Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT diingatkan untuk menjaga kebersihan rumah mereka demi mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD). Penyakit yang disebabkan oleh gigiyan nyamuk itu kini tengah meningkat.
DBD adalah penyakit yang disebabkan virus Dengue. Virus tersebut ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus.
Penyakit ini biasanya muncul saat musim penghujan, ketika kondisi lembab dan banyak genangan air mendukung perkembangbiakan nyamuk. DBD dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun dewasa.
Gejala DBD biasanya ditandai dengan demam mendadak, sakit kepala, nyeri di belakang bola mata, mual, serta manifestasi perdarahan seperti mimisan atau gusi berdarah. Selain itu, penderita juga dapat mengalami kemerahan pada permukaan tubuh.
Untuk mencegah demam berdarah, penting bagi kita untuk selalu menjalankan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan. Pastikan lingkungan sekitar bebas dari sarang nyamuk agar kita dapat terhindar dari penularan DBD.
Menjaga kebersihan rumah adalah langkah penting untuk mencegah DBD. Pastikan tidak ada sampah yang menumpuk, baik di dalam maupun di luar rumah, karena tumpukan tersebut dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, terutama pada benda-benda seperti ban bekas atau wadah yang dapat menampung air.
Kesadaran masyarakat dalam kebersihan lingkungan itu sangat penting untuk mencegah penyebaran DBD. Perlu menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pencegahan atau meminimalisasikan resiko terjangkit penyakit DBD di lingkungan sekitar.
Pencegahan ini tidak hanya melindungi diri sendiri tetapi membantu menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat.
Pemerintah terus mendorong masyarakat untuk waspada terhadap penyakit DBD saat musim hujan. (berbagai sumber/Z-1)
Kementerian Kesehatan memperkuat kewaspadaan terhadap peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di musim hujan.
Gejala DBD umumnya meliputi demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, serta munculnya bintik-bintik merah di kulit.
Peneliti internasional menciptakan jamur Metarhizium beraroma bunga yang mampu menarik dan membunuh nyamuk pembawa penyakit seperti malaria dan demam berdarah.
Di sini dipastikan hampir 200 juta nyamuk mencapai kematangan seksual sebelum dilepaskan untuk bereproduksi.
Setiap tahunnya, dunia mencatat ratusan juta kasus malaria. Selain dikenal sebagai penyebab malaria, nyamuk juga menjadi pembawa penyakit lain seperti demam berdarah.
Pada anak, gejala DBD akan semakin parah karena kekebalan tubuhnya tidak sekuat orang dewasa.
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Kasus leptospirosis di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, meningkat tajam sepanjang 2025. Sebaliknya, kasus demam berdarah dengue (DBD) justru mengalami penurunan.
ECDC mencatat lebih dari 5 juta kasus demam berdarah dengue (DBD) secara global sepanjang Januari hingga Desember 2025.
Vaksin yang sedang diuji adalah V181-005, sebuah formulasi baru yang berpotensi memberikan perlindungan yang lebih cepat dan efisien.
Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), selama Januari hingg 30 Oktober 2025 angka demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia mencapai 131.393 kasus.
Kementerian Kesehatan memperkuat kewaspadaan terhadap peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di musim hujan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved