Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menargetkan 90% orang dengan tuberkulosis (Tb) rutin mengonsumsi obat dan mendapatkan pendampingan.
"Obatnya sudah kita ubah dan sudah berikan dosis yang jauh lebih singkat, baik yang untuk Tb SO dan Tb RO. Sekarang kita memastikan bahwa masyarakat mulai minum obat, karena itu nggak mudah juga karena perlu pendampingan," kata Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Kantor Kementerian Kesehatan, Jakarta, Rabu (22/1).
Diketahui obat Tb ada dosis yang 4 bulan, ada juga sekarang yang TB RO bisa sampai 6 bulan.
"Itu yang harus benar-benar kita pastikan dia minum obat setengah hari. Itu bukan urusan yang mudah. Apalagi obatnya pilnya banyak. Jadi benar-benar membutuhkan pendampingan. Kita sekarang sedang mencari best practices untuk bisa memastikan pasien-pasien ini ada yang mendampingi," ungkapnya.
Penyakit Tb menyebabkan meninggalnya 130 ribu orang per tahun atau setiap 5 menit 2 pasien yang meninggal. Jadi yang harus benar-benar ditangani bersama.
"Dan mudah-mudahan dengan kita membekali semua kader dan tenaga kesehatan kita lebih baik lagi, mereka bisa menjelaskan ke masyarakat juga, sehingga masyarakat bisa secara proaktif datang ke fasilitas kesehatan, mereka juga mau mulai minum obatnya, dan mereka sadar mereka harus selesai minum obatnya," jelasnya.
Sebelumnya pemerintah bisa mendeteksi Tb paling tinggi hanya 545 ribu. Sekarang bisa menembus 900 ribu orang dari estimasi WHO sekitar 1,8 juta orang.
"Saya targetkan di tahun 2025 ini bisa tembus 1 juta orang yang terkena TB bisa terdeteksi. Tb ini kan penyakit menular, jadi kalau kita nggak bisa deteksi orangnya maka bisa menyebar-nyebar kemana-mana," jelasnya.
Namun, masalah berikutnya adalah 1 juta orang yang terdeteksi Tb itu harus mulai minum obat. Saat ini orang dengan Tb di Indonesia yang sudah rutin minum obat masih rendah. Oleh karena itu ia menargetkan dari 1 juta orang tersebut minimal 90% atau 900 ribu diantaranya mulai minum obat.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Yudhi Pramono menjelaskan pihaknya telah menyusun buku Panduan dan Lembar Balik Tb bagi Tenaga Kesehatan dan Kader agar pengawasan dan pendampingan pasien Tb rutin konsumsi obat.
"Kemenkes menyusun buku panduan sebagai alat bantu sosialisasikan tenaga kesehatan dalam penaggulangan Tb semoga jadi pedoman kader dan tenaga medis dalam memudahkan sampaikan Tb kepada masyarakat," pungkasnya. (H-2)
Pemerintah pusat merencanakan penyediaan alat rontgen untuk seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
Adapun dari total kasus yang ditemukan, sebanyak 3.498 pasien sudah menjalani pengobatan.
KASUS Tuberkulosis (TBC) di Kota Semarang, Jawa Tengah, masih tinggi.
SEBANYAK 9.947 kasus tuberkulosis atau Tb di Kota Bogor Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melaksanakan skrining di 20 titik
Dengan semangat kebersamaan dan inovasi, RSUD Wangaya juga diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik
Kemenkes mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor HK.02.02/C/445/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah di bandara
Di Indonesia, gangguan penglihatan akibat kelainan refraksi yang tidak terkoreksi masih menjadi tantangan serius.
Pada 2026 cakupan intervensi diharapkan semakin luas sehingga target penurunan stunting hingga 5 persen pada 2045 dapat tercapai.
Berikut adalah analisis mendalam mengenai perbedaan Virus Nipah dan COVID-19 berdasarkan data medis dan epidemiologi terkini.
MESKI hingga sore ini (27/1) Kemenkes memastikan nol kasus konfirmasi pada manusia, potensi penyebaran Virus Nipah di Indonesia dinilai "sangat nyata" dan tidak boleh diremehkan.
Untuk mencegah terjadinya penularan di Tanah Air, pemerintah melakukan berbagai upaya seperti memantau perkembangan situasi kejadian penyakit virus Nipah di India dan negara-negara lain,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved