Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

4 Cara Deteksi Dini Hernia pada Anak, Ini Gejalanya

Muhammad Ghifari A
18/12/2025 19:59
4 Cara Deteksi Dini Hernia pada Anak, Ini Gejalanya
Cara deteksi dini hernia pada anak.(Freepik)

Hernia adalah kondisi ketika organ dalam tubuh menonjol keluar melalui celah atau kelemahan pada otot. Kondisi ini tidak hanya dialami orang dewasa, tetapi juga cukup sering ditemukan pada anak-anak, termasuk bayi.

Dokter Spesialis Bedah Anak RS Pondok Indah, Karmile, menjelaskan bahwa deteksi dini hernia sangat penting agar orang tua tidak keliru membedakannya dengan jenis benjolan lain serta dapat mencegah terjadinya komplikasi.

Berikut gejala dan cara mendeteksi hernia pada anak:

Gejala Awal Hernia pada Anak

Hernia pada anak umumnya ditandai dengan munculnya benjolan di area tertentu, seperti perut, pusar, atau selangkangan.

Ciri-ciri benjolan hernia antara lain:

  • Tidak nyeri pada tahap awal
  • Muncul dan menghilang, terutama saat anak menangis, batuk, atau mengejan
  • Ukuran benjolan tampak membesar saat anak aktif dan mengecil ketika anak tenang

“Kalau benjolan hernia di awal biasanya tidak nyeri dan muncul-hilang,” ujar dr. Karmile di Jakarta Pusat, Rabu (18/12).

Cara Membedakan Hernia dengan Benjolan Lain

Tidak semua benjolan pada anak merupakan hernia. Menurut dr. Karmile, ada beberapa kondisi lain yang sering disalahartikan sebagai hernia.

Benjolan yang bukan hernia biasanya memiliki ciri:

  • Nyeri saat disentuh
  • Disertai tanda peradangan seperti kemerahan
  • Cenderung menetap dan tidak menghilang

“Kalau benjolan lain, misalnya akibat pembesaran kelenjar, biasanya ada nyeri, tanda-tanda radang, dan sifatnya menetap,” jelasnya.

Selain itu, kondisi testis yang belum turun juga kerap disangka sebagai hernia oleh orang tua.
“Saya pernah menemukan kasus yang ternyata bukan hernia, melainkan testis yang belum turun. Orang tuanya mengira itu hernia,” kata dr. Karmile.

Cara Mendeteksi Hernia Sejak Dini

Orang tua disarankan untuk aktif mengamati perubahan pada tubuh anak, terutama saat anak menangis atau mengejan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Memperhatikan apakah benjolan muncul saat anak menangis atau mengejan
  2. Mengamati apakah benjolan menghilang saat anak tenang
  3. Segera memeriksakan anak ke dokter jika benjolan menetap atau disertai nyeri
  4. Mendokumentasikan kondisi benjolan untuk membantu proses diagnosis

Tanda Bahaya Hernia yang Perlu Diwaspadai

Hernia dapat mengalami penjepitan (inkarserasi) yang memerlukan penanganan segera. Tanda-tanda bahaya yang harus diwaspadai meliputi:

  • Anak rewel terus-menerus
  • Muntah
  • Benjolan menjadi merah dan nyeri
  • Benjolan tidak bisa masuk kembali

Pencegahan Hernia pada Anak

Dr. Karmile menegaskan bahwa hernia pada anak bukan disebabkan oleh kebiasaan menangis, melainkan karena adanya lubang yang sudah terbentuk sejak lahir.

“Jadi hernia bukan karena bayi menangis terus. Lubangnya sudah ada sejak lahir, menangis hanya memicu benjolan menjadi terlihat,” ujarnya.

Langkah pencegahan yang dapat dilakukan orang tua:

  • Tidak memijat atau menekan benjolan
  • Tidak menggunakan koin, plester, atau sabuk untuk menekan benjolan
  • Rutin memantau perkembangan benjolan
  • Berkonsultasi ke dokter anak atau dokter bedah anak bila terjadi perubahan

Dengan pemahaman yang tepat, orang tua diharapkan tetap waspada tanpa panik, sehingga hernia pada anak dapat ditangani secara aman dan tepat waktu. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya