Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah merilis prakiraan cuaca nasional untuk Sabtu, 5 April 2025. Sebanyak 38 kota besar di Indonesia diperkirakan akan mengalami cuaca berawan, hujan ringan, hingga hujan disertai petir.
Hujan Ringan: Aceh, Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Bengkulu, Palembang, dan Lampung
Hujan Petir: Medan, Jambi, Pangkalpinang
Hujan Ringan: Serang, Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya
Berawan: Mataram
Berawan Tebal: Denpasar, Kupang
Hujan Ringan: Pontianak
Hujan Petir: Palangkaraya, Tanjung Selor, Samarinda, Banjarmasin
Berawan Tebal: Manado
Hujan Ringan: Palu, Gorontalo, Makassar
Hujan Petir: Mamuju, Kendari
Hujan Ringan: Ternate, Sorong, Jayapura, Manokwari, Ambon
Hujan Sedang: Nabire, Merauke
Hujan Petir: Jayawijaya
BMKG juga memantau adanya sirkulasi siklonik yang terdeteksi di wilayah berikut:
Samudra Hindia
Barat Daya Lampung
Maluku bagian utara
Sirkulasi ini membentuk daerah konvergensi yang memanjang di berbagai wilayah:
Pesisir Barat Sumatera Barat, Lampung
Laut Natuna, Laut Halmahera
Sulawesi Utara, Maluku, Papua Barat Daya
Tambahan daerah konvergensi juga terlihat di:
Pesisir Barat Aceh, Sumatera Utara
Selat Malaka, Laut Cina Selatan
Kalimantan Barat dan Tengah, Brunei
Selat Makassar, Sulawesi Tenggara, Laut Sulawesi
Teluk Tomini, Nusa Tenggara Timur
Sementara itu, daerah konfluensi diprediksi terbentuk di:
Laut Cina Selatan
Perairan Selatan Pulau Jawa
Kondisi atmosfer ini berpotensi meningkatkan curah hujan dan tinggi gelombang laut, terutama di sekitar sirkulasi siklonik, zona konvergensi, dan konfluensi.
Selain itu, angin kencang dengan kecepatan lebih dari 25 knot terpantau di Samudra Hindia Barat Banten, yang dapat memicu gelombang tinggi di perairan sekitarnya.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem dan selalu memperbarui informasi cuaca melalui:
Aplikasi Info BMKG (tersedia di Play Store dan App Store)
Website resmi BMKG
Media sosial Instagram @infoBMKG
Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H
Mohon maaf lahir dan batin.
Terima kasih atas perhatiannya, sampai jumpa pada update prakiraan cuaca berikutnya. (YouTube Resmi BMKG/Z-10)
Prakirawan Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Lestari Purba di Medan, Selasa, mengatakan, secara umum cuaca di Sumatera Utara
Tinggi gelombang antara 1,25-2,5 meter (sedang) berpeluang terjadi di perairan Laut Sulawesi, perairan utara Sulawesi Utara, dan perairan Kabupaten Minahasa Utara.
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan adanya awan Cumulonimbus saat pesawat ATR 42-500 jatuh di Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1) lalu.
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi awan Cumulonimbus (Cb) di Maros, Sulawesi Selatan, bertepatan dengan peristiwa jatuhnya pesawat ATR 42-500, Sabtu (17/1).
Adanya Bibit Siklon Tropis 97S di Samudra Hindia selatan Indonesia dengan kecepatan angin maksimum sekitar sistem mencapai 15 knot (28 km/jam) dan tekanan udara 1001 hPa.
Suhu udara rata-rata 11 hingga 32 derajat Celcius dengan kelembaban udara 56-99 persen dan angin bertiup dari Selatan hingga Barat dengan kecepatan 3 hingga 7 km per jam.
Pada pagi hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan akan hujan ringan. Namun, potensi hujan petir sudah mulai muncul sejak pagi menjelang siang.
Cuaca ini disebabkan Bibit Siklon Tropis Bakung di Samudra Hindia barat daya Lampung; Bibit Siklon 93S di Samudra Hindia selatan Jawa Timur; dan Bibit Siklon 95S
Perlu diwaspadai hujan petir di Provinsi Jawa Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Timur.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan prakiraan cuaca untuk 4 Desember 2025.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk Rabu, 19 November 2025.
Bibit ini membentuk daerah perlambatan kecepatan angin atau konvergensi dan pertemuan angin atau konfluensi di berbagai daerah. Kombinasi dinamika atmosfer tersebut menyebabkan potensi
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved