Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MANDI Wajib atau Ghusl adalah mandi yang dilakukan untuk membersihkan diri dari hadats besar (keadaan tidak suci) dalam agama Islam.
Ghusl menjadi wajib dilakukan setelah seseorang mengalami kondisi yang membatalkan wudhu dan membutuhkan pembersihan total, seperti setelah berhubungan intim, haid, nifas, atau keadaan lainnya yang disyaratkan oleh hukum Islam.
Mandi Wajib atau ghusl adalah mandi yang dilakukan oleh seorang Muslim setelah melakukan hal-hal yang membatalkan wudhu, seperti berhubungan intim, haid, atau nifas.
Mandi wajib tidak memiliki doa khusus yang harus dibaca, namun ada doa yang dianjurkan sebelum memulai mandi wajib, yaitu doa niat untuk membersihkan diri. Doa ini dapat dibaca dalam hati atau dengan lisan sebelum mandi.
Nawaitul ghusla lifarji min al-janabati li'af'ala fardallahi
Saya niat mandi wajib untuk membersihkan diri dari junub (hadats besar) agar dapat melaksanakan kewajiban Allah.
Mencuci Kedua Tangan:
Bersihkan Kemaluan (Jika Perlu):
Berwudhu:
Mencurahkan Air ke Seluruh Tubuh:
Menyucikan Kaki:
Pastikan air merata ke seluruh tubuh, baik kulit maupun rambut, tanpa ada bagian yang terlewat. Jika mandi wajib setelah berhubungan intim, pastikan juga menyucikan tubuh dengan cara yang baik agar seluruh tubuh bersih.
Pada dasarnya, tata cara mandi wajib untuk laki-laki dan perempuan adalah sama, dengan perbedaan pada hal-hal tertentu yang bersifat biologis. Laki-laki dan perempuan harus memastikan bahwa seluruh tubuh mereka bersih dan terkena air secara merata saat mandi wajib.
Mandi wajib atau ghusl adalah syarat sah untuk melaksanakan ibadah tertentu seperti shalat, membaca Al-Qur'an, dan ibadah lainnya setelah terjadi hadats besar (misalnya, setelah berhubungan intim, haid, atau nifas).
Dengan niat yang ikhlas, mandi wajib dilakukan untuk membersihkan diri secara fisik dan spiritual, serta untuk memenuhi kewajiban agama. (Z-12)
Mandi wajib dilakukan karena beberapa sebab, antara lain junub, haid, nifas, melahirkan, serta meninggal dunia. Mandi ini tidak hanya membersihkan tubuh secara fisik
Mandi wajib setelah haid dilakukan oleh wanita untuk mensucikan diri dari hadas besar akibat haid agar kembali suci dan bisa beribadah.
Hadas besar adalah keadaan tidak suci yang tidak bisa disucikan hanya dengan wudu, melainkan harus dengan mandi.
Mandi ini wajib dilakukan agar seseorang dapat melaksanakan ibadah, seperti salat, dengan kondisi suci.
Sucikan diri, raih keberkahan! Temukan keutamaan niat mandi wajib dalam membentuk jiwa bersih dan hidup lebih bermakna.
Panduan lengkap mandi wajib pria: niat, tata cara, dan keutamaan. Bersuci sempurna, hidup lebih berkah!
Mandi wajib untuk laki-laki dilakukan dengan niat menghilangkan hadas besar dan menyiram seluruh tubuh hingga merata. Jika niat dan rukun terpenuhi, maka mandi wajib sah.
Apakah mandi besar (mandi wajib/mandi junub) boleh pakai sabun dan sampo? Simak penjelasan Ning Sheila Hasina dan Gus Baha agar mandi junub sah dan tidak menjadi mutaghayir.
Mandi wajib dilakukan karena beberapa sebab, antara lain junub, haid, nifas, melahirkan, serta meninggal dunia. Mandi ini tidak hanya membersihkan tubuh secara fisik
Dalam Islam, mandi wajib disebut juga mandi junub. Mandi ini bersifat wajib, sehingga tidak boleh ditinggalkan ketika seseorang berada dalam keadaan hadas besar.
Mandi wajib dilakukan ketika seseorang mengalami hal seperti keluar air mani termasuk mimpi basah, berhubungan suami istri, selesai masa haid atau nifas, dan melahirkan.
Mandi wajib juga disebut mandi junub dan dilakukan ketika seseorang mengalami kondisi tertentu, seperti keluar mani, berhubungan suami istri, selesai haid atau nifas
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved