Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MANDI wajib adalah mandi yang dilakukan untuk menghilangkan hadas besar dan mensucikan diri secara syar’i, agar seseorang kembali dalam keadaan suci dan bisa melakukan ibadah seperti shalat, membaca Al-Qur’an, atau menyentuh mushaf.
Mandi junub dilakukan untuk mensucikan diri dari hadas besar, seperti setelah berhubungan suami istri, mimpi basah, selesai haid atau nifas, masuk Islam bagi mualaf, dan kematian.
Boleh dibaca dalam hati atau dilafalkan sebelum memulai mandi.
Cuci tangan sebanyak 3 kali sebelum menyentuh air dalam bejana atau gayung.
Bersihkan bagian kemaluan dan area sekitar dengan tangan kiri.
Berwudhu seperti biasa, boleh tanpa membasuh kaki jika dilakukan setelah mandi. Jika di akhir mandi kamu membasuh kaki lagi, cukup diakhirkan.
Siram kepala sebanyak 3 kali hingga membasahi pangkal rambut.
Mulai dari sisi kanan, lalu sisi kiri. Pastikan air merata ke seluruh tubuh, termasuk lipatan kulit, pusar, dan sela-sela jari.
Jika saat wudhu tidak mencuci kaki, maka cuci kaki di akhir mandi.
Saat mandi wajib, pastikan tidak ada penghalang air mengenai kulit seperti cat, lem atau make-up.
Mandi wajib bisa dilakukan dengan shower, gayung, atau bahkan berendam, asal air mengenai seluruh tubuh. Tidak harus menggunakan sabun atau shampo, tapi diperbolehkan jika ingin bersih.
Bacaan Arab
Bacaan Latin
Nawaitul ghusla li raf‘il ḥadatsil akbari lillāhi ta‘ālā
Artinya
"Aku niat mandi untuk menghilangkan hadas besar karena Allah Ta’ala."
Niat dilakukan di dalam hati saat air pertama kali menyentuh tubuh. (Z-4)
Aku berniat mandi wajib untuk menghilangkan hadas besar karena Allah Ta'ala.
Setelah mandi junub, baru diperbolehkan melakukan ibadah seperti salat, puasa, menyentuh Al-Qur'an, dan ibadah lainnya yang mensyaratkan kesucian.
Mandi wajib dilakukan dengan niat untuk menghilangkan hadas besar, seperti setelah berhubungan badan, menstruasi (haid), atau nifas. Pastikan air mengenai seluruh tubuh
Mandi wajib untuk laki-laki dilakukan dengan niat menghilangkan hadas besar dan menyiram seluruh tubuh hingga merata. Jika niat dan rukun terpenuhi, maka mandi wajib sah.
Apakah mandi besar (mandi wajib/mandi junub) boleh pakai sabun dan sampo? Simak penjelasan Ning Sheila Hasina dan Gus Baha agar mandi junub sah dan tidak menjadi mutaghayir.
Mandi wajib dilakukan karena beberapa sebab, antara lain junub, haid, nifas, melahirkan, serta meninggal dunia. Mandi ini tidak hanya membersihkan tubuh secara fisik
Dalam Islam, mandi wajib disebut juga mandi junub. Mandi ini bersifat wajib, sehingga tidak boleh ditinggalkan ketika seseorang berada dalam keadaan hadas besar.
Mandi wajib dilakukan ketika seseorang mengalami hal seperti keluar air mani termasuk mimpi basah, berhubungan suami istri, selesai masa haid atau nifas, dan melahirkan.
Mandi wajib juga disebut mandi junub dan dilakukan ketika seseorang mengalami kondisi tertentu, seperti keluar mani, berhubungan suami istri, selesai haid atau nifas
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved