Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Di tengah laju globalisasi dan semakin terhubungnya perekonomian dunia, kolaborasi lintas negara dalam pendidikan tinggi kian menjadi kebutuhan strategis, bukan sekadar pelengkap kurikulum. World Economic Forum (WEF) secara konsisten menempatkan adaptabilitas dan kecerdasan emosional sebagai keterampilan masa depan, yang keduanya sangat berkaitan erat dengan kemampuan bekerja lintas budaya dan memahami perbedaan perspektif global.
Sejalan dengan itu, Bank Dunia mencatat kawasan Asia Timur dan Pasifik sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi global, bahkan kerap melampaui rata-rata dunia. Dinamika ini menjadikan kawasan tersebut ruang belajar yang penting untuk memahami perilaku pasar internasional, sekaligus menegaskan urgensi menghadirkan pengalaman pembelajaran berwawasan global bagi mahasiswa sejak dini.
Merespons tantangan tersebut, Program Studi S1 International Marketing Universitas Prasetiya Mulya kembali menyelenggarakan Immersion Program bersama University of Canterbury (UC), Selandia Baru. Kegiatan yang berlangsung di Kampus BSD itu mempertemukan 21 mahasiswa UC dari berbagai disiplin ilmu dengan 31 mahasiswa Prasetiya Mulya dalam rangkaian pembelajaran kolaboratif berbasis experiential learning.
Program ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya mempelajari teori pemasaran internasional, tetapi juga memahami perilaku konsumen dan consumer insight dalam konteks lintas budaya melalui interaksi langsung. Sejak semester awal, mahasiswa diajak melihat bagaimana perbedaan budaya, nilai, dan kebiasaan memengaruhi cara konsumen berpikir dan mengambil keputusan di pasar global.
Untuk memperkaya perspektif praktis, rangkaian kegiatan turut menghadirkan kuliah tamu dari PT Kino Indonesia Tbk, salah satu perusahaan consumer goods nasional. Aktivitas program meliputi diskusi kelompok, sesi industri, hingga presentasi akhir yang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan temuan dan rekomendasi berbasis riset konsumen.
Head of Cooperation & Partnership School of Business and Economics Universitas Prasetiya Mulya, Angelica Natasha, menjelaskan bahwa Immersion Program ini telah memasuki tahun kedua penyelenggaraan bersama University of Canterbury. Menurutnya, program ini merupakan bentuk nyata komitmen kampus dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, berorientasi global, dan berbasis pengalaman langsung.
"Melalui kolaborasi lintas negara, mahasiswa dilatih untuk melihat konsumen bukan sekadar angka atau data, melainkan bagian dari konteks budaya yang kompleks," ujar Angelica.
Kompetensi semacam ini, lanjut Angelica, menjadi fondasi penting agar lulusan siap beradaptasi dan bersaing sebagai pemasar global.
Pandangan serupa disampaikan dosen pemasaran dari University of Canterbury, William Shanon. Ia menilai program ini sebagai ruang ideal bagi mahasiswa dari dua negara untuk bertukar perspektif dan belajar melihat persoalan dari sudut pandang yang berbeda.
"Kolaborasi ide lintas budaya mampu menghasilkan wawasan yang lebih kaya dan relevan dengan tantangan global," tuturnya.
Dari sisi industri, Christian Widi Nugraha, GM Head of Creative and Digital Marketing PT Kino Indonesia, menilai program ini membuka ruang eksplorasi insight yang lebih luas. Kolaborasi lintas negara, menurutnya, memperlihatkan perbedaan kebutuhan dan sudut pandang pasar yang justru penting dalam proses inovasi pemasaran.
Melalui inisiatif kolaboratif ini, Universitas Prasetiya Mulya menegaskan posisinya dalam mengembangkan pendidikan bisnis berbasis pengalaman dan berorientasi global. Program Studi S1 International Marketing secara konsisten membekali mahasiswa dengan wawasan lintas budaya dan kemampuan analitis agar mampu berkiprah dan bersaing di pasar internasional yang semakin kompleks. (E-3)
GURU Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Achmad Tjachja Nugraha, menilai Sekolah Rakyat merupakan langkah paling rasional untuk mengatasi kesenjangan pendidikan.
PENDIDIKAN kerap dimaknai sebatas proses belajar-mengajar di ruang kelas. Padahal, mutu pendidikan sesungguhnya dibangun oleh sebuah ekosistem yang lebih luas.
MENTERI Kesehatan memiliki ambisi besar untuk mereformasi sistem pendidikan dokter spesialis di Indonesia.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa secara resmi membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan (Tendik) Sekolah Rakyat (SR) se-Jawa Timur.
Pelaksanaan TKA SD dan SMP tahun 2026 diawali dengan pendaftaran peserta 19 Januari hingga 28 Februari 2026,
Peran warga sekolah, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, dan murid, sangat strategis dalam memastikan sekolah aman dan nyaman.
MCORP bekerja sama dengan PT AI Indonesia dalam pengembangan tiga produk berbasis kecerdasan artifisial yang ditujukan untuk memperkuat ekosistem pemasaran nasional.
Universitas President, Cikarang, Jawa Barat memperkenalkan pendekatan pembelajaran pemasaran yang lebih progresif.
Fitur Click to WhatsApp with Purchase Optimization, bukan sekadar untuk meningkatkan traffic atau jumlah chat, tetapi benar-benar mengoptimalkan strategi pemasaran
Kondisi dunia yang sangat dinamis sekarang ini salah satunya akibat gejolak militer serta persaingan dagang, membutuhkan strategi yang jitu dalam pemasaran lokal dan global.
Amalia juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada dirinya sebagai Ketua Umum Perpi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved