Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
EDUALL, platform integratif persiapan universitas dan mentoring, dengan bangga menghadirkan A Wishful Market, sebuah charity bazaar yang berkolaborasi dengan Make-A-Wish Indonesia, sejalan dengan World Wish Month pada April.
Acara ini bukan hanya sekadar bazaar amal, tetapi juga sebuah inisiatif pembelajaran yang dirancang untuk membentuk siswa sebagai changemakers—remaja yang tidak hanya mengejar impian akademik mereka, tetapi juga berkontribusi pada perubahan sosial.
Bazaar ini diadakan pada Sabtu (12/4), di The Veranda Resort & Residences, Lebak Bulus, dan menghadirkan booth project siswa.
Project ini merupakan hasil eksplorasi siswa dalam menemukan minat dan bakat mereka, sekaligus melatih keterampilan wirausaha dan kepemimpinan—bagian penting dari persiapan mereka menuju universitas impiannya.
Pengunjung dapat berbelanja berbagai produk seperti kerajinan tangan, produk kecantikan dan kesehatan, hingga makanan dan minuman, di mana seluruh hasil penjualan tiket dan keuntungan akan didonasikan untuk Make-A-Wish Indonesia.
Mendorong Siswa untuk Berkontribusi & Berbuat Baik
EduALL percaya pendidikan bukan hanya tentang akademik, tetapi juga membentuk generasi muda yang peduli dan berkontribusi bagi masyarakat. Melalui A Wishful Market, siswa belajar bahwa kesuksesan bukan hanya tentang pencapaian akademik, tetapi juga tentang bagaimana mereka dapat menciptakan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
"Sebagai bagian dari misi EduALL, kami ingin membekali siswa dengan lebih dari sekadar ilmu di dalam kelas. Kami ingin mereka menjadi inovator, pemimpin, dan agen perubahan," ujar Founder dan CEO EduALL Devi Kasih.
"Acara ini menjadi wadah bagi mereka untuk menerapkan ide dan kreativitas mereka sambil memberi dampak nyata bagi sesama," lanjutnya.
Sehari Penuh Inspirasi, Pembelajaran, dan Aksi Sosial
Di A Wishful Market, pengalaman belajar tidak hanya terjadi di kelas, tetapi juga melalui interaksi, eksplorasi, dan aksi nyata. Berbagai kegiatan dihadirkan untuk menginspirasi siswa, orangtua, dan pengunjung dalam menemukan potensi terbaik mereka serta memahami bagaimana proyek sederhana dapat memberi dampak besar.
“Aku nggak nyangka Remedi bakal menarik perhatian sebanyak ini. Ternyata banyak yang relate soal pentingnya produk aman untuk keluarga, apalagi karena ada tujuan sosialnya,” ujar Elaine Hartono, pendiri Remedi, produk calming balm organik untuk kulit sensitif.
“Senang banget bisa soft launch dan kenalin Remedi ke publik. Di event ini, kami belajar jualan, komunikasiin value produk, dan ngembangin skill entrepreneurship—semua sambil dukung Make-A-Wish Indonesia,” tambah Emilly Julietta, rekan Elaine di Remedi.
Celline Louise Agusalim, mentee yang menghadirkan booth fesyen bertema sporty-chic, menyampaikan melalui inisiatif ini, ia ingin mendorong generasi muda untuk berkarya dengan makna dan bergerak bersama demi tujuan kemanusiaan.
“Dukungan kami untuk Make-A-Wish Indonesia bukan hanya bentuk donasi, tapi juga bagian dari komitmen kami untuk meninggalkan jejak yang berarti dan membangun masa depan yang lebih penuh harapan,” ujarnya.
Selain menampilkan produk kreatif dari mentee EduALL, A Wishful Market juga menghadirkan berbagai kegiatan, termasuk EduALL Masterclass: "Creating Impactful Projects for University Application Profile", saat siswa belajar bagaimana project pribadi dapat meningkatkan peluang mereka di universitas top dunia.
“Kami ingin siswa melihat bahwa proyek bukan sekadar tugas, tapi cerminan nilai dan kepedulian mereka terhadap minat dan jurusan yang mereka akan pilih nanti. Hal ini akan menjadi nilai plus dalam portofolionya, dan ini yang dicari oleh universitas top dunia,” ujar Devi Kasih.
Ada juga kegiatan Talent Showcase yang memberi kesempatan bagi siswa dan pengunjung untuk menunjukkan bakat mereka di bidang musik, tari, public speaking, dan lainnya.
Melalui Booth EduALL & Make-A-Wish Indonesia, pengunjung dapat berkonsultasi langsung dengan mentor EduALL mengenai persiapan ke universitas top dunia, berdonasi, serta mendapatkan merchandise eksklusif dari Make-A-Wish Indonesia. (Z-1)
Kehadiran tim psikologi Polda NTT merupakan respons cepat dan terukur untuk memastikan keluarga korban mendapatkan penguatan mental yang memadai.
Ajang kompetisi olahraga dan seni antar SMA bertajuk SkyBattle 2026 yang digelar oleh SMA Labschool Kebayoran, Jakarta, resmi berakhir.
Prioritas utama dari kebijakan ini adalah untuk menjamin kesehatan serta keselamatan para peserta didik di tengah risiko bencana hidrometeorologi.
Prestasi langka ini menegaskan keunggulan pelajar Indonesia di panggung robotika global.
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menghadiri kegiatan Parlemen Pelajar PW IPM Banten 2025 di Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Sampah yang dibawa dikategorikan menjadi beberapa jenis, seperti kaca, logam, plastik dan kertas, totalnya mencapai sekitar 70 kategori.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Batam resmi membatalkan gelaran Pesta Rakyat pada malam puncak peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Dataran Engku Putri Batamcentre, Sabtu (30/8) malam.
Donasi itu diperoleh melalui dana yang terkumpul dari penyewaan booth dan bagi hasil penjualan tenant pada acara Bazaar Pangan Kasih.
Kegiatan yang digelar Pemerintah Kota Denpasar tersebut merupakan upaya pengendalian inflasi daerah
Nikmati festival BFF 2025 yang penuh beauty, fashion, dan lifestyle di JICC. Dapatkan tiket diskon 30% hanya lewat BRImo
QNET, perusahaan penjualan langsung (direct selling), menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan bisnis di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved