Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DI musim penghujan saat ini, gigitan nyamuk menjadi hal yang perlu diwaspadai agar tidak terkena demam berdarah (DBD). Dokter umum sekaligus dosen di Universitas Islam Sultan Agung Semarang, dr. Fadhli Rizal Makarim membagikan tentang berbagai bahan alami yang dapat digunakan untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk.
Pertama, minyak kayu putih lemon yang sudah menjadi obat nyamuk alami sejak lama dan 95% efektif memberikan perlindungan tubuh selama 3 jam. Namun demikian, minyak kayu putih ini tidak disarankan untuk diberikan pada anak berusia di bawah 3 tahun.
Kedua, bunga lavender yang bersifat analgesik, antijamur, dan antiseptik. Selain mencegah gigitan serangga, lavender juga efektif menenangkan dan menyejukkan kulit. Cara membuat obat anti nyamuk dari bahan alami ini, yaitu hancurkan lavender dan oleskan sari bunga ke area tubuh yang terbuka seperti tangan, kaki atau leher.
Ketiga, minyak kayu manis. Cara membuat obat nyamuk dari minyak kayu manis adalah mencampurkan dengan ¼ sendok teh (24 tetes) minyak dengan 4 ons air. Campuran ini dapat disemprotkan langsung ke kulit, pakaian atau ruangan di dalam rumah. Sebaiknya hati-hati saat mengoleskan minyak ke kulit. Sebab, campuran yang terlalu kental bisa meningkatkan risiko iritasi kulit. Jika setelah menggunakannya kamu mengalami ruam atau gatal, segera hentikan penggunaan dan bersihkan kulit dengan air.
Keempat, minyak thyme yang efektif mengusir nyamuk yang menjadi penyebab malaria. Obat nyamuk alami ini bisa digunakan dalam tiga cara. Pertama, bakar daun tyme. Asap dari pembakaran daun efektif membunuh serangga tersebut. Cara kedua, campurkan 4 tetes minyak thyme dengan satu sendok minyak zaitun atau jojoba, kemudian minum. Terakhir, campurkan 5 tetes minyak thyme dengan 2 ons air. Larutan ini bisa juga digunakan sebagai semprotan nyamuk.
Kelima, serai atau lemongrass (Cymbopogon citratus) yang mengandung citronella, minyak alami yang terkenal di seluruh dunia sebagai bahan alami pengusir nyamuk. Berdasarkan studi ilmiah tentang efisiensi pengusir serangga nabati pada 2011, terungkap bahwa Citronella dari serai memiliki bau yang menyengat sehingga mampu mengusir nyamuk dalam waktu 2,5 jam dan terbukti mengurangi gigitan serangga tersebut hingga 40%. Cara menggunakan bahan alami ini cukup dengan membakar sebatang serai di dalam ruangan. Asapnya dapat memberikan perlindungan ekstra hingga 50%.
Keenam, minyak pohon teh yang efektif mengusir nyamuk di sekitar rumah berkat sifat antiseptik, antimikroba dan antiinflamasinya. Cara membuatnya dengan mencampur beberapa tetes minyak pohon teh dan air. Masukkan campuran ini ke dalam botol semprot, lalu semprotkan cairan ke lingkungan rumah.
Terakhir, minyak cengkeh yang telah dibuktikan penelitian efektif melawan nyamuk. Penelitian menyimpulkan bahwa bahan alami ini efektif selama hampir empat jam. Namun, seperti minyak thyme, minyak cengkeh tidak boleh kamu oleskan tanpa diencerkan terlebih dahulu pada kulit karena dapat terserap dan menimbulkan efek buruk. Untuk membuat minyak cengkeh menjadi obat pengusir nyamuk, cukup mencampurkan seperempat sendok makan minyak untuk sekitar 100 mililiter air. Campuran ini dapat disemprotkan di kulit, baju, maupun ruangan. (S-1)
Kenali 7 ciri demam berdarah (DB) agar cepat ditangani. Waspadai gejala DB untuk mencegah komplikasi serius.
Pemkot terus mengimbau masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dan meminta agar masyarakat harus rutin membersihkan tempat-tempat yang dapat menampung air.
Sejak Januari hingga Desember 2024 lalu, terdapat 255 kasus dan sebanyak empat orang meninggal dunia akibat DBD di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu.
Dinkes Akan menyebar sebanyak 800 ember berisikan jentik nyamuk ke rumah-rumah warga maupun fasilitas umum dan sosial dengan berjarak 50 meter antar bangunan.
Pada Januari dilaporkan terjadi 54 kasus DBD. Jumlahnya turun signifikan dibandingkan periode yang sama pada 2025.
Dinas Kesehatan Garut masih melakukan edukasi kepada masyarakat supaya kasus DBD dapat ditekan dan menceggah ada korban jiwa.
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved