Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Waspada Perlemakan Hati: Silent Killer yang Mengancam Kesehatan Masyarakat

Basuki Eka Purnama
23/1/2026 10:37
Waspada Perlemakan Hati: Silent Killer yang Mengancam Kesehatan Masyarakat
Ilustrasi(Freepik)

PENYAKIT perlemakan hati (fatty liver) kini tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. Dokter spesialis penyakit dalam konsultan gastroenterologi dan hepatologi, Dr. dr. C. Rinaldi A. Lesmana, KGEH, FCAP, FACG, FINASIM, memperingatkan bahwa kondisi ini merupakan salah satu pemicu utama kerusakan hati yang serius di Indonesia.

Dalam sebuah diskusi di Rumah Sakit Medistra, Jakarta, Rinaldi menjelaskan bahwa perlemakan hati sering kali menjadi pintu masuk bagi penyakit yang lebih kronis. 

Jika tidak dideteksi sejak dini, penumpukan lemak ini dapat memicu peradangan hebat yang berujung pada kerusakan permanen.

"Penyakit perlemakan hati saat ini dianggap menjadi satu penyebab penting dari satu perburukan penyakit lever," ujar Rinaldi. 

Dia menambahkan bahwa dampaknya bisa sangat fatal bagi pasien. "Artinya termasuk salah satu penyebab untuk kejadian sirosis, satu kondisi penyakit lever yang lebih berat hingga juga bisa menyebabkan timbulnya kanker hati."

Ancaman Tanpa Gejala

Salah satu tantangan terbesar dalam menangani perlemakan hati adalah sifatnya yang sering kali tidak menunjukkan gejala fisik (asimtomatik). 

Mengacu pada data RS Medistra pada 2015, ditemukan fakta mengejutkan: dari sekitar 1.000 orang yang menjalani pemeriksaan kesehatan (medical check-up), lebih dari 50% di antaranya didiagnosis mengalami perlemakan hati tanpa mereka sadari sebelumnya.

Kondisi ini membuat skrining awal menjadi instrumen yang sangat vital. Dengan deteksi dini, penanganan medis dan intervensi gaya hidup dapat dilakukan lebih cepat sebelum fungsi hati menurun drastis. 

Sebagai organ yang berfungsi menetralisir racun, memproduksi protein, dan membantu pencernaan, kesehatan hati sangat bergantung pada seberapa cepat masalah terdeteksi.

Gaya Hidup dan Penyakit Metabolik

Meskipun perlemakan hati sering dikaitkan dengan konsumsi alkohol,  Rinaldi menekankan bahwa pola hidup tidak sehat menjadi aktor utama di balik meningkatnya kasus ini. Penyakit ini memiliki keterkaitan erat dengan masalah metabolik lainnya seperti:

  • Diabetes melitus
  • Kolesterol tinggi (dislipidemia)
  • Asam urat
  • Obesitas atau kelebihan berat badan

Tantangan Nasional

Melihat populasi Indonesia yang besar, Rinaldi menyerukan pentingnya kolaborasi antarpihak untuk memperluas akses layanan pemeriksaan awal, baik di kota besar maupun daerah.

"Artinya ke depannya menjadi tantangan lebih besar lagi buat negara kita walaupun saat ini pemerintah sudah coba melakukan berbagai macam upaya untuk skrining, kemudian edukasi ke masyarakat," tuturnya. 

Ia juga menyoroti pentingnya skrining hepatitis pada ibu hamil sebagai bagian dari upaya preventif yang lebih luas.

Sebagai langkah pencegahan mandiri, masyarakat diimbau untuk konsisten menerapkan pola makan sehat, mengontrol kadar gula darah, melakukan vaksinasi hepatitis, serta rutin berolahraga minimal 30 menit setiap hari guna menjaga fungsi hati tetap optimal. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya