dalam tubuh menonjol keluar melalui celah atau kelemahan pada otot.
Penyakit hernia adalah kondisi medis di mana organ atau jaringan tubuh seperti usus atau lemak menonjol keluar melalui titik lemah atau celah pada otot atau dinding jaringan di sekitarnya
Dokter bedah onkologi lulusan Universitas Indonesia, Maelissa Pramaningasin, menyoroti masih tingginya temuan kanker payudara stadium lanjut di Indonesia.
Kanker payudara merupakan jenis kanker yang terjadi ketika sel di dalam payudara berkembang secara abnormal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved