Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
UNIVERSITAS Logistik dan Bisnis Internasional (ULBI) mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM). Kegiatan PKM ini diperoleh dari Hibah Program Pengabdian kepada Masyarakat Tahap II Tahun Anggaran 2024 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, pada Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat-Kompetitif Nasional.
Judul PKM ini adalah "Implementasi Manajemen Risiko dengan Pendekatan Risk Register untuk Meningkatkan Kinerja dan Layanan pada Usaha Start-Up Logistik di Bandung”.
PKM ini diketuai oleh Dr Maniah SKom MT dengan anggota Dr Erna Mulyati dan Y Casmadi SE MM. Tujuan program ini adalah untuk membantu UMKM memahami dan mengimplementasikan manajemen risiko, meningkatkan efisiensi produksi, serta memanfaatkan pemasaran digital. Fokus dari kegiatan ini adalah pengelolaan sistem inventory dan penyediaan strategi pemasaran yang tepat guna bagi mitra.
Seremonial kegiatan dilaksanakan secara luring dengan dua kali pelatihan, yaitu pada 24 Oktober 2024 Pelatihan Manajemen Risiko Oprasional dan penggunaan perangkat risk register serta Pelatihan Sistem Inventori. Kegiatan diselenggarakan di ruang 208 Gedung Rektorat ULBI.
Pelatihan kedua pada 12 November 2024 meliputi Pelatihan Konsep Dasar Penggunaan Teknologi pada Mesin Produksi Pakaian Menggunakan Mesin Komputer serta Pelatihan tentang Strategi Pemasaran dan Pelatihan tentang Bisnis Digital yang diselenggarakan di ruang R4 Gedung Anggrek Kampus ULBI yang diikuti oleh UMKM Monza Mom & Kids sebagai mitra.
“Pelatihan ini sangat penting bagi UMKM seperti Monza Mom & Kids, terutama dalam menghadapi tantangan logistik dan pemasaran di era digital. Kami berharap melalui pengenalan perangkat risk register, mitra dapat lebih memahami potensi risiko dalam bisnis dan memitigasinya secara lebih efisien,” kata Maniah.
Erna menambahkan, dengan adanya pelatihan ini, UMKM tidak hanya lebih siap dari segi manajemen risiko tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pangsa pasar mereka.
“Kami sangat optimis bahwa strategi ini akan meningkatkan daya saing mereka.” jelas dia.
Pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing UMKM di pasar lokal dan internasional.
Diketahui, UMKM Monza bergerak di bidang fashion rajutan di wilayah Lembang, Bandung. UMKM tersebut terus berupaya meningkatkan daya saing mereka di tengah tantangan bisnis yang semakin kompetitif.
Berawal sebagai usaha penjualan makanan, bisnis ini beralih ke produksi fashion rajutan sejak tahun 2019 setelah terdampak oleh pandemi covid-19.
Pemilik UMKM Monza, Nani Sumarni, bersama suaminya, telah mengembangkan bisnis mereka dengan memproduksi berbagai produk fashion seperti baju bayi, cardigan, hingga rok rajutan.
Dengan mempertahankan penggunaan mesin manual, Monza mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi dan tahan lama. Namun, di tengah persaingan yang ketat, terutama dengan UMKM lain dan perusahaan besar yang menggunakan mesin otomatis, Monza mengalami tantangan dalam meningkatkan daya saing dan mengelola stok produksi.
Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh Monza adalah keterbatasan pengetahuan terkait manajemen stok bahan baku dan strategi pemasaran digital. Untuk itu, mereka kini mendapatkan dukungan dari program pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan UMKM di bidang fashion.
“Program ini menawarkan solusi berupa pelatihan manajemen risiko operasional, sistem inventori, dan strategi pemasaran digital,” kata Erna.
Melalui program ini, Monza diharapkan dapat memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pasar, meningkatkan penjualan secara online, dan memperbaiki manajemen stok bahan baku yang selama ini menjadi salah satu tantangan utama.
Selain itu, pelatihan penggunaan mesin berbasis komputer diharapkan dapat membantu meningkatkan daya saing produk rajutan mereka di pasar domestik dan internasional.
Dengan adanya program ini, UMKM Monza diharapkan dapat berkembang lebih baik dan bersaing secara lebih efektif di era digital, serta membuka peluang untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan profitabilitas. (Z-6)
Selain digitalisasi, IPC TPK mulai merancang konsep Hub & Spoke pada terminal-terminal yang dikelola.
Peningkatan volume ini didorong oleh pembukaan layanan baru, baik reguler maupun adhoc, yang memperkuat konektivitas perdagangan.
Klaim sejumlah pejabat tinggi negara bahwa kondisi pascabanjir di Sumatra, tampaknya belum sepenuhnya sejalan dengan realitas di lapangan.
Langkah ekspansi ini dilakukan untuk merespons peran strategis Jawa Timur yang kian melesat sebagai salah satu pusat perdagangan internasional di Indonesia.
Direktur Utama SPJM, Tubagus Patrick, menegaskan bahwa seluruh lini layanan perusahaan telah disiagakan untuk memastikan kelancaran operasional pelabuhan.
IPC Terminal Peti Kemas (IPC TPK) terus mencatatkan tren positif kinerja operasional menjelang akhir tahun 2025.
Di tengah laju globalisasi dan semakin terhubungnya perekonomian dunia, kolaborasi lintas negara dalam pendidikan tinggi kian menjadi kebutuhan strategis.
MCORP bekerja sama dengan PT AI Indonesia dalam pengembangan tiga produk berbasis kecerdasan artifisial yang ditujukan untuk memperkuat ekosistem pemasaran nasional.
Universitas President, Cikarang, Jawa Barat memperkenalkan pendekatan pembelajaran pemasaran yang lebih progresif.
Fitur Click to WhatsApp with Purchase Optimization, bukan sekadar untuk meningkatkan traffic atau jumlah chat, tetapi benar-benar mengoptimalkan strategi pemasaran
Kondisi dunia yang sangat dinamis sekarang ini salah satunya akibat gejolak militer serta persaingan dagang, membutuhkan strategi yang jitu dalam pemasaran lokal dan global.
Amalia juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya sebagai Ketua Umum Perpi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved