Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
DETEKSI dini atau skrining sedang dilakukan guna menemukan lebih banyak kasus tuberkulosis (Tb). Upaya ini sejalan dengan Program Hasil Cepat Terbaik (PHCT) atau Quick Win penanganan tuberkulosis yang dicanangkan oleh Presiden RI Prabowo Subianto.
Masyarakat yang tinggal di daerah padat penduduk menjadi sasaran utama dalam penemuan kasus Tb. Investigasi kontak juga dilakukan oleh tenaga kesehatan atau kader dengan minimal delapan orang diperiksa untuk setiap kasus Tb yang ditemukan.
Sekretaris Ditjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Yudhi Pramono menjelaskan alasan pemilihan daerah padat penduduk sebagai fokus utama temuan kasus tuberkulosis karena dengan kepadatan orang yang tinggi dalam ruang terbatas bisa meningkatkan kemungkinan penyebaran penyakit Tb. Penyakit ini menular melalui udara saat seseorang yang terinfeksi Tb batuk atau bersin.
"Kepadatan penduduk berkaitan erat dengan tingginya angka kasus TBC, karena kondisi lingkungan tempat tinggal yang berpotensi mendukung penyebaran penyakit, terutama terkait sirkulasi udara yang buruk," kata Yudhi, Sabtu (1/2).
Kepadatan penduduk dapat mempercepat penularan penyakit melalui udara atau droplet, salah satunya Tb. Semakin padat suatu wilayah, semakin mudah kuman menyebar dan terhirup oleh banyak orang. Selain itu, kurangnya sirkulasi udara di daerah padat penduduk juga meningkatkan risiko infeksi dan mempercepat penyebaran penyakit.
Pemeriksaan tuberkulosis kini dapat dilakukan menggunakan metode Polymerase Chain Reaction (PCR), sebuah teknik yang mampu mendeteksi DNA Mycobacterium tuberculosis (MTB) secara in vitro. Yudhi menegaskan PCR Tb memiliki sensitivitas tinggi dan menjadi metode diagnostik cepat untuk Tb paru. PCR juga dapat mendeteksi resistensi MTB, yang tidak bisa ditemukan melalui metode mikroskopis (Bakteri Tahan Asam/BTA).
"Cara kerja PCR Tb adalah dengan memperbanyak DNA secara enzimatis dan mendeteksi DNA Mycobacterium tuberculosis berdasarkan siklus termal," ungkapnya.
Berdasarkan Surat Edaran (SE) Dirjen P2P Nomor HK.02.02/III.1/936/2021, Tes Cepat Molekuler (TCM) ditetapkan sebagai alat diagnosis utama untuk TBC di Indonesia. TCM adalah alat diagnostik cepat berbasis PCR yang mendeteksi bakteri MTB penyebab TBC. Hingga saat ini, Indonesia telah memiliki sekitar 2.430 TCM yang tersebar di seluruh provinsi dan kabupaten/kota.
Tes ini menggunakan sampel dahak, tetapi tidak semua pasien mampu mengeluarkan dahak, sehingga menjadi tantangan dalam proses diagnosis. Untuk mengatasi kendala dalam pengambilan spesimen dahak, Indonesia tengah melakukan studi validasi klinis alat diagnostik PCR menggunakan spesimen dari tongue swab (usap lidah). Penelitian ini diperkirakan selesai pada Februari 2025, dan dilakukan oleh Universitas Padjadjaran (Unpad) dan Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) dengan dukungan dari Bill & Melinda Gates Foundation. Apabila validasi berhasil, inovasi ini akan menjadi solusi dalam pengambilan spesimen yang lebih mudah, dibandingkan dengan spesimen dahak yang sulit diperoleh.
Sebagai bagian dari Quick Win Kesehatan, pemerintah berkomitmen untuk menurunkan insidensi Tb dan meningkatkan deteksi dini melalui berbagai strategi, seperti optimalisasi skrining di daerah padat penduduk, penguatan layanan diagnostik dengan teknologi PCR dan TCM yang lebih cepat dan akurat, percepatan penelitian inovasi diagnosa berbasis spesimen air liur, serta investigasi kontak secara agresif dengan minimal delapan orang diperiksa untuk setiap kasus Tb yang ditemukan.
"Pemerintah menargetkan eliminasi Tb di Indonesia pada 2030, sejalan dengan target global WHO. Dengan strategi yang terintegrasi dan dukungan penuh dari tenaga kesehatan, kader, serta masyarakat, Indonesia semakin optimis dalam menekan angka kejadian Tb," pungkasnya.(M-2)
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) , Siti Nadia Tarmizi, memaparkan urgensi perbaikan sistem deteksi dini kanker payudara.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menegaskan imunisasi campak-rubella (MR) merupakan langkah paling efektif untuk mencegah penularan campak.
Iuran JKN yang dikelola BPJS Kesehatan perlu naik setiap dua tahun guna mencegah defisit dan menjaga keberlanjutan layanan kesehatan.
RI perkuat imunisasi dan surveilans usai 2 WNA Australia positif campak pasca-perjalanan dari Jakarta & Bandung. Cek detail kasus dan langkah Kemenkes di sini.
Penyakit Tidak Menular (PTM) kini mengintai usia produktif. Kenali gejala, data terbaru 2026, dan panduan deteksi dini untuk menjaga produktivitas masa depan.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan dr. Piprim Basarah Yanuarso diberhentikan dari PNS karena pelanggaran disiplin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved