Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI gizi Luciana B Sutanto mendukung rencana Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menerapkan sistem klasifikasi pangan dan minuman yang dikenal dengan nutri-grade agar publik dapat lebih cerdas dalam memilih makanan bergizi untuk dikonsumsi.
"Perlu (penerapan klasifikasi pangan). Itu hal yang baik sehingga masyarakat bisa mengetahui apa yang mereka konsumsi," kata Luciana, Rabu (22/1).
Dokter spesialis gizi klinik yang meraih gelar Magister Gizi dan gelar Doktor dari Universitas Indonesia itu mengatakan, penerapan sistem ini akan mengategorikan produk pangan berdasarkan kandungan gula dan lemak jenuh, guna memberikan informasi yang jelas kepada konsumen sehingga publik lebih cerdas dalam memilih makanan bergizi untuk dikonsumsi.
Menurut dia, dengan adanya klasifikasi ini maka masyarakat dapat dengan mudah memahami kandungan gizi dalam produk yang mereka konsumsi.
"Langkah ini penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya mengonsumsi makanan yang sehat. Dengan adanya sistem klasifikasi yang jelas, konsumen bisa lebih selektif dalam memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan gizi mereka," ujar Luciana.
Menurutnya, urgensi penerapan klasifikasi pangan ini sangat tinggi. Ia menilai bahwa perubahan pola makan yang kurang sehat dan tingginya konsumsi makanan tinggi gula dan lemak jenuh menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya angka penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, dan obesitas.
Oleh karena itu dengan adanya nutri-grade, masyarakat bisa lebih mudah mengidentifikasi makanan yang lebih sehat, sehingga bisa menurunkan risiko penyakit tersebut.
Selain penerapan sistem nutri-grade, Presiden Perhimpunan Nutrisi Indonesia (Indonesian Nutrition Association/INA) itu juga menyarankan untuk memperkuat kebiasaan mengonsumsi makanan sehat di rumah.
Selain itu, ia menekankan pentingnya edukasi mengenai pola makan sehat, baik di sekolah maupun di masyarakat.
Edukasi yang baik mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi harus terus ditingkatkan, agar generasi muda lebih sadar dan terbiasa memilih makanan yang sehat.
Penerapan nutri-grade diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk menciptakan pola makan sehat di masyarakat, serta mengurangi prevalensi penyakit yang disebabkan oleh pola makan yang tidak sehat.
"Kebiasaan mengonsumsi makanan sehat diawali dari rumah. Penyediaan makanan yang bergizi dan sehat di rumah sangat penting, terlebih peran orang dewasa dalam membentuk perilaku makan anak-anak," katanya.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes Maria Endang Sumiwi mengungkapkan pemerintah mengupayakan penerapan nutri-grade atau klasifikasi pangan dan minuman.
Saat ini, pihaknya masih mengadakan dialog bersama para penyedia produk makanan dan minuman untuk menentukan sistematika penerapannya.
Namun, saat belum ada kebijakan itu, Kemenkes berupaya memperluas edukasi publik tentang pemilihan makanan yang sehat. (Ant/Z-1)
Kandungan natrium (garam) dalam satu bungkus mi instan, khususnya varian kuah, sangatlah tinggi yakni mencapai lebih dari 1.000 miligram.
Kandungan gula yang disamarkan ini sering ditemukan pada jenis makanan ultraprocessed food (UPF).
Orangtua juga diminta mewaspadai Bahan Tambahan Pangan (BTP) seperti pewarna atau penyedap rasa yang sering ditambahkan ke dalam makanan.
Pemeriksaan ini dilakukan karena ada laporan pada Sabtu (24/1) yang menduga makanan tersebut terbuat dari bahan Polyurethane Foam (PU Foam) atau material busa kasur maupun spon cuci.
Kebiasaan menyimpan makanan sisa yang sudah matang sempurna untuk kemudian dipanaskan kembali adalah praktik yang kurang baik bagi kesehatan dan kualitas nutrisi.
Makanan yang sejak awal sudah diolah dengan suhu tinggi, seperti digoreng atau dibakar, sangat rentan mengalami degradasi nutrisi jika kembali terkena panas.
Meningkatnya kompleksitas teknis konsol gim menjadikan proses perbaikan perangkat hiburan digital sebagai aktivitas berisiko tinggi apabila tidak ditangani secara tepat.
Menurut Niti, tanpa adanya insentif, khususnya untuk mobil listrik, harga kendaraan listrik akan melonjak dan berisiko menurunkan daya beli konsumen.
Di tengah perubahan perilaku konsumen yang kian serba cepat dan berbasis lokasi, perusahaan-perusahaan di Indonesia menghadapi tantangan baru.
Kemendag terus melakukan pengawasan terhadap distribusi barang kebutuhan pokok Minyakita jelang Nataru
PEMILIHAN rumah sakit rujukan dengan standar dan komitmen layanan terbaik yang sama dengan perusahaan asuransi menjadi salah satu penentu kualitas layanan kepada peserta.
KESADARAN masyarakat Indonesia sebagai pasar Muslim terbesar di dunia terhadap pentingnya memilih produk kesehatan yang bersertifikasi halal terus menguat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved