Headline
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Tradisi halal bi halal untuk menyempurnakan ibadah puasa Ramadan.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Komnas Haji dan Umrah Mustolih Siradj mengatakan bahwa persiapan haji tahun depan sejauh ini sampai dengan akan berakhirnya 2024 sangat mengkhawatirkan.
Pasalnya di akhir tahun seperti saat ini dikatakan bahwa Komisi VIII DPR RI, Kementerian Agama dan Badan Penyelenggara Haji belum menyepakati atau belum membahas sama sekali terkait dengan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) dan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih).
“Padahal kalau kita melihat misalnya di jadwal yang dirancang oleh Kementerian Agama, itu 2 Mei 2025 adalah pemberangkatan kloter pertama haji Indonesia ke Tanah Suci di Arab Saudi,” ungkapnya kepada Media Indonesia, Kamis (26/12).
Lebih lanjut, dia juga mencatat Komisi VIII DPR RI sebelumnya sudah berjanji akan atau siap menggelar rapat di masa reses. Namun kenyataannya hal tersebut tidak kunjung terealisasi.
“Padahal kalau kita lihat misalnya berdasarkan informasi yang telah disampaikan oleh Kementerian Haji dan Umroh Arab Saudi pada Juni silam, penandatangan kontrak terkait dengan kebutuhan-kebutuhan negara-negara yang mengirimkan ibadah hajinya atau jemaah hajinya, itu mesti sudah ditandatangani di 13 Januari 2025 sampai dengan paling akhir itu adalah 14 Februari 2025,” kata Mustolih.
Dia menegaskan persiapan Indonesia belum ada apa-apa, meskipun sudah ada persiapan petugas, pendaftaran petugas, dan lainnya, tapi semua itu tidak bisa dieksekusi jika tidak ada keputusan mengenai BPIH.
“Kalau BPIH tidak kunjung dibahas dan disepakati yang kemudian nanti produk hukumnya adalah Keputusan Presiden, di mana Keppres itu merupakan hasil rapat antara Komisi VIII DPR dan Kementerian Agama. Nah ini kesepakatan itu belum terjadi dan masih jauh prosesnya. Padahal sistem di Arab Saudi, kontrak-kontrak, segala macam kebutuhan itu adalah termasuk pemondokan, hotel, catering atau konsumsi, kemudian transportasi, semuanya itu kan menggunakan sistem first come first serve. Siapa yang cepat maka dia yang akan segera mendapatkan layanan,” tuturnya.
“Bahkan kalau misalnya di tempat-tempat seperti Armusna, khususnya Mina dan Arofah misalnya, itu kan siapa yang dahulu melakukan kontrak, maka dia akan mendapatkan tempat-tempat strategis atau dekat dengan pusat-pusat penyelenggaran ibadah haji. Misalnya kalau di Mina itu kan tendanya atau pemondokannya, tendanya itu tidak jauh dari, atau ring satu dengan jamarot, tempat melempar jumroh. Tapi kalau misalnya terlambat atau kemudian tidak segera, maka bisa jadi jamaah negara tersebut akan mendapatkan tempat yang jauh. Karena semua negara berebut tempat yang strategis. Dalam arti dekat dengan pusat peribadatan,” lanjut Mustolih.
Untuk itu, Mustolih menilai bahwa pembahasan BPIH ini menjadi jantung atau menjadi kunci penyelenggaraan haji. Maka dari itu, hal ini perlu mendapatkan perhatian dari Presiden Prabowo untuk kemudian segera turun tangan terkait persiapan haji agar segera disiapkan dengan sebaik mungkin.
“Apalagi musim haji 2025 ini adalah musim haji pertama di pemerintahnya Presiden Prabowo. Ini menjadi pertaruhan yang sangat serius. Oleh karena itu apabila persiapannya masih belum matang seperti hari ini, saya kira ini menjadi satu situasi yang perlu disikapi dengan serius oleh Presiden Prabowo. Karena ini menyangkut kepentingan ratusan ribu jemaah,” tegas Mustolih.
Selain itu, dia juga menyoroti tentang kepastian apakah Bipih akan naik atau tidak. Pasalnya dalam kondisi masyarakat dan ekonomi yang sedang gonjang-ganjing seperti hari ini, alangkah baiknya biaya haji tidak mengalami kenaikan.
“Lalu kita juga butuh kepastian terkait dengan apakah ada tambahan kuota atau tidak pada tahun ini. Ini juga belum ada tanda-tanda bahwa kabar yang berembus atau kemudian informasi seperti tahun sebelumnya ada tambahan 20 ribu. Padahal publik khususnya jemaah yang jumlahnya hari ini mencapai 5,4 juta berharap supaya ada tambahan kuota seperti tahun sebelumnya. Misalnya 20 ribu atau paling tidak tambahan yang signifikan. Misalnya tahun yang lalu lagi, itu kan ada tambahan 10 ribu. Ini belum ada gambaran dan saya kira cukup mengkhawatirkan,” ujarnya.
Mustolih juga menyoroti Badan Penyelenggaran Haji yang sebetulnya menjadi lembaga yang baik untuk penyelenggaran ibadah haji agar lebih fokus. Namun, karena lembaga ini dibentuk berdasarkan Peraturan Presiden, publik menangkap seolah-olah ada dualisme antara BP Haji dengan Kementerian Agama.
“Padahal semestinya kalau kita merujuk pada peraturan atau regulasi, sebetulnya penyelenggaran ibadah haji 2025 masih tanggung jawab atau leading sektornya Kementerian Agama. Ini merujuk pada UU 8/2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah,” tegas Mustolih.
“Di sana jelas bahwa penanggung jawab terkait dengan ibadah haji itu adalah Kementerian Agama. Kalau sepanjang undang-undang ini belum diubah atau belum direvisi, maka semestinya yang masih menjadi leading sektor itu adalah Kementerian Agama,” lanjutnya.
Kehadiran BP Haji menurut Mustolih akan memperkuat dan terkait dengan supervisi dan koordinasi. Namun di level teknis pelaksanaan penanggung jawab, termasuk kontrak-kontrak yang ada di Arab Saudi, masih menjadi tanggung jawab Kementerian Agama.
“Tetapi publik seolah-olah terutama ketika ada rapat-rapat DPR, ada dualisme. Ini segera dipertegas oleh Komisi VIII DPR supaya nanti kalau terjadi apa-apa jelas siapa yang bertanggung jawab dan saya kira regulasinya juga masih sangat terang,” pungkas Mustolih.
PENGAMATAN hilal di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipusatkan di Pos Observasi Bulan (POB) Syech Bela-Belu, Kabupaten Bantul, milik Kementerian Agama RI. Hilal dilaporkan tak terlihat
KEMENTERIAN Agama RI sudah mengumukan hasil sidang Isbat Idul Fitri 2026 penentuan 1 Syawal 1447 H. Sementara itu kepastian mengenai kapan Malaysia lebaran 2026 menjadi informasi banyak dicari
hasil sidang isbat idul fitri 2026 dan Panduan lengkap kriteria MABIMS terbaru 2026: Syarat tinggi hilal 3 derajat & elongasi 6,4 derajat sebagai penentu hasil Sidang Isbat di Indonesia.
Kapan Lebaran 2026? Simak hasil Sidang Isbat Idulfitri 2026 dan posisi hilal terbaru. Cek potensi perbedaan 1 Syawal 1447 H di seluruh Indonesia
Kementerian Agama mencairkan Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi ratusan ribu guru madrasah dan guru agama di seluruh Indonesia sebelum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
KPK ungkap peran Gus Alex dalam korupsi kuota haji. Ia diduga instruksikan Kasubdit Kemenag longgarkan aturan T0. Kerugian negara capai Rp622 miliar.
Kemenag Maluku melaporkan hilal 1 Syawal 1447 H gagal terlihat di Negeri Wakasihu karena posisi hilal masih di bawah 2 derajat.
Kemenag melaporkan posisi hilal 1 Syawal 1447 H di seluruh Indonesia belum memenuhi kriteria MABIMS. Simak analisis astronomis selengkapnya.
Klik di sini untuk link live streaming hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 H hari ini, Kamis 19 Maret 2026. Pantau jadwal dan pengumuman resmi Lebaran 2026.
Kanwil Kemenag Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengatakan pemantauan hilal penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah dipusatkan di Bantul. Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat sore ini.
KEMENTERIAN Agama mengawal penyaluran bantuan sosial keagamaan Rp473 miliar selama Ramadan 1447 H. Program ini ditargetkan menjangkau sekitar 3 juta fakir miskin di 117 kabupaten/kota
KPK ungkap eks Stafsus Menag Yaqut patok fee Rp42,2 juta per jemaah untuk percepat haji. Simak kronologi dan skema "Kuota T0" di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved