Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
TAHUKAH Anda bahwa pakaian yang Anda gunakan saat berolahraga bisa memengaruhi kesehatan? Sering kali, orang lebih mementingkan gaya daripada kenyamanan dan keamanan pakaian saat berolahraga.
Jadi, pakaian seperti apa yang dapat membahayakan kesehatan, dan mengapa hal itu bisa terjadi? Mari simak penjelasan dari atlet triathlon, Andi Wibowo.
"Saat ini banyak orang yang lebih mementingkan gaya daripada fungsi dari pakaian olahraga, ya, jadi banyak yang berlomba untuk terlihat keren, padahal tidak sesuai dengan kondisi dan kebutuhan," ujar Andi.
Dalam acara Thule Expo 2024, Andi menjelaskan bahwa pakaian yang kita kenakan saat berolahraga memang memiliki pengaruh terhadap kesehatan tubuh.
Apa saja jenis pakaian yang bisa berbahaya saat berolahraga? Andi mengungkapkan bahwa cuaca di Indonesia yang cenderung panas dan paparan sinar matahari saat berolahraga di luar ruangan memerlukan perhatian khusus dalam memilih pakaian. Hindarilah pakaian berwarna gelap.
"Di wilayah kita yang cenderung panas, sebaiknya kita menghindari pakaian berwarna gelap, karena material tersebut akan menyerap panas dari matahari," jelasnya.
Pakaian berwarna gelap ternyata dapat menyerap panas ke dalam tubuh dan menyebabkan efek yang kurang baik. Andi menjelaskan bahwa pakaian berwarna gelap dapat meningkatkan risiko terkena heatstroke.
"Dalam cuaca panas saat berolahraga, suhu tubuh kita bisa meningkat. Pakaian gelap yang menyerap panas akan menambah suhu tubuh, dan kenaikannya bisa sangat drastis. Hal ini dapat menyebabkan heatstroke dan dehidrasi," ujar atlet berusia 44 tahun tersebut.
Melakukan olahraga dengan konsisten merupakan kunci dalam menjaga kebugaran tubuh.
"Olahraga yang konsisten, lebih baik dari pada olahraga lama tetapi gak beraturan. Lebih baik 5 menit tetapi konsisten setiap hari dari pada olah raga selama 1 jam tetapi hanya dijalankan dua hari dalam seminggu," tutup Andi. (Z-10)
Dengan memilih jenis olahraga yang tepat dan dilakukan secara teratur, gejala asma justru dapat lebih terkontrol dan kualitas hidup meningkat.
Aktivitas fisik yang rutin terbukti dapat menjaga kebugaran, membantu mengontrol kadar gula darah, serta meningkatkan metabolisme.
Karbohidrat tetap menjadi elemen krusial bagi tubuh sebagai sumber energi utama, terutama saat berolahraga di tengah kondisi berpuasa.
Penambahan fitur di Strava ini merupakan bentuk respons langsung terhadap tingginya minat serta permintaan dari komunitas pengguna terhadap kelima aktivitas fisik tersebut.
Minat masyarakat Bandung terhadap olahraga raket terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Kelompok yang perlu waspada saat berolahraga saat puasa ramadan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved