Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBERAPA banyak kita benar-benar tahu soal diabetes? Meski penyakit ini kian umum, nyatanya masih banyak dari kita yang sering menyepelekan gejala diabetes.
Diabetes adalah kondisi ketika kadar gula (glukosa) dalam darah berada di atas normal. Kebiasaan seperti mengabaikan pola makan, jarang memeriksa gula darah, dan menunda pemeriksaan ke dokter dapat membuat diabetes semakin sulit dikendalikan.
Terutama bagi mereka yang hidup dengan diabetes tipe 1, ketelitian dan kesadaran tinggi sangat penting agar kondisi tetap stabil.
Seberapa sadarkah kita bahwa diabetes bukan hanya tentang “kenaikan gula darah” atau “suntik insulin setiap hari”? Yuk, pelajari lebih lanjut apa itu diabetes tipe 1, gejala, penyebab, cara mengobati dan pencegahannya demi kesehatan diri kita dan orang-orang tercinta!
Diabetes tipe 1 adalah kondisi di mana tubuh memproduksi sangat sedikit atau bahkan tidak menghasilkan insulin sama sekali.
Insulin adalah hormon yang diproduksi secara alami oleh pankreas untuk membantu mengatur kadar gula darah dalam sel-sel tubuh.
Gula ini berasal dari makanan yang Anda konsumsi dan dibutuhkan oleh sel serta organ untuk menghasilkan energi yang membuat tubuh Anda tetap beraktivitas.
Di seluruh dunia, jutaan orang hidup dengan diabetes, sekitar 5% di antaranya mengidap diabetes tipe 1.
Penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja, tanpa memandang usia. Kondisi ini dapat dikelola dengan baik, dan dengan pengobatan diabetes yang tepat sejak dini, Anda memiliki kesempatan untuk menjalani hidup yang panjang dan memuaskan.
Berikut ini adalah gejala diabetes tipe 1 :
Penting untuk selalu mewaspadai gejala-gejala diabetes ini, karena deteksi dini dapat membantu mencegah komplikasi serius.
Jika Anda atau orang terdekat mengalami gejala tersebut segera konsultasikan dengan tenaga medis. Kesadaran terhadap faktor risiko dan gejala ini dapat membantu menjaga kesehatan jangka panjang dan meningkatkan kualitas hidup.
Penyebab pasti diabetes tipe 1 tidak diketahui. Biasanya, sistem kekebalan tubuh sendiri yang melawan bakteri dan virus berbahaya, menghancurkan sel-sel penghasil insulin (pankreas). Kemungkinan penyebab lainnya meliputi:
Diabetes tipe 1 saat ini tidak dapat dicegah. Para peneliti berusaha mencegah penyakit ini atau mencegah kerusakan lebih lanjut pada sel-sel islet pankreas pada individu yang baru didiagnosis.
Tetapi jangan khawatir! Berikut adalah beberapa cara untuk mengobati diabetes tipe 1 :
1. Pola makan yang benar
Makanan yang Anda konsumsi memiliki dampak besar terhadap kadar gula darah. Oleh karena itu, penting untuk memahami asupan makanan Anda dan mengatur suntikan insulin dengan benar.
Ahli gizi yang berpengalaman dalam diabetes tipe 1 dapat membantu Anda merancang rencana diet yang seimbang, menentukan dosis insulin, dan mengatur tingkat aktivitas yang sesuai. Jika kebiasaan atau selera makan Anda berubah, saatnya untuk menyesuaikan pola makan Anda!
2. Rajin Berolahraga
Ketika Anda bergerak, tubuh akan membakar lebih banyak energi dan memproses gula lebih cepat dibandingkan saat beristirahat. Aktivitas fisik sangat bermanfaat! Dalam jangka panjang, rutin berolahraga dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah Anda.
3. Menyimpan insulin
Insulin mungkin perlu disimpan di lemari pendingin. Jika menyuntikkan insulin dingin terasa kurang nyaman, Anda dapat menyimpan wadah insulin pada suhu ruangan (biasanya sekitar 20°C di wilayah Eropa tengah) sebelum menggunakannya.
Beberapa jenis insulin dapat disimpan pada suhu ruangan hingga sekitar satu bulan. Pastikan selalu memeriksa dan mengikuti petunjuk dari dokter.
4. Pemantauan Gula Darah Rutin
Kadar gula darah bisa diukur dengan menggunakan “pengukur glukosa darah” atau “monitor glukosa darah.” Caranya, ambil setetes darah dengan menusuk jari Anda, dan alat ini akan menunjukkan kadar gula dalam darah Anda saat itu.
Dengan cara ini, Anda bisa memeriksa apakah kadar gula darah Anda berada dalam kisaran yang sehat.
5. Cari dukungan psikologis
Dukungan sosial dan emosional dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan Anda. Berbagi pengalaman dengan sesama penderita diabetes sangat bermanfaat. Serta dukungan yang baik dari keluarga, teman, dan organisasi pasien diabetes dapat membawa perubahan yang positif! (berbagai sumber/Z-1)
Pasien diabetes tipe 1 berhasil memproduksi insulin sendiri setelah menerima sel donor yang disunting genetik tanpa obat imunosupresif, bukti kemajuan terapi medis.
Pasien diabetes terdiagnosis telat dengan kondisi sudah mengalami ketoasidosis diabetikum (KAD), merupakan kondisi berat karena gula darah tinggi, muntah-muntah, sesak, dan tidak sadar.
Tanda diabetes tipe 1 pada anak bisa kenali orangtua dari kebiasaan kecil seperti banyak berkemih dan berat badan turun.
Orang tua perlu waspada, perubahan kecil seperti anak sering kencing, berat badan turun, atau kembali ngompol bisa jadi tanda diabetes tipe 1.
Apakah Anda merasa mengantuk meskipun sudah cukup tidur? Ini bisa jadi pertanda awal diabetes. Banyak orang mengabaikan rasa kantuk berlebihan, menganggapnya hanya akibat lelah.
Ilmuwan temukan jenis baru diabetes di Afrika yang menyerang anak muda, berbeda dari tipe 1 biasa dan tak terkait autoimun. Temuan ini ubah arah diagnosis.
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
SERANGAN penyakit kutu air (balancat) dan diare mulai menyerang korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved