Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
HINGGA kini, seluruh dunia masih belum memiliki standar baku mutu untuk pencemaran limbah plastik di lingkungan. Hal itu perlu menjadi perhatian khusus agar pengendalian limbah plastik dan dampaknya dapat dilakukan dengan baik.
"Sampai saat ini belum ada baku mutu untuk plastik. Karenanya, saat ini belum boleh disebut sebagai pencemaran plastik tapi disebutnya sebagai kontaminasi. Karena belum ada baku mutunya," kata Guru Besar Bidang Ekotoksikologi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB University Etty Riani, Jumat (1/11).
Sebagai informasi, baku mutu lingkungan hidup merupakan ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya dalam suatu sumber daya tertentu sebagai unsur lingkungan hidup.
Menurut Etty, untuk menetapkan baku mutu, butuh proses penelitian dan pengujian yang panjang. Harus dilakukan pada biota yang sensitif dari berbagai tingkatan. Misalnya pada hewan, pengujian harus dilakukan dari hewan tersebut berbentuk telur, larva, anak-anak, dewasa, dan hewan yang sedang mengandung.
"Paling tidak ada lima tingkatan, dan sebaiknya bukan dilakukan pada satu jenis sensitif, tapi pada beberapa biota sensitif," ucap Etty.
Di Indonesia sendiri, kata dia, sampai saat ini belum bisa membuat standar baku mutu. Pasalnya, pembuatan baku mutu membutuhkan proses yang sangat panjang, minimal selama tiga tahun.
"Biasanya untuk baku mutu di Indonesia kita meniru dari baku mutu punya negara lain. Biasanya baku mutu dari Amerika. Karena negara lain belum ada yang membuat baku mutu plasti, maka kita pun masih belum memilikinya," ucap dia.
Sampai saat ini, penelitian mengenai baku mutu masih dilakukan oleh berbagai negara. "Di luar sedang dicoba, tapi ini penelitian yang sangat panjang dan sampai saat ini belum ada penetapannya," pungkas Etty. (Z-9)
Masaaki Okamoto menyebut pertumbuhan ekonomi, digitalisasi, serta urbanisasi yang pesat menjadi faktor utama meningkatnya produksi dan maraknya konsumsi plastik di dunia.
PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menargetkan pembiayaan pembangunan hingga 20.000 unit rumah rendah emisi pada tahun 2026.
Pekerja mengolah sampah tutup botol plastik di Bank Sampah Kertabumi, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten.
Memakai galon guna ulang bisa mengurangi sampah kemasan sekali pakai hingga 316 ton setiap tahun.
ANAK-anak muda Tanah Air berhasil menoreh prestasi dengan menciptakan karya seni yang memanfaatkan sampah platik. Beautiful Raja Ampat karya Dwi Siti Qurrotu Aini dari ITB
Kolaborasi multipihak yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dipandang penting untuk mengatasi sampah laut.
TPST Utama ditargetkan bisa mengolah sampah 10-15 ton setiap harinya dengan sistem teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).
Sudah cukup banyak kepala daerah yang bergerak cepat melakukan aksi kebersihan di wilayah masing-masing.
Kerja sama itu diharapkan bisa menangani masalah sampah sekaligus menghasilkan energi listrik.
Setiap kemasan plastik yang dipilah oleh warga dapat disetorkan ke bank sampah terdekat lalu dikonversi menjadi poin yang setara dengan tabungan emas di rekening tabungan emas Pegadaian.
PESISIR Kota Cirebon kembali dipenuhi tumpukan sampah. Kesadaran bersama diminta untuk bisa mengatasi permasalahan sampah. Tumpukan sampah terlihat di sepanjang pesisir pantai.
Kabupaten Banyumas dianggap telah berhasil mengelola sampah secara menyeluruh, mulai dari pemilahan hingga pemanfaatan akhir.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved