Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
TANGGAL 17 November diperingati sebagai Hari Pelajar Internasional. Tapi, tahukah kamu apa arti dari peringatan ini? Hari Pelajar Internasional adalah sebuah peringatan global yang menyoroti pentingnya pendidikan bagi semua siswa.
Pada 1941, International Students' Council mengadakan pertemuan di London. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan untuk menetapkan 17 November sebagai Hari Pelajar Internasional yang diperingati setiap tahun.
Hari Pelajar Internasional berperan dalam menjamin setiap anak di dunia memiliki akses ke pendidikan. Sekaligus mengenang keberanian ribuan pelajar di Praha yang berjuang untuk kebanggaan nasional dan hak mereka atas pendidikan tinggi.
Tak banyak yang tahu Hari Pelajar Internasional bermula dari peristiwa memilukan. Dilansir dari beberapa sumber, Hari Pelajar Internasional bermula dari sebuah peristiwa tragis pada masa Perang Dunia II di Cekoslowakia.
Tahun 1939, mahasiswa Universitas Charles di Praha mengadakan demonstrasi untuk merayakan 21 tahun kemerdekaan Republik Cekoslowakia. Namun, demonstrasi ini dibubarkan dengan kekerasan pasukan Nazi, yang mengakibatkan banyak mahasiswa ditangkap dan beberapa tewas.
Aksi tersebut merupakan bentuk perlawanan damai terhadap pendudukan Jerman, namun dibalas dengan kekerasan oleh pasukan Nazi. Nazi adalah partai politik yang dipimpin oleh Adolf Hitler dan berkuasa di Jerman dari tahun 1933 hingga 1945.
Mereka terkenal dengan ideologi ekstrem yang termasuk nasionalisme Jerman, rasisme, dan kebencian terhadap orang Yahudi. Di bawah rezim Nazi, pasukan Jerman melakukan banyak kekejaman, termasuk penindasan terhadap kelompok minoritas dan ekspansi militer ke negara-negara Eropa lainnya.
Salah satu mahasiswa, Jan Opletal, tertembak dan meninggal pada 11 November 1939. Pemakamannya pada 15 November menjadi sebuah peristiwa besar, karena ribuan mahasiswa mengikutinya dan berubah menjadi demonstrasi anti-Nazi.
Sebagai balasan, Nazi menutup universitas-universitas di wilayah Ceko, menangkap lebih dari 1.200 mahasiswa, dan mengirim mereka ke kamp konsentrasi. Pada 17 November, sembilan orang, termasuk delapan mahasiswa dan satu profesor, dieksekusi tanpa pengadilan.
Peristiwa ini menarik perhatian dunia internasional. Pada 1941, Dewan Mahasiswa Internasional yang terdiri dari mahasiswa pengungsi (mahasiswa yang melarikan diri dari negara mereka karena perang atau penindasan) mengadakan pertemuan di London untuk mengenang tragedi tersebut. Mereka memutuskan untuk menetapkan 17 November sebagai Hari Pelajar Internasional.
Hari Pelajar Internasional diperingati untuk mengenang perjuangan mahasiswa yang melawan penindasan, menegaskan pentingnya solidaritas global di kalangan pelajar, serta memperingati hak-hak pelajar atas pendidikan yang adil, kebebasan berpendapat, dan kebebasan akademik, yang merupakan dasar dari setiap sistem pendidikan.
Hari Pelajar Internasional dapat dirayakan dengan berbagai cara, seperti melalui kegiatan yang diadakan di universitas dan sekolah, seperti festival budaya, ceramah, lokakarya, karnaval, serta lomba menulis esai, kuis, debat, dan berbagai acara seru lainnya.
Selain itu, banyak universitas mengadakan pembicaraan yang melibatkan para ahli dan pejabat untuk membahas isu-isu yang dihadapi komunitas mahasiswa serta mencari solusi atas tantangan yang ada, sementara informasi tentang beasiswa dan program bantuan keuangan juga sering dibagikan untuk mendukung para pelajar.
Namun, jika kamu merasa kesulitan mengikuti acara tersebut, kamu bisa merayakan Hari Pelajar Internasional dengan cara yang lebih pribadi, yaitu belajar giat sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan mahasiswa di masa lalu yang memperjuangkan hak atas pendidikan dan kebebasan akademik. (Universitas Muhammadiyah Jakarta/demokratis/Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surabaya/School Connect/Z-3)
Prestasi langka ini menegaskan keunggulan pelajar Indonesia di panggung robotika global.
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menghadiri kegiatan Parlemen Pelajar PW IPM Banten 2025 di Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Ia menekankan bahwa akar persoalan bukan pada keberadaan platform, melainkan kurang optimalnya mekanisme penyaringan konten berbahaya oleh perusahaan teknologi besar.
PELAKU teror di era masyarakat digital jangan dibayangkan orang-orang dengan keterikatan pada ideologi dan agama yang kebablasan.
SEBANYAK 152 pelajar dari 38 provinsi resmi menyelesaikan pelatihan perdana Gladian Sentra Paskibra untuk Indonesia (Garuda) Tahun 2025.
GURU Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Achmad Tjachja Nugraha, menilai Sekolah Rakyat merupakan langkah paling rasional untuk mengatasi kesenjangan pendidikan.
PENDIDIKAN kerap dimaknai sebatas proses belajar-mengajar di ruang kelas. Padahal, mutu pendidikan sesungguhnya dibangun oleh sebuah ekosistem yang lebih luas.
MENTERI Kesehatan memiliki ambisi besar untuk mereformasi sistem pendidikan dokter spesialis di Indonesia.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Sekolah Rakyat (SR) se-Jawa Timur.
Pelaksanaan TKA SD dan SMP tahun 2026 diawali dengan pendaftaran peserta 19 Januari hingga 28 Februari 2026,
Peran warga sekolah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan murid, sangat strategis dalam memastikan sekolah aman dan nyaman.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved