Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM hujan biasanya terjadi pada bulan Oktober hingga Maret. Keberadaannya membawa tantangan kesehatan yang tidak boleh diabaikan. Oleh karena itu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Banjarnegara gencar memberikan edukasi kesehatan untuk menghadapi musim hujan.
Pada musim hujan, tubuh menjadi lebih rentan terhadap penyakit karena kondisi lingkungan yang mendukung pertumbuhan virus dan bakteri, serta berkurangnya paparan sinar matahari. Risiko terkena flu, batuk, dan pilek lebih tinggi akibat kelembaban udara yang tinggi dan suhu yang rendah.
Selain itu, hujan juga dapat memicu pertumbuhan jamur dan bakteri pada permukaan yang lembap, seperti dinding rumah dan perabotan. Hal ini dapat menimbulkan alergi dan masalah pernapasan, terutama pada individu yang rentan. Musim hujan sering kali menyebabkan meningkatnya kasus beberapa penyakit, di antaranya:
DBD disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti, yang berkembang biak di genangan air. Musim hujan menciptakan banyak tempat tergenang yang menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk ini, sehingga meningkatkan risiko penyebaran DBD.
Penyakit diare sering terjadi selama musim hujan karena banjir dapat mencemari sumber air dengan bakteri, virus, atau parasit. Kontaminasi air minum atau makanan yang terkontaminasi akibat genangan air banjir memperburuk penyebaran penyakit pencernaan seperti diare dan tipes.
Pada musim hujan, udara yang dingin dan lembap mendukung penyebaran virus influenza yang menyerang saluran pernapasan. Kelembaban yang tinggi juga meningkatkan peluang virus berkembang, menjadikan flu lebih mudah menyebar.
Nyamuk Anopheles, pembawa parasit penyebab malaria, berkembang biak di genangan air. Oleh karena itu, musim hujan meningkatkan jumlah nyamuk ini, memperbesar kemungkinan penyebaran malaria di daerah yang terendam banjir.
Selama musim hujan, banjir dapat mencemari air dengan bakteri Salmonella typhi, penyebab tipes. Air yang terkontaminasi ini bisa masuk ke tubuh manusia melalui konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi.
Leptospirosis disebabkan oleh bakteri Leptospira yang disebarkan melalui urine tikus yang mencemari air banjir. Selama musim hujan, air yang tercemar urine tikus lebih mudah masuk ke tubuh manusia melalui kulit atau selaput lendir, menyebabkan infeksi.
Musim hujan membawa kelembaban tinggi dan genangan air yang bisa mencemari kulit dengan bakteri atau jamur. Infeksi kulit seperti dermatitis atau gatal-gatal lebih sering terjadi pada musim ini, terutama pada bagian tubuh yang lembap akibat hujan atau banjir.
Menghadapi situasi ini, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Banjarnegara mengambil langkah aktif dengan berbagai program edukasi kesehatan untuk masyarakat. Ketua IDI Banjarnegara, dr. Agus Ujianto, menyatakan bahwa musim hujan tidak hanya membawa ancaman penyakit, tetapi juga menjadi kesempatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.
IDI Banjarnegara secara aktif mengadakan penyuluhan kesehatan di berbagai wilayah, termasuk sekolah, komunitas, dan fasilitas umum. Penyuluhan ini bertujuan memberikan informasi tentang langkah-langkah pencegahan penyakit di musim hujan, pentingnya menjaga kebersihan, serta cara meningkatkan daya tahan tubuh.
IDI Banjarnegara memberikan beberapa langkah mudah yang dapat diikuti masyarakat untuk menjaga kesehatan selama musim hujan:
Pastikan tidak ada genangan air di sekitar rumah yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Bersihkan selokan dan buang sampah pada tempatnya.
Makan makanan bergizi dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Pastikan makanan yang dikonsumsi higienis dan matang sempurna.
Selalu gunakan air yang sudah dimasak atau disaring untuk mencegah penyakit pencernaan.
Suhu yang dingin dapat memicu flu dan demam. Pastikan tubuh tetap hangat dengan menggunakan pakaian yang sesuai.
Jangan abaikan gejala penyakit. Jika merasa kurang sehat, segera periksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.
IDI Banjarnegara mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kesehatan selama musim hujan. Dengan mempraktikkan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan, risiko terkena penyakit dapat diminimalkan. (Z-10)
Sumber:
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Kegiatan ini sekaligus menjadi kampanye cinta lingkungan dengan pesan utama Cintai Alam, Cintai Lingkungan Beserta Habitatnya.
MAHASISWA dan dosen Program Magister (S2) Ilmu Komunikasi Universitas Mercu Buana (UMB) menggelar kegiatan social volunteering bagi pelajar di SMA Negeri 1 Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat.
Para astronom menjelaskan bahwa gerhana Matahari bukanlah peristiwa acak, melainkan fenomena yang dapat diprediksi secara ilmiah melalui perhitungan orbit Bulan dan Bumi.
Berkaca dari kasus Boiyen, simak aturan hukum Cerai Gugat di Pengadilan Agama. Apa bedanya dengan talak, syarat pengajuan, dan prosedur mediasinya?
Ekoteologi tidak boleh berhenti sebagai wacana, tetapi harus menjadi perilaku nyata umat dalam kehidupan sehari-hari.
Data Riskesdas 2018 menunjukkan prevalensi anemia pada anak usia 5–14 tahun sebesar 26,8% dan pada usia 15–24 tahun sebesar 32%.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved