Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA kini aktif berpartisipasi dalam uji klinis tahap ketiga vaksin M72 untuk tuberkulosis (TB), yang diharapkan dapat menurunkan angka kasus dan kematian akibat penyakit tersebut, yang masih menjadi masalah kesehatan serius di tanah air.
Dengan lebih dari 1 juta kasus baru setiap tahun, TB terus menjadi tantangan besar bagi sistem kesehatan di Indonesia.
Vaksin M72 dirancang untuk memberikan perlindungan tambahan bagi individu yang terinfeksi secara laten, mencegah mereka berkembang menjadi TB aktif, dan diperkirakan menjadi vaksin TB baru pertama dalam lebih dari satu abad.
Vaksin ini memiliki potensi untuk mengubah pendekatan kita dalam menangani TB, terutama di negara-negara dengan tingkat kejadian tinggi.
Uji klinis tersebut berlangsung dari 2024 hingga 2025, melibatkan 54 lokasi di lima negara, termasuk Indonesia, dengan total 20. 000 partisipan dalam studi buta ganda.
Proses ini tidak hanya meliputi penelitian medis, tetapi juga kolaborasi internasional yang mencerminkan komitmen global dalam memerangi TB.
Pada 2024, Indonesia diproyeksikan menjadi negara kedua dengan angka kasus dan kematian TB tertinggi di dunia, berkontribusi sebesar 10,01% dari angka global. Oleh karena itu, partisipasi aktif dalam pengembangan vaksin M72.
“Kita tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Setiap hari, banyak nyawa hilang akibat TB. Vaksin ini bisa menjadi titik balik dalam upaya kita mengatasi masalah ini,” ungkap Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan Lucia Rizka Andalucia dalam sebuah acara daring, Senin (24/3) .
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Ina Agustina Isturini juga menekankan pentingnya mempercepat pengembangan dan distribusi vaksin untuk melindungi lebih banyak nyawa, terutama di negara-negara dengan beban kasus tinggi seperti Indonesia.
“Partisipasi aktif Indonesia dalam penelitian vaksin TB, baik di tingkat nasional maupun global, sangat bermanfaat. Kita harus terus mempercepat proses pengembangan dan distribusi vaksin untuk melindungi lebih banyak orang,” tambahnya.
Uji klinis vaksin M72 juga dilakukan di berbagai negara di Asia dan Afrika, dengan penelitian yang dilaksanakan secara daring agar hasilnya dapat dipantau secara efektif dan cepat. Ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mempercepat penelitian dan pengembangan vaksin guna memperkuat sistem imunisasi nasional.
Vaksin M72 diharapkan dapat meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi penyebaran TB, serta melindungi kelompok masyarakat yang rentan, mengingat vaksin BCG saat ini hanya efektif untuk anak-anak.
“Kehadiran vaksin baru seperti M72 sangat penting untuk menekan angka infeksi di populasi yang lebih luas. Ini adalah langkah krusial untuk melindungi generasi mendatang,” ungkap dokter paru yang juga peneliti utama vaksin M72 Prof Erlina Burhan.
Target jangka panjang dari program ini adalah mengeliminasi TB, dengan harapan tercapai kurang dari 1 kasus per 1 juta penduduk pada 2050, melalui strategi deteksi dini, pengobatan yang efektif, dan pengembangan vaksin yang lebih baik.
“Kami berkomitmen untuk mencapai target ini, dan vaksin M72 merupakan bagian dari strategi tersebut,” kata Dirjen Farmasi dan Alat Kesehatan Rizka Andalucia dalam acara daring memperingati Hari Tuberkulosis Sedunia 2025.
Prof. Erlina Burhan menegaskan vaksin M72/AS01E-4 telah menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam uji klinis, dan jika berhasil, vaksin ini akan menyelamatkan nyawa serta meringankan beban ekonomi keluarga yang terdampak TB.
“Vaksin ini tidak hanya akan memberikan perlindungan kesehatan, tetapi juga akan mengurangi biaya pengobatan yang harus ditanggungkan oleh keluarga yang terinfeksi,” tegasnya.
Melalui inovasi ini, Indonesia tidak hanya berperan aktif dalam meningkatkan kesehatan nasional, tetapi juga ikut berkontribusi dalam upaya global melawan tuberkulosis. Hal ini memberikan harapan baru bagi jutaan orang di seluruh dunia yang berisiko terkena TB.
“Kami meyakini bahwa dengan kolaborasi dan inovasi, kita dapat mengubah wajah kesehatan masyarakat serta memberikan harapan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” pungkas Ina Agustina. (Z-1)
Kemenkes memberikan apresiasi kepada Dexa Medica melalui Penghargaan Karya Anak Bangsa 2025 atas kontribusinya sebagai industri farmasi dengan uji klinis obat bahan alam terbanyak
Di tengah maraknya produk yang beredar, kredibilitas riset dan sertifikasi menjadi kriteria seleksi utama bagi konsumen cerdas.
INDONESIA resmi memulai uji klinis fase 1 vaksin tuberkulosis (Tb) berbasis inhalasi pertama di dunia.
Pil kontrasepsi pria eksperimental YCT-529 tanpa hormon lolos uji awal tanpa efek samping serius, membuka jalan jadi kontrasepsi pria pertama yang aman dan efektif.
Vaksin tuberkulosis merupakan vaksin tuberkulosis inhalasi pertama. Vaksin ini dikembangkan dengan menggunakan tiga antigen.
Pelaksanaan uji klinis dimulai pada 3 September 2024, dan rekrutmen partisipan secara resmi telah selesai per 16 April 2025.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Vaksin yang sedang diuji adalah V181-005, sebuah formulasi baru yang berpotensi memberikan perlindungan yang lebih cepat dan efisien.
Lucia menjelaskan ketika terjadi bencana banyak orang yang terkena luka bisa karena seng, paku, dan sebagainya maka diberikan serum anti tetanus, untuk mencegah infeksi.
Kanker serviks saat ini merupakan penyakit penyebab kematian nomor 2 di Indonesia.
Pneumonia merupalan penyebab utama kematian pada balita, yang menurunkan fungsi alveolus pada paru-paru.
Menurut Ari Baskoro dari Universitas Airlangga, desain kohort bukan metode ideal untuk menilai efektivitas vaksin karena rentan bias.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved