Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIHAN jenis makanan dan cara mengolah makanan yang akan dikonsumsi ternyata berpengaruh pada kesehatan kulit..
Dalam sebuah diskusi tentang kesehatan kulit dikutip Jumat (21/3), dokter spesialis dermatovenerologi Sondang MH Amelia P Sirait mengungkapkan bahwa makanan dengan indeks glikemik tinggi sebaiknya dihindari untuk menjaga kesehatan kulit selama berpuasa.
Makanan dengan indeks glikemik tinggi seperti makanan olahan, makanan cepat saji, roti putih, sereal, dan camilan manis, menurut dia, bisa memicu macam-macam gangguan kesehatan, termasuk menyebabkan munculnya jerawat.
"Hormon insulin dan IGF-1 ini sangat dipengaruhi oleh makanan yang glycemic index-nya tinggi, juga dipengaruhi oleh makanan hewani, terutama yang dari sapi. Kalau lihat di sini, dairy products, ini paling tinggi kadar IGF-1-nya, sehingga ini sebaiknya dihindari untuk mengurangi glycemic index-nya," kata Kepala Divisi Dermatologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia itu.
Konsultan dermatologi di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr Cipto Mangunkusumo Jakarta itu mengatakan mengonsumsi nasi dingin atau memilih nasi dari beras basmati, beras merah, beras hitam, atau beras cokelat dapat membantu menurunkan indeks glikemik.
Sondang tidak menyarankan konsumsi sereal. Menurut dia, oat mentah, roti dari gandum utuh, roti sourdough, pasta, dan buah termasuk makanan dengan indeks glikemik rendah yang bisa dijadikan sebagai pilihan.
Dia juga mengemukakan perlunya memperhatikan pemilihan cara mengolah makanan yang hendak dikonsumsi.
Ia menjelaskan interaksi protein atau lemak dengan gula akan menghadirkan advanced glycation end products (AGEs) yang bersifat racun.
Menurut dia, senyawa ini dapat menyebabkan penyembuhan luka pada kulit menjadi lama, merusak keratinosit, dan memicu produksi melanin lebih banyak sehingga kulit jadi lebih gelap.
"Lebih parahnya lagi, kalau di dalam dermis, di bawahnya epidermis, di situ ada serabut kolagen, ini akan rusak kalau ada zat AGEs. Nah jadi itulah yang menyebabkan terjadi aging (penuaan), jadi kendur," katanya.
Ia mengatakan AGEs ada pada makanan yang digoreng dan dipanggang serta makanan yang setelah diolah berubah warna menjadi lebih cokelat atau gelap seperti daging panggang dan roti panggang.
Menurut dia, mengolah makanan dengan cara merebus, mengukus, atau menumis lebih baik untuk kesehatan kulit.
Di samping mengonsumsi makanan bergizi yang disiapkan dengan cara yang baik, Sondang mengatakan, menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan minum air setidaknya delapan gelas sehari juga penting untuk kesehatan kulit.
Selain itu, ia menyarankan penggunaan pelembab dan tabir surya yang sesuai dengan kondisi kulit ketika hendak beraktivitas di luar ruangan. (Ant/Z-1)
Studi menunjukkan konsumsi gula berlebih dapat memperparah jerawat melalui lonjakan insulin. Lalu, seberapa efektif diet rendah gula untuk mengatasi jerawat menurut para ahli?
Air beras untuk wajah, cuci muka pakai air beras, manfaat air beras, skincare alami, kulit glowing, rice water skincare, perawatan wajah tradisional
Face oil dapat dikombinasikan ke dalam berbagai langkah rutin, mulai dari mencampurkannya dengan toner, serum, pelembap, hingga produk complexion (alas bedak).
Memiliki kulit yang sehat, bercahaya, dan terawat menjadi impian banyak orang.
KECANTIKAN sejati berawal dari kesehatan kulit, bukan dari usaha menutupi kekurangan. Karenanya, penyanyi Anggun C Sasmi bahkan menolak tren penggunaan whitening cream.
Menurutnya, salah satu cara untuk menjaga kesehatan kulit yakni dengan memastikan kulit bersih dari sisa-sisa make up dan tabir surya atau sunscreen.
Kandungan natrium (garam) dalam satu bungkus mi instan, khususnya varian kuah, sangatlah tinggi yakni mencapai lebih dari 1.000 miligram.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Orangtua juga diminta mewaspadai Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna atau penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan.
Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu (24/1) yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Makanan yang sejak awal sudah diolah dengan suhu tinggi, seperti digoreng atau dibakar, sangat rentan mengalami degradasi nutrisi jika kembali terkena panas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved