Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DI musim hujan, sistem kekebalan tubuh masyarakat cenderung menurun karena perubahan suhu dan kelembapan. Untuk mempertahankan tubuh agar tetap sehat, beberapa tanaman herbal yang berasal dari Indonesia seperti kunyit (Curcuma longa), temulawak (Curcuma xanthorrhiza), dan meniran (Phyllanthus niruri) telah terbukti memiliki manfaat untuk memperkuat sistem imun.
Kunyit memiliki senyawa aktif bernama kurkumin yang memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan.
Berdasarkan studi yang diterbitkan dalam jurnal Molecules, yang dirilis oleh National Center for Biotechnology Information (NCBI), kurkumin diketahui dapat berfungsi sebagai imunomodulator dengan meningkatkan aktivitas sel T dan makrofag.
Selain itu, kunyit juga membantu mengurangi stres oksidatif melalui mekanisme antioksidan alami. Ini sangat berguna untuk menjaga daya tahan tubuh, terutama pada saat cuaca lembap dan dingin yang dapat meningkatkan risiko infeksi.
Temulawak, yang sering dipakai dalam ramuan tradisional, juga menunjukkan kemampuan imunomodulator yang signifikan.
Menurut tinjauan dari berbagai penelitian yang dicatat di Phytotherapy Research, ekstrak temulawak mengandung xanthorrhizol dan kurkuminoid yang dapat merangsang peningkatan produksi sel darah putih seperti limfosit dan makrofag, yang berperan penting untuk melawan infeksi di musim hujan.
Sementara itu, meniran dikenal sebagai tanaman herbal yang memperkuat kekebalan tubuh, khususnya dengan meningkatkan produksi interferon dan aktivitas sel natural killer (NK).
Penelitian dalam Journal of Ethnopharmacology menyatakan bahwa ekstrak meniran efektif dalam menghambat replikasi virus serta mempercepat pemulihan dari infeksi saluran pernapasan atas.
Penggunaannya juga cukup mudah. Kunyit dan temulawak bisa dikonsumsi dalam bentuk seduhan atau direbus dengan air, sedangkan meniran dapat dikeringkan terlebih dahulu sebelum diseduh seperti teh.
Mengonsumsinya secara rutin dua hingga tiga kali seminggu dianggap aman dan bermanfaat untuk kebugaran tubuh saat musim hujan.
Dengan kandungan bioaktif yang telah dibuktikan secara ilmiah, ketiga tanaman herbal ini menjadi pilihan alami untuk mendukung sistem kekebalan tubuh.
Namun, penerapan gaya hidup sehat yang menyeluruh, seperti cukup istirahat, olahraga ringan, dan mengonsumsi makanan bergizi tetap merupakan kunci utama untuk menjaga kesehatan. (berbagai sumber/Z-1)
Keuntungan dari sinar matahari di pagi hari bukan hanya untuk bayi, tetapi juga untuk anak-anak, orang dewasa, hingga orang lanjut usia.
Ketahui kandungan Vitamin D per 100 g pada ikan: salmon 450 IU, makarel 366 IU, sarden 193 IU. Lengkap dengan manfaat bagi tulang, otot, dan kekebalan tubuh optimal.
Faktor bioaktif dalam ASI itu bukan nilai nutrisi, bukan lemaknya, bukan proteinnya, tapi faktor yang dapat membantu kematangan usus dan sel-sel kekebalan.
Ilmuwan dari Universitas Southampton telah merancang ulang antibodi menjadi versi super kuat yang mampu memperkuat sistem imun dalam menyerang kanker
Kurang tidur tak hanya berdampak pada suasana hati dan daya pikir, tetapi juga berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh.
Kandungan senyawa aktif pada kunyit dipercaya mampu menunjang kesehatan sistem reproduksi, baik bagi pria maupun wanita, selama menjalani program hamil (promil).
Minuman ini termasuk dalam jenis jamu, yang sudah lama digunakan oleh masyarakat sebagai ramuan herbal untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh.
Kunyit dikenal kaya kurkumin yang bersifat antioksidan dan anti-inflamasi. Temukan bagaimana kunyit membantu menurunkan risiko kanker secara alami.
Kunyit bukan hanya bumbu dapur, tapi juga dikenal sebagai tanaman obat yang punya banyak manfaat kesehatan.
Devi mengatakan jenis makanan yang secara alami mempunyai preparat anti-inflammasi bisa membantu mengurangi nyeri sendi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved