Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Bedah dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Ridho Ardhi Syaiful, mengatakan konsumsi alkohol menjadi salah satu faktor utama yang dapat mempercepat kerusakan hati.
Seseorang yang terbiasa minum 1-2 botol alkohol setiap hari berisiko tinggi mengalami gangguan hati yang berujung pada sirosis dan ketika hati mengalami sirosis, bentuknya menjadi tidak normal dengan permukaan yang penuh luka, menyebabkan fungsi hati terus menurun.
"Jadi, orang yang minum alkohol 1-2 botol sehari, berisiko untuk jadi keganasan hati, hatinya beresiko rusak," kata Ridho, dikutip Jumat (7/2).
Tidak hanya itu, pola hidup yang tidak sehat seperti konsumsi makanan berlemak tinggi dan minim aktivitas fisik juga dapat memperparah kondisi ini.
Banyak orang yang tanpa sadar mengalami perlemakan hati akibat gaya hidup yang kurang sehat, yang kemudian berisiko berkembang menjadi keganasan hati.
Sayangnya, banyak kasus kanker hati baru terdeteksi secara kebetulan, misalnya saat seseorang menjalani pemeriksaan kesehatan rutin dan ditemukan massa mencurigakan di hati melalui USG.
Jika sudah ditemukan nodul atau benjolan, langkah berikutnya adalah pemeriksaan lebih lanjut dengan CT scan atau MRI untuk memastikan apakah sel tersebut bersifat ganas.
"Kalau seandainya ada masalah pada hati dan hati tidak bisa kompensasi lagi, dia turun semua fungsinya. Dia jadi kuning, diabetesnya jadi pucat, kemudian berat badan tiba-tiba turun, karena dia tidak bisa memproduksi protein tubuh, imunitasnya turun, cepat mudah sakit, perutnya buncit," ungkap Ridho.
Di negara-negara maju seperti Jepang, pendekatan dalam mendeteksi kanker hati lebih agresif, dengan kombinasi berbagai metode skrining untuk menemukan tanda-tanda awal sebelum penyakit berkembang lebih lanjut.
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Mengurangi atau menghindari konsumsi alkohol, menjaga pola makan sehat, dan rutin berolahraga adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan hati.
Bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti Hepatitis atau perlemakan hati, pemantauan rutin sangat dianjurkan untuk mendeteksi adanya gangguan sejak dini.
Adapun, hati, sebagai organ terbesar dalam tubuh, memiliki peran vital dalam detoksifikasi, sistem imun, hingga proses pembekuan darah.
Jika fungsinya terganggu, berbagai gangguan kesehatan akan muncul, seperti kulit menguning, tubuh mudah lelah, berat badan turun drastis, hingga perut yang membuncit akibat penumpukan cairan.
Kanker hati sendiri terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu Hepatocellular Carcinoma (HCC) dan Intrahepatic Cholangiocarcinoma (ICC), yang berasal dari sel-sel hati itu sendiri.
Sayangnya, kanker hati sering kali baru ditemukan ketika kondisinya sudah memburuk. (Ant/Z-1)
Fatty liver dapat berkembang menjadi steatohepatitis (peradangan hati), fibrosis, bahkan sirosis.
Perlemakan hati atau fatty liver disease merupakan salah satu penyakit organ hati yang sering terjadi, selain hepatitis A, B, dan C.
Hepatitis adalah kondisi peradangan atau pembengkakan pada organ hati.
Segala sesuatu yang merusak jantung juga bisa menimbulkan masalah hati, seperti virus, konsumsi alkohol, dan kelebihan berat badan.
Saat memasak dan menghangatkan makanan, tak jarang orang menggunakan wadah plastik berlabel microwave safe.
Hati adalah organ penting yang berfungsi menyaring racun dalam tubuh. Untuk menjaga kesehatannya, konsumsi makanan bernutrisi sangat diperlukan.
Riset terbaru MIT menemukan bahwa diet tinggi lemak memaksa sel hati masuk ke "mode bertahan hidup" yang justru memicu risiko kanker hati.
Tanpa disadari, benda dan makanan di dapur bisa memicu kanker hati. Kenali penyebabnya seperti aflatoksin pada makanan berjamur dan peralatan dapur kayu.
Perlemakan hati kini menjadi penyebab kanker hati nomor dua di Indonesia setelah hepatitis B dan C, dan penyebab utama terjadinya kanker hati dalam skala dunia.
Hati memiliki peran yang sangat penting bagi tubuh manusia
Jumlah penderita kanker hati di seluruh dunia diperkiakan hampir dua kali lipat pada 2050, jika pencegahannya tidak segara ditingkatkan.
Hepatitis dan kanker hati memiliki gejala yang mirip, namun penanganannya berbeda. Ketahui bagaimana hepatitis berkembang menjadi kanker hati.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved