Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PERPUSTAKAAN Nasional Republik Indonesia telah melaksanakan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS) pada 2022-2023 dengan cakupan implementasi pada 34 provinsi, 168 kabupaten/kota, dan 546 desa/kelurahan. Program ini membuktikan bahwa perpustakaan dapat berperan sebagai pusat pemberdayaan masyarakat yang memfasilitasi semua kelompok masyarakat untuk memanfaatkan sumber-sumber informasi dan pengetahuan untuk pengembangan-peningkatan kecakapan hidup atau life skills.
Dalam rangka menilai efektivitas program TPBIS dalam periode implementasi program 2022-2023, dilakukan kajian evaluasi untuk melihat pencapain program dan mengidentifikasi dampak pada pemustaka dan perpustakaan penerima manfaat program. Evaluasi diharapkan dapat menjadi dasar rekomendasi untu keberlanjutan program.
Dari hasil survei, efektivitas program TPBIS memberikan dampak yang dirasakan oleh pemustaka antara lain adalah 86% mengalami peningkatan prestasi akademik, 89,7% keterampilan teknologi Informasi dan komunikasi (TIK) meningkat, 72,8% mendapatkan tawaran pekerjaan, 85,86% kesehatan meningkat setelah mengakses informasi, 85,6% terlibat dalam kegiatan kemasyarakatan, dan 75% dapat berkomunikasi jarak jauh dengan orang lain.
Peningkatan jumlah kunjungan ke perpustakaan terjadi di 84,52 % perpustakaan kabupaten/kota, dan di 84,98 % perpustakaan desa/kelurahan. Hal ini dipengaruhi oleh kehadiran komputer dan internet yang menjadi daya tarik tersendiri karena membuat akses informasi menjadi lebih cepat dan mudah.
Selain itu, rasio nasional untuk nilai investasi program TPBIS terhadap manfaat yang didapat adalah sebesar 3,18, yang berarti bahwa setiap Rp1 yang dikeluarkan akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp3,18.
Rasio tersebut menunjukkan program TPBIS sangat layak untuk dilanjutkan dan diperluas, dengan memperhatikan kebutuhan perbaikan, penyesuaian dan penguatan di beberapa aspek.
Program TPBIS telah berjalan dengan baik dan dinilai efektif untuk pendekatan dan komponen program. Program ini dapat diadopsi dan tahapannya dapat dilakukan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya daerah-daerah yang sudah melakukan replikasi program secara mandiri.
Program TPBIS memberikan dampak kepada pemustaka, termasuk dalam peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan pemberdayaan sosial. Selain itu, pendampingan program TPBIS berhasil meningkatkan efektivitas layanan di perpustakaan daerah baik di provinsi, kabupaten/kota, maupun desa/kelurahan.
Namun demikian, ada beberapa upaya yang diperlukan untuk pengembangan program TPBIS, salah satunya pengembangan sistem pendampingan terpadu dengan penguatan sumber daya lokal dan penguatan ekosistem program di tingkat nasional dan daerah.
Upaya lain yang harus dilakukan adalah melakukan peningkatan kualitas layanan di perpustakaan. Pemantauan dan evaluasi program secara berkelanjutan khususnya terkait membangun kebiasaan untuk mendokumentasikan kegiatan dan layanan secara rutin perlu terus dilakukan. (H-2)
Perpustakaan desa berperan penting dalam TPBIS, dengan menawarkan pelatihan Bahasa Inggris, komputer, dan lainnya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
IPI dan Neliti.com sepakat untuk memperluas akses terbuka pengetahuan, meningkatkan literasi dan inovasi, serta memastikan keberlanjutan pengelolaan pengetahuan Indonesia.
Anggota Komisi X DPR RI Bonnie Triyana melontarkan kritik keras terhadap buruknya layanan digital dan memprihatinkannya kondisi fisik perpustakaan di Indonesia.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong pemanfaatan perpustakaan sebagai bagian upaya peningkatan minat baca dan literasi generasi penerus bangsa.
Kondisi perpustakaan daerah serta layanan digital nasional menjadi sorotan dalam Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI bersama Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas)
Pemanfaatan teknologi imersif dalam layanan kepustakaan merupakan terobosan penting yang jarang dilakukan oleh institusi publik.
Tata kelola data terbuka, literasi digital, dan tanggung jawab etis dalam pemanfaatan AI di institusi pendidikan tinggi menjadi sorotan dalam konferensi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved