Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
AHLI Gizi, Putri MJ mengungkapkan, bahwa sering merasa ngantuk setelah makan bisa disebabkan oleh konsumsi karbohidrat dalam jumlah yang banyak.
Makanan adalah sumber energi utama bagi tubuh, namun sering dijumpai sebuah fenomena dimana setelah kita konsumsi makanan membuat tubuh kita lemah dan ingin tidur.
Putri MJ mengatakan bahwa konsumsi karbohidrat dengan porsi banyak dapat meningkatkan kadar gula darah secara cepat, yang kemudian diikuti oleh penurunan kadar gula darah. Penurunan kadar gula darah ini bisa membuat tubuh merasa lelah atau mengantuk.
"Biasanya kalau habis makan kita ngantuk, itu biasanya karena kita konsumsi terlalu banyak karbohidrat. Jadi kalau kita konsumsi karbohidrat, gula darah akan naik, tapi kalau tidak diimbangi dengan protein dan serat naiknya itu kalau dilihat dari grafik itu, naiknya akan cepat dan turunnya juga akan cepat," ungkapnya saat ditemui di Ganara Art Space, Plaza Indonesia, Jakarta pada Rabu (11/12).
Ia menambahkan bahwa sangat penting bagi kita dalam konsumsi makanan mengandung karbohidrat harus diimbangi dengan protein dan serat.
"Sementara kalau kita makan karbohidrat tidak terlalu banyak dan diimbangi dengan protein dan juga serat, gula darah itu naiknya perlahan dan turunnya juga akan perlahan gitu. Jadi akan lebih bagus untuk kondisi kita agar tidak cepat lapar," ujarnya
Menurutnya, jika mengonsumsi karbohidrat dalam jumlah banyak dan secara terus-menerus, dapat membuat berat badan lebih cepat naik yang berpotensi mengalami obesitas.
"Kalau terlalu banyak mengonsumsi karbohidrat dan juga lemak itu dapat memicu tubuh kita mengonsumsi terlalu banyak kalori. Karena karbohidrat itu empat kilo kalori per gram, kalau lemak itu sembilan kilo kalori per gram. Kalau terlalu banyak itu dapat menaikkan berat badan," pungkas Putri.
Setelah makan, rasa ngantuk bisa muncul karena tubuh lebih fokus untuk mencerna makanan. Namun, ada beberapa cara untuk mengurangi rasa ngantuk setelah makan. Berikut penjelasannya
Hindari makan dalam porsi besar yang dapat membuat tubuh lebih banyak mengalirkan darah ke saluran pencernaan, yang menyebabkan rasa kantuk.
Konsumsi makanan yang kaya akan protein, serat, dan karbohidrat kompleks. Makanan berat yang tinggi lemak dan gula karena dapat menyebabkan gula darah dan kemudian menghindari penurunan yang drastis, yang bisa membuat Anda merasa lelah.
Makan dengan perlahan memberi waktu pada tubuh untuk mencerna makanan dengan lebih efisien, sehingga Anda bisa terhindar dari rasa lelah akibat pencernaan yang berat.
Dehidrasi bisa membuat Anda merasa lelah. Pastikan untuk minum cukup air sepanjang hari, termasuk setelah makan.
Dengan memperhatikan pola makan yang sehat dan gaya hidup yang aktif, Anda dapat mengurangi rasa kantuk setelah makan. (Z-12)
NASI dituding sebagai biang kerok perut buncit. Guru Besar Pangan dan Gizi IPB University, Profesor Ali Khomsan menilai anggapan tersebut lahir akibat kurangnya pemahaman soal gizi seimbang
Dokter dan ahli gizi Tan Shot Yen ingatkan takjil bukan ajang makan besar. Cukup air putih dan 3 kurma untuk rehidrasi tubuh saat buka puasa. Cek tips sehatnya di sini.
Hati-hati, kenyang karena takjil berisiko picu kekurangan protein saat puasa. Simak penjelasan ahli gizi Dr. Rita Ramayulis tentang pola makan sehat.
Ahli gizi Alvaro Vargas menegaskan bahwa roti gandum utuh 100 persen justru dapat menjadi bagian penting dari pola makan sehat.
KETUA Umum DPP Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi), Doddy Izwardy, menyoroti pentingnya perubahan perilaku masyarakat dalam pola makan sehat.
Dalam hal serat, asupan yang terlalu tinggi dapat mengganggu keseimbangan nutrisi secara keseluruhan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved