Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
MASYARAKAT diingatkan untuk menjaga kebersihan rumah mereka demi mencegah penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD). Penyakit yang disebabkan oleh gigiyan nyamuk itu kini tengah meningkat.
DBD adalah penyakit yang disebabkan virus Dengue. Virus tersebut ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus.
Penyakit ini biasanya muncul saat musim penghujan, ketika kondisi lembab dan banyak genangan air mendukung perkembangbiakan nyamuk. DBD dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun dewasa.
Gejala DBD biasanya ditandai dengan demam mendadak, sakit kepala, nyeri di belakang bola mata, mual, serta manifestasi perdarahan seperti mimisan atau gusi berdarah. Selain itu, penderita juga dapat mengalami kemerahan pada permukaan tubuh.
Untuk mencegah demam berdarah, penting bagi kita untuk selalu menjalankan pola hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan. Pastikan lingkungan sekitar bebas dari sarang nyamuk agar kita dapat terhindar dari penularan DBD.
Menjaga kebersihan rumah adalah langkah penting untuk mencegah DBD. Pastikan tidak ada sampah yang menumpuk, baik di dalam maupun di luar rumah, karena tumpukan tersebut dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, terutama pada benda-benda seperti ban bekas atau wadah yang dapat menampung air.
Kesadaran masyarakat dalam kebersihan lingkungan itu sangat penting untuk mencegah penyebaran DBD. Perlu menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pencegahan atau meminimalisasikan resiko terjangkit penyakit DBD di lingkungan sekitar.
Pencegahan ini tidak hanya melindungi diri sendiri tetapi membantu menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat.
Pemerintah terus mendorong masyarakat untuk waspada terhadap penyakit DBD saat musim hujan. (berbagai sumber/Z-1)
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
KASUS demam berdarah di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, melonjak tajam. Dalam satu bulan sebanyak 157 warga terkena penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti itu.
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Cuaca 2026 semakin tak menentu. Simak panduan medis menjaga imunitas tubuh, mencegah penyakit pancaroba, dan tips menghadapi gelombang panas (heatwave).
Kementerian Kesehatan menerapkan teknologi Wolbachia untuk menekan penyebaran demam berdarah dengue (DBD).
Data menunjukkan bahwa kelompok umur 15-44 tahun menyumbang 42% dari total kasus dengue, sementara 41% kematian justru ditemukan pada anak-anak usia 5-14 tahun.
Case fatality rate (CFR) atau jumlah angka kematian karena demam berdarah dengue (DBD) menurun signifikan dari 2021 di kisaran 0,9%, menjadi 0,4% pada 2025.
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved