Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBIASAAN begadang atau kurang tidur di malam hari akan berdampak buruk kepada kesehatan tubuh, salah satunya bisa meningkatkan risiko demensia. Otak kita memerlukan waktu istirahat yang cukup untuk berfungsi secara optimal, dan kurang tidur dapat mengganggu proses pemulihan yang krusial bagi kesehatan otak.
Perlu ketahui bahwa selama tidur, tubuh bekerja untuk memulihkan otot yang lelah dan membersihkan limbah serta zat berbahaya dari metabolisme. Oleh karena itu, penting untuk tidur yang cukup setiap malam agar otak dapat melakukan proses pemulihan dan membersihkan racun secara efektif.
Kurang tidur dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif, yang berdampak pada konsentrasi, memori, dan kemampuan belajar. Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penurunan fungsi kognitif ini dapat meningkatkan risiko demensia seiring waktu, karena kualitas tidur yang buruk mengganggu proses penting yang dibutuhkan otak untuk berfungsi dengan baik.
Berdasarkan laporan World Alzheimer Report, pada tahun 2019, sekitar 1,8 juta orang di Indonesia menderita demensia, dan angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 7,5 juta orang pada tahun 2050 akibat pertambahan populasi lanjut usia. Di seluruh dunia, satu orang mengalami kondisi demensia setiap tiga detik.
Melihat angka-angka ini, sangat penting bagi kita untuk meningkatkan kualitas tidur. Menurut rekomendasi Indonesia Health, durasi tidur yang dianjurkan bervariasi berdasarkan kelompok usia. Untuk usia 12 hingga 18 tahun, dianjurkan tidur selama 8 hingga 9 jam per hari. Sementara itu, bagi usia 18 hingga 40 tahun, sebaiknya tidur antara 7 hingga 9 jam setiap harinya. Bagi mereka yang berusia di atas 65 tahun, kebutuhan tidur yang ideal adalah antara 7 hingga 8 jam per hari.
Cobalah untuk tidur dan bangun pada waktu yang sama setiap hari, termasuk akhir pekan. Ini membantu mengatur jam biologis tubuh (ritme sirkadian) yang berperan penting dalam kualitas tidur.
Pastikan kamar tidur Anda nyaman, sejuk, dan gelap. Lingkungan yang tenang dan bebas dari gangguan dapat membantu Anda tertidur lebih cepat dan tidur lebih nyenyak.
Hindari konsumsi kafein atau alkohol beberapa jam sebelum tidur. Kafein dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk rileks, sementara alkohol dapat memengaruhi siklus tidur, meskipun awalnya dapat membuat Anda merasa mengantuk.
Cahaya biru dari layar gadget dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang membantu Anda tidur. Usahakan untuk berhenti menggunakan ponsel, tablet, atau komputer setidaknya 30 menit sebelum tidur.
Melakukan teknik relaksasi seperti meditasi, pernapasan dalam, atau membaca buku sebelum tidur dapat membantu tubuh dan pikiran untuk lebih rileks, sehingga memudahkan Anda tertidur.
Dengan mengikuti tips ini, kita dapat meningkatkan kualitas tidur, kesehatan otak, dan mengurangi risiko demensia. (Z-12)
Sumber: Kementerian Kesehatan, Indonesia Health, Studi kesehatan rumah sakit akademik Universitas Gadjah Mada
Ahli tidur menjelaskan kualitas tidur sama pentingnya dengan durasinya, serta bagaimana ritme tubuh menentukan kebutuhan tidur setiap orang.
Pelajari manfaat meditasi bagi mental & fisik, teknik populer, serta panduan pemula yang mudah dan konsisten.
Penelitian terbaru mengungkap gejala apnea tidur obstruktif (OSA) cenderung memburuk di akhir pekan akibat perubahan pola tidur.
Dalam era kerja cepat dan tuntutan multitasking, kelelahan setelah jam kerja bukan lagi hal aneh—terutama bagi generasi milenial dan Gen Z.
Memasuki usia Spring Air yang ke-100 pada 2026, Spring Air memperkuat reputasinya sebagai pelopor teknologi tidur.
Produk yang menawarkan solusi untuk tidur lebih nyenyak adalah Nutrilite™ Healthy Sleep Solution.
Kepemilikan ponsel pintar pada remaja awal dikaitkan dengan faktor risiko penyakit jantung, diabetes, dan kanker.
Waktu tidur yang cukup membantu menyiapkan tubuh anak di tengah cuaca yang tidak menentu.
Penderita sakit pinggang direkomendasikan tidurnya dengan posisi telentang kasurnya jenis medium sampai medium firm, jangan terlalu keras.
Tidur bukan hanya istirahat. Studi baru ungkap peran hormon pertumbuhan yang bangun otot, tulang, metabolisme, hingga kejernihan otak esok hari.
Tidur bukan sekadar istirahat, melainkan proses biologis penting yang dikendalikan oleh otak dan hormon, seperti melatonin.
Riset terbaru University of Michigan menemukan neuron di hipotalamus berperan menjaga kadar gula darah, terutama pada empat jam pertama tidur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved