Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Siapkan Talenta di Era Globalisasi

Despian Nurhidayat
17/12/2025 16:44
Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Siapkan Talenta di Era Globalisasi
Para mahasiswa mengikuti kegiatan Immersion Program.(UPM)

Di tengah laju globalisasi dan semakin terhubungnya perekonomian dunia, kolaborasi lintas negara dalam pendidikan tinggi kian menjadi kebutuhan strategis, bukan sekadar pelengkap kurikulum. World Economic Forum (WEF) secara konsisten menempatkan adaptabilitas dan kecerdasan emosional sebagai keterampilan masa depan, yang keduanya sangat berkaitan erat dengan kemampuan bekerja lintas budaya dan memahami perbedaan perspektif global.

Sejalan dengan itu, Bank Dunia mencatat kawasan Asia Timur dan Pasifik sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi global, bahkan kerap melampaui rata-rata dunia. Dinamika ini menjadikan kawasan tersebut ruang belajar yang penting untuk memahami perilaku pasar internasional, sekaligus menegaskan urgensi menghadirkan pengalaman pembelajaran berwawasan global bagi mahasiswa sejak dini.

Merespons tantangan tersebut, Program Studi S1 International Marketing Universitas Prasetiya Mulya kembali menyelenggarakan Immersion Program bersama University of Canterbury (UC), Selandia Baru. Kegiatan yang berlangsung di Kampus BSD itu mempertemukan 21 mahasiswa UC dari berbagai disiplin ilmu dengan 31 mahasiswa Prasetiya Mulya dalam rangkaian pembelajaran kolaboratif berbasis experiential learning.

Program ini dirancang agar mahasiswa tidak hanya mempelajari teori pemasaran internasional, tetapi juga memahami perilaku konsumen dan consumer insight dalam konteks lintas budaya melalui interaksi langsung. Sejak semester awal, mahasiswa diajak melihat bagaimana perbedaan budaya, nilai, dan kebiasaan memengaruhi cara konsumen berpikir dan mengambil keputusan di pasar global.

Untuk memperkaya perspektif praktis, rangkaian kegiatan turut menghadirkan kuliah tamu dari PT Kino Indonesia Tbk, salah satu perusahaan consumer goods nasional. Aktivitas program meliputi diskusi kelompok, sesi industri, hingga presentasi akhir yang menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan temuan dan rekomendasi berbasis riset konsumen.

Head of Cooperation & Partnership School of Business and Economics Universitas Prasetiya Mulya, Angelica Natasha, menjelaskan bahwa Immersion Program ini telah memasuki tahun kedua penyelenggaraan bersama University of Canterbury. Menurutnya, program ini merupakan bentuk nyata komitmen kampus dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan, berorientasi global, dan berbasis pengalaman langsung.

"Melalui kolaborasi lintas negara, mahasiswa dilatih untuk melihat konsumen bukan sekadar angka atau data, melainkan bagian dari konteks budaya yang kompleks," ujar Angelica. 

Kompetensi semacam ini, lanjut Angelica, menjadi fondasi penting agar lulusan siap beradaptasi dan bersaing sebagai pemasar global.

Pandangan serupa disampaikan dosen pemasaran dari University of Canterbury, William Shanon. Ia menilai program ini sebagai ruang ideal bagi mahasiswa dari dua negara untuk bertukar perspektif dan belajar melihat persoalan dari sudut pandang yang berbeda. 

"Kolaborasi ide lintas budaya mampu menghasilkan wawasan yang lebih kaya dan relevan dengan tantangan global," tuturnya.

Dari sisi industri, Christian Widi Nugraha, GM Head of Creative and Digital Marketing PT Kino Indonesia, menilai program ini membuka ruang eksplorasi insight yang lebih luas. Kolaborasi lintas negara, menurutnya, memperlihatkan perbedaan kebutuhan dan sudut pandang pasar yang justru penting dalam proses inovasi pemasaran.

Melalui inisiatif kolaboratif ini, Universitas Prasetiya Mulya menegaskan posisinya dalam mengembangkan pendidikan bisnis berbasis pengalaman dan berorientasi global. Program Studi S1 International Marketing secara konsisten membekali mahasiswa dengan wawasan lintas budaya dan kemampuan analitis agar mampu berkiprah dan bersaing di pasar internasional yang semakin kompleks. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya