Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Universitas President Perkenalkan Pembelajaran Marketing yang Lebih Progresif

Despian Nurhidayat
17/11/2025 10:03
Universitas President Perkenalkan Pembelajaran Marketing yang Lebih Progresif
Ilustrasi(Univesitas President)

Universitas President, Cikarang, Jawa Barat memperkenalkan pendekatan pembelajaran pemasaran yang lebih progresif. Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori perilaku konsumen dari buku teks, tetapi juga diwajibkan menerapkannya secara langsung di lapangan. Model pembelajaran terintegrasi ini dianggap lebih relevan dengan kebutuhan industri marketing modern.

Pada konsentrasi Marketing, mata kuliah Perilaku Konsumen menjadi salah satu fondasi utama. Mahasiswa mempelajari bagaimana konsumen membuat keputusan, bagaimana sikap dan motivasi terbentuk, serta bagaimana faktor psikologis, sosial, dan kognitif memengaruhi proses pembelian.

Kajian terbaru dalam ilmu perilaku konsumen (2020-2024) menunjukkan bahwa pemahaman multidimensional seperti ini diperlukan untuk merancang strategi marketing yang efektif, mulai dari segmentasi, penentuan nilai produk, hingga desain pengalaman pelanggan. Dengan dasar teori yang kuat, mahasiswa lebih siap menganalisis perilaku pasar secara objektif.

Keunikan metode Universitas President terletak pada penerapan langsung setelah sesi teori. Mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok, lalu setiap kelompok memilih satu restoran atau kafe di lingkungan mal sekitar kampus, sebagai objek observasi. Mereka mengamati bagaimana konsumen berpikir dan berperilaku, bagaimana staf melayani, bagaimana tata letak iklan di sekitar resto mampu keputusan pengunjung, dan faktor-faktor apa yang membedakan satu resto dari resto lain di lokasi yang sama.

Salah satu temuan mahasiswa adalah bahwa sebuah resto bisa lebih ramai bukan semata-mata karena menu yang disajikan, tetapi karena pelayanan yang lebih telaten dan fleksibel. Penelitian perilaku konsumen modern juga menegaskan bahwa kualitas layanan yang responsif merupakan salah satu pemicu utama loyalitas pelanggan.

Raja Habibie, salah satu mahasiswa jurusan marketing Universitas President, menyampaikan pengalamannya saat menjalani tugas lapangan. “Tantangan di lapangan jelas berbeda daripada di kampus. Di kampus, semuanya sudah terstruktur. Sejauh kita belajar dengan baik, hasil ujiannya pun akan keluar dengan baik. Namun di lapangan, kita harus menempatkan diri sebagai seorang marketer, mengamati perilaku konsumen secara langsung. Awalnya kita takut, karena harus berpura-pura menjadi konsumen sambil melakukan pengamatan. Namun dari sini, apa yang kita dapatkan jauh lebih banyak,” ungkapnya dilansir dari keterangan resmi, Senin (17/11).

Pernyataan ini memperlihatkan bagaimana pembelajaran berbasis pengalaman dapat meningkatkan rasa percaya diri, sensitivitas analitis, dan kreativitas mahasiswa—sejalan dengan penelitian pendidikan tinggi yang menekankan pentingnya experiential learning bagi generasi muda.

Dosen pengampu mata kuliah tersebut, Sonny V Sutedjo, menjelaskan bahwa mahasiswa generasi sekarang membutuhkan lebih dari sekadar ujian tertulis. Mereka membutuhkan konteks nyata agar teori yang dipelajari dapat melekat secara lebih bermakna.

“Dengan memberikan tugas observasi langsung, mahasiswa dihadapkan dengan tantangan yang sebenarnya. Keberanian mereka tumbuh, dan ide-ide marketing yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan muncul begitu mereka melihat kondisi lapangan. Harapannya, mahasiswa yang terbiasa turun ke lapangan sebelum lulus akan selangkah lebih maju ketika memasuki dunia kerja. Pendekatan seperti ini sudah biasa di negara-negara maju ; alangkah baiknya sesuatu yang positif ini bisa ditiru, untuk menghasilkan lulusan yang berprestasi pula,” tegasnya.

Universitas President melalui program pemasarannya menegaskan bahwa teori dan praktik tidak boleh berjalan terpisah. Dengan memberikan pengalaman observasi langsung, mahasiswa tidak hanya memahami perilaku konsumen secara konseptual, tetapi juga secara empiris.

Hasilnya, lulusan diharapkan mampu bekerja lebih adaptif, kreatif, dan analitis, keterampilan yang sangat dibutuhkan di industri marketing modern. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik